Selasa, 23 Februari 2010

Doa

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.  -  Mat 6:7

Setiap saya terlambat bangun, maka saat pagi hari mejadi terlalu singkat bagi saya untuk melakukan hal-hal yang seharusnya saya lakukan pada pagi hari.  Segala sesuatu saya lakukan dengan tergesa-gesa.  Bahkan ada beberapa hal yang harus saya abaikan karena waktu yang tidak memungkinkan untuk saya lakukan.  Dan salah satu kebiasaan ketika terlambat bangun adalah berdoa bak kereta api.  Seperti se-orang gangster yang menembakkan peluru tanpa henti.

firman tuhan dalam injil Matius 6:7 menyadarkan dan mengingatkan saya kembali untuk memiliki waktu bersama Tuhan.  Bukan untuk bertele-tele, akan tetapi untuk membangun relasi yang intim dengan Tuhan.  Saya membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bisa mengenalNya dengan baik.  Saya perlu mengatur waktu untuk bisa bersekutu denganNya. Kita butuh bersyukur dan memujiNya.  Dan saya rasa waktu yang harus saya sisihkan adalah waktu yang terbaik, tanpa ketergesa-gesaan.  Sama seperti saya membuat sebuah janji penting, sebuah janji untuk berada bersamaNya dengan nyaman.

Mungkin, ini saat yang tepat bagi kita untuk kembali men-set waktu terbaik kita bagi Dia. 

Sudahkah saya memberikan waktu yang terbaik padaNya?

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar