Minggu, 31 Januari 2010

Makna Sehari-hari

1) Senin adalah singkatan dari "Semangat nan indah"

2) Selasa adalah singkatan dari " Selalu luar biasa"

3) Rabu adalah singkatan dari "Rasakan bahagia dalam kalbu"

4) Kamis adalah "Kami sukses"

5) Jumat berarti "Juga amat hebat"

6) Sabtu berarti "Saatnya bersatu"

7) Minggu berarti "Mari ingat berkah seminggu"

Tuhan memberkati kita semua


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

My Child

* You may not know me, but I know everything about you... Psalm 139:1

* I know when you sit down and when you rise up... Psalm 139:2

* I am familiar with all your ways... Psalm 139:3

* Even the very hairs on your head are numbered... Matthew 10:29-31

* For you were made in my image... Genesis 1:27

* In me you live and move and have your being... Acts 17:28

* For you are my offspring... Acts 17:28

* I knew you even before you were conceived... Jeremiah 1:4-5

* I chose you when I planned creation... Ephesians 1:11-12

* You were not a mistake, for all your days are written in my book... Psalm 139:15-16

* I determined the exact time of your birth and where you would live... Acts 17:26

* You are fearfully and wonderfully made... Psalm 139:14

Sumber : Christian Daily Meditation

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kata-Kata Bijak Tentang Pengharapan

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. ~ Roma 5:5.

And hope maketh not ashamed; because the love of God is shed abroad in our hearts by the Holy Ghost which is given unto us. ~ Rome 5:5

Hope, deceitful as it is, serves at least to lead us to the end of our lives by an agreeable route. ~Francois Duc de La Rochefoucauld

Once you choose hope, anything's possible. ~Christopher Reeve

Hope is the only universal liar who never loses his reputation for veracity. ~Robert G. Ingersoll

Things which you do not hope happen more frequently than things which you do hope. ~Titus Maccius Plautus

Hope is some extraordinary spiritual grace that God gives us to control our fears, not to oust them. ~Vincent McNabb

In reality, hope is the worst of all evils, because it prolongs man's torments. ~Friedrich Nietzsche, Human, All Too Human, 1878

When the world says, "Give up,"
Hope whispers, "Try it one more time."
~Author Unknown

Love floods us with hope. ~Jareb Teague

There is nothing so well known as that we should not expect something for nothing - but we all do and call it Hope. ~Edgar Howe

Hope itself is a species of happiness, and, perhaps, the chief happiness which this world affords; but, like all other pleasures immoderately enjoyed, the excesses of hope must be expiated by pain. ~Samuel Johnson

Hope is that thing with feathers that perches in the soul and sings the tune without the words and never stops... at all. ~Emily Dickinson

Hope begins in the dark, the stubborn hope that if you just show up and try to do the right thing, the dawn will come. ~Anne Lamott

The miserable have no other medicine
But only hope.
~William Shakespeare, Measure for Measure

Sumber : Renungan Harian Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kesabaran Dalam Doa

Mana kala apa yang kita pikirkan tidak tepat, TUHAN berkata, "TIDAK."

Tidak - kala pemikiran itu bukan pemikiran yang terbaik
Tidak - kala pemikiran itu sama sekali salah
Tidak - walaupun pemikiran tersebut mungkin saja dapat menolongmu, namun juga akan menimbulkan masalah bagi orang lain

Mana kala waktunya tidak tepat, TUHAN berkata, "PERLAHANLAH. "

Apa jadinya kelak bila TUHAN menjawab setiap doa secepat kita menjentikkan jari-jari kita? Tahukah engkau apa yang akan terjadi?
Tuhan akan menjadi hambamu, bukan Tuanmu.

Tiba-tiba saja TUHAN mengabdi kepadamu, bukan engkau yang mengabdi
kepada-NYA.

Mana kala engkau berbuat kesalahan, TUHAN berkata, "BERTUMBUHLAH. "

Orang yang mementingkan dirinya sendiri harus bertumbuh di dalam ketidak-egoisan.

Orang yang terlalu berhati-hati harus bertumbuh di dalam keberanian.

Orang yang suka menguasai orang lain harus bertumbuh di dalam kepekaan.

Orang yang senang mencela harus bertumbuh didalam tenggang rasa.

Orang yang selalu berpikiran negatif harus bertumbuh di dalam sikap positif.

Orang yang senang mencari kepuasan jasmani harus bertumbuh di dalam berbagi rasa dengan orang-orang yang menderita.

Mana kala semuanya telah benar, TUHAN berkata, "PERGILAH."

Mukjizat terjadi:
Pecandu berat alkohol dilepaskan.
Pecandu obat bius menemukan kebebasannya.
Yang ragu-ragu menjadi percaya layaknya seorang anak kecil.
Jaringan tubuh yang terkena penyakit mulai menjadi sembuh karena pengobatan.
Pintu yang menuju ke arah impianmu tiba-tiba terbuka dan berdirilah Tuhan di sana sambil berkata, "PERGILAH!"

Ingatlah:

Penundaan oleh TUHAN bukan berarti pengingkaran janji TUHAN.
Waktunya TUHAN sempurna adanya.
Kesabaran adalah yang kita perlukan dalam berdoa.

Sumber : Christian Daily Meditation

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

A Shoulder To Cry On

Nana ( bukan nama sebenarnya ) baru tidur menjelang pukul tiga dini hari. Bukan karena Nana menikmati lewatnya tahun 2009 dan turut bersorak saat memasuki detik-detik tahun 2010. Sudah tiga tahun ini, Nana memang tidak bisa cepat tidur.

Sejak tiga tahun belakangan, Nana mengalami masalah yang cukup membuatnya bosan hidup. Bosan ke gereja. Bosan baca Alkitab. Natal tak lagi istimewa. Tahun baru jadi skiama seperti hari lainnya.

Tapi pagi ini Nana nyoba baca Alkitab.
Dia baca,

"(34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:18).

Nana diam sejenak dan kalimat itu dibacanya lagi. Dan lagi.. Dan, dibacanya sekali lagi.. Nana berdoa dalam hati walau matanya enggan terpejam.

"Tuhan, aku ingin percaya bahwa Engkau senantiasa dekat denganku.. Aku ingin percaya bahwa Engkau berada di pihakku.."

Baik Nana maupun kita, perlu menyadari dan percaya Tuhan senantiasa menunjukkan kasih setia-Nya kepada kita. Ia tak pernah membiarkan kita terbenam dalam kesulitan dan penderitaan.

Meski kita menghadapi persoalan -- serumit apa pun persoalan itu -- tak berarti kita tak lagi tak dipedulikan oleh Tuhan. Meski kita dalam keadaan terhimpit hingga seolah tak ada lagi ruang bagi kita untuk bernapas lega, Tuhan senantiasa menunjukkan kesetiaan-Nya.

Hari ini kita memasuki tahun yang baru. Kita tak dapat menolak dan mengingkari bahwa masalah atau persoalan tak selamanya dapat kita hindari. Namun sesuatu yang perlu untuk selalu kita percayai adalah,

Tuhan tidak pernah menutup mata dan telinga-Nya bagi kita -- orang-orang yang mengasihi-Nya.

Doa : Tuhan, ku ingin makin mengasihi-Mu dan memantapkan percayaku bahwa Engkau senantiasa di sisiku. Amin..

Sumber : Renungan Bulanan Wanita.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Untuk Tuhan

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3 : 23

Tanpa kita sadari, bahwa setiap hari tubuh kita berubah, bertumbuh. Manusia rohani kita pun sama, setiap kejadian dalam hidup kita, baik itu perkara kecil atupun besar mempengaruhi keadaan rohani kita.

Oleh sebab itu jangan abaikan segala sesuatu yg terjadi dalam hidup kita. Firman Tuhan berkata kerjakanlah segala sesuatu "seperti untuk Tuhan"

Keberhasilan dalam melalui masalah" yang besar, adalah hasil dari keberhasilan dalam melewati persoalan kecil dan rutinitas sehari". Lakukan itu bersama Tuhan, tetap berpegang pada firmanNya, dan semakin mengasihi Dia.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Hidup Yang Berkualitas

 ‎​Luk 12:15-21

Hidup yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang kita buat dalam hidup kita, uang / harta kekayaan merupakan KEPERCAYAAN dari Tuhan untuk kita kelola namun sekaligus juga merupakan UJIAN bagi kita.

Masalah orang kaya ini bukanlah karena ia punya hasil bumi yang melimpah/harta yang banyak atau karena memutuskan membangun lumbung yang besar. Masalahnya ialah ia INVESTASIKAN seluruh hidupnya hanya untuk hartanya. Untuk dinikmati sendiri... Dan itu adalah hal yang jahat di mata Tuhan.

Bagaimana dengan hidup kita? Apa dan siapa yang terpenting dalam hidup kita? Dimana dan pada siapa kita investasikan hidup kita?

Ingatlah kawan, uang dan kekayaan itu hanya titipan.. Itu semua milik Tuhan.. Suatu saat akan dititipi lagi pada yang lain ketika kita kembali pada-Nya.. Karena itu kelola dan pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.

Jangan hatimu melekat padanya tapi pada Tuhan Yesus yang mempercayakan semuanya itu.‎​ Amin..

Tuhan Yesus memberkati..


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Penyesalan

Hai anakku, janganlah pertimbangkan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu. (Amsal 3:21)

Di Belgia pernah dilakukan survei terhadap warga yang berusia 60 th,

Survei tentang penyesalan terbesar dalam hidup mereka..

Hasilnya:

72% menyesal karena mengabaikan waktu untuk bekerja dengan baik di masa mudanya,

67% menyesal karena salah memilih profesi,

63% menyesal karena kurang mendidik anak atau menggunakan pola didik yang salah,

58% menyesal karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan,

11% menyesal karena tidak memiliki cukup uang.

Jika survei ini diajukan kepada anda,

Apa penyesalan terbesar dalam hidup anda?

Ada pepatah, penyesalan selalu datang terlambat.
¤ Kita menyesal atas tindakan atau perbuatan salah di masa lalu.

¤ Kita menyesal atas keputusan keliru di masa lalu.

¤ Kita menyesal atas perkataan buruk yang pernah terlontar dari mulut kita, dan ternyata dampaknya begitu kuat terhadap diri seseorang.

Namun, penyesalan tinggallah penyesalan.
Masa lalu tidak bisa diulang.
Baik atau buruk, apa yang sudah terjadi akan tetap menjadi sebuah "jejak".

Maka, dalam setiap tindakan dan ucapan kita, jangan terburu-buru, jangan asal tabrak.

Jangan berpikir "bagaimana nanti??",
tapi berpikirlah "nanti bagaimana??" .

Artinya, pertimbangkan matang-matang.

Betul sekali bila kita tak mungkin sama sekali terhindar dari penyesalan, sebab kita tak lepas dari kesalahan.

Namun, dengan "pertimbangan dan kebijaksanaan" , setidaknya kita bisa meminimalkannya, menjaga langkah kita tetap berjalan di jalan yang lebih "aman".

Ingatlah,
Menyesal kemudian tiada berguna,
maka berpikirlah bijak dan bertindaklah bajik !!


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Apakah Sukacita Itu Ada

Nyanyian ziarah Daud.
Aku bersukacita,
ketika dikatakan orang kepadaku:
"Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
( Mazmur 122:1 )

Mungkin ......
Memang kita tak bolos ke gereja .....

Mungkin ......
Memang kita rajin ke gereja ......

Tetapi .....
Apa yang kita rasakan ......
Saat pergi ke sana ..... ?
Masihkah sukacita itu ada ..... ?

Atau ......
Lebih sering dengan hati berat ...... ?
Atau mungkin .....
Berat sih tidak ......

Namun ......
Sukacita juga tidak .....
Datar ......
Seperti sekedar lakukan rutinitas ......
Seperti mandi .....
Atau makan pagi .....
Tak ada rasa apa-apa .....

Sampai-sampai .....
Bisa dikatakan ......
Tak sempat menyadari .....
Bahwa kita sedang ke rumah Tuhan .....

Pantas kan .....
Bila saat kita keluar dari gereja .....
Masih tetap sama seperti saat kita datang ..... ?

Beban itu masih ada .....
Kepahitan itu masih ada ......
Kemarahan itu masih ada ......
Ketakutan itu masih ada ......
Kekuatiran itu masih ada .....

Ya ......
Mungkinkah itu ......
Karena saat kita ke gereja .....
Hati, pikiran dan perasaan kita ......
Kita tinggal di rumah ..... ?

Hari ini ......
Adakah sukacita itu kembali ada ..... ?

Tuhan Yesus memberkati.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Darah Yesus Didalam Kehidupan Kita

Tetapi syukur pada Allah bahwa darah ( Yesus ) dari salib akan menyingkirkan perbuatan yang sia-sia itu dari hati nurani Anda.

"Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,"
(Ibrani 9:13).

"betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup."
(Ibrani 9:14).

Tetapi R.A. Torrey menyatakan,

"Jika kita dapat melihat masa lalu seperti Allah melihatnya sebelum itu dibasuh, catatan dari hal yang terbaik dari diri kita adalah hitam, hitam dan hitam.

Tetapi jika kita berjalan di dalam terang, sambil menyerah kepada kebenaran Allah, percaya pada terang, pada Kristus, maka catatan kita pada hari ini ialah seputih pakaian Kristus ketika para murid melihat-Nya di gunung saat Dia dipermuliakan
( Mat 17:2; Mrk 9:3; Luk 9:29 )."

Biarlah kiranya kata-kata ini mengendap dalam hati Anda:

Pada saat darah Kristus yang tercurah itu telah dibubuhkan di hati Anda, maka masa lalu Anda terkubur sudah. Itu telah lenyap selama-lamanya dan tak akan diingat lagi di sorga. Tetap bercokol pada masa lalu berarti penghinaan terhadap Allah.

Dalam pengampunan kita dilucuti dari kain compang-camping yang kotor dan berbau busuk dari dosa-dosa kita; dalam pembenaran kita disaluti busana kemuliaan dan keindahan Kristus.

"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!" (Yesaya 43:25-26).

Bila kita menyiksa diri kita dengan dosa masa lampau, maka itu sama halnya dengan mengatakan kepada iblis, "Janganlah pergi. Aku senang engkau ada di sini." Rasa bersalah Andalah yang menahan iblis untuk tetap tinggal.

"Allah mengambil semua dosa kita, dan melemparkannya di kedalaman samudera lalu memasang tanda pengumuman besar yang berbunyi 'Dilarang Memancing'.
-Corrie ten Boom-

Apakah hati nurani yang jahat itu? Hati nurani yang mengingat hari kemarin dan berbisik, "Engkau seorang berdosa." ( Ibr 10:21-22 )

Iblis akan selalu berusaha untuk menyiksa Anda dengan pertanyaan, "Tetapi bagaimana dengan masa lalumu?"

Anda dapat mengatakan pada iblis, "Masa laluku? Aku tak mempunyai masa lalu. Itu sudah lenyap selama-lamanya. Kristus telah menghapusnya sehingga lembaran hidupku bersih, dan aku bebas."

Darah Kristus sangat besar kuasanya sehingga darah itu dapat melenyapkan setiap tanda dan noda dosa.

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6).

Sumber:

Benny Hinn, Darah (Yayasan Pekabaran Injil "Immanuel",1995), hal. 96-103.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Sekokoh Benteng Sparta

Pada masanya, Raja Sparta dikenal sebagai raja yang memiliki pasukan yang tangguh dalam peperangan.

Suatu hari seorang duta besar dari negara tetangga mengunjungi Yunani, ingin bertemu dengan Raja Sparta. Duta besar itu membayangkan akan melihat rakyat Yunani yang hidup aman karena dikelilingi oleh benteng nan kokoh.

Namun ia menjadi sangat heran ketika sampai di kota Sparta, ia tidak menemukan tembok kota seperti yang terbayang di benaknya.

"Tuanku Raja, mengapa Anda tidak membangun benteng yang kokoh untuk melindungi kota ini?" Tanya duta besar itu.

"Tuan, secara fisik saya tidak perlu membangun benteng yang kokoh, sebab kami benar-benar sudah terlindungi. Besok pagi-pagi sekali, Tuan dapat melihat benteng kami yang sesungguhnya."

Keesokan harinya dengan ditemani Raja Sparta, duta besar itu melihat pasukan Sparta yang besar berbaris di lapangan.
Ada 10,000 prajurit yang sedang berlatih dengan gagah dan penuh keberanian.

"Lihat, pasukan inilah yang sesungguhnya menjadi benteng kota Sparta. Setiap prajurit merupakan sebuah batu kokoh yang tidak mudah untuk ditembus oleh musuh," kata Raja Sparta menjelaskan.

Prajurit Sparta menjadi benteng yang kuat untuk bisa ditembus musuh Yunani, demikian juga dengan orang percaya yang suka membangun benteng rohaninya dengan doa yang tak pernah putus. Doa orang benar adalah benteng kokoh, yang sangat sulit ditembus oleh kekuatan musuh.

Semasa hidup di bumi, Tuhan Yesus sendiri membangun tembok pertahanan dengan menjalani jam-jam doa secara teratur, sedikitnya satu jam setiap kali Ia datang kepada Bapa di dalam doa-Nya ( Mat 26:40 ). Sebelum menjalani puncak pencobaan dari si jahat, di taman Getsemani, Yesus memastikan bahwa benteng-Nya berdiri kokoh.

Tindakan ini membuat-Nya menang atas pencobaan terbesar yang dihadapi-Nya. Jika Yesus yang adalah Tuhan harus setia membangun benteng rohani, apalagi kita yang hanya manusia biasa?

Biarlah kita menjadi prajurit-prajurit Kerajaan Allah yang selalu berjaga-jaga di dalam doa yang tak putus-putus. Memang ada harga yang harus dibayar jika kita ingin membangun benteng rohani yang kokoh, yaitu menyingkirkan kenyamanan kita dan mulai berdoa dengan hati haus.

Bukankah seorang prajurit Tuhan tidak memusingkan dirinya dengan persoalan-persoalan penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya? ( 2 Tim 2:4 ). Orang yang mau bayar harga tidak akan pernah dikecewakan Tuhan!

Apakah kehidupan kita sedang porak-poranda, ditelusupi dan dihancurkan musuh karena kita tidak lagi setia membangun benteng rohani kita? Kalau hati kita digerakkan Tuhan untuk berdoa, entahkah itu pagi, siang, atau tengah malam, berdoalah segera tanpa menunda.

Dengan demikian kita sedang membangun kembali sebuah benteng rohani yang kokoh bagi diri sendiri, keluarga, pelayanan, bangsa dan negara.

Doa : Bapa, bangkitkanlah gereja-Mu supaya menjadi prajurit-prajurit yang siap bertempur. Biarlah kami menjadi pasukan yang tekun berdoa. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Kata-kata bijak : Harga yang dibayar oleh seorang prajurit doa menghasilkan tembok perlindungan yang kokoh.

Sumber : Renungan Manna Sorgawi.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Nobody Is Perfect

» Dari tetesan 'Airmata'..
Kita belajar untuk "Mengerti".

» Dari rasa 'Khawatir'..
Kita belajar untuk "Mempercayai".

» Dari merasa 'Kehilangan'..
Kita belajar untuk "Menghargai".

» Dari suatu 'Kesalahan'..
Kita belajar untuk "Memaafkan".

"...NOBODY iS PERFECT..."

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Gunung Batuku

Sobat…
Sekuat-kuatnya manusia...
Sekaya-kayanya orang...
Sepintar-pintarnya kita..
Pastilah kita tetap akan membutuhkan Tuhan...

Kita harus bersemangat bukan karena apa yang kita miliki...
Kita bersemangat bukan karena harta banyak yang kita miliki...
Bukan pula karena hormat dan cinta dari manusia yang banyak kita terima...

Tapi kita harus bersemangat karena penyertaan Tuhan yang nyata dalam kehidupan kita...
Nafas yang masih ada di dalam dada adalah buktinya...

Apapun yang kita alami saat ini.. bersandarlah pada Tuhan dan dapatkanlah semangat dan kesegaran abadi dari Gunung Batu perlindungan kita...

"Tuhan adalah gunung batu tempat perlindungan, dalam kesesakan sangat terbukti"

Mari tetap bersemangat dalam kesetiaan…
Jangan kalah dengan keadaan....
Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang...!

Tuhan Yesus memberkati…


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Quotes of The Day

Hanya Allah yang dapat memindahkan gunung-gunung, tetapi iman dan doa
yang dapat menggerakkan Allah
-E.M. Bounds-

Doa dapat melakukan apapun yang Allah dapat lakukan; karena lengan Allah beraksi terhadap sentuhan doa. Semua sumber daya Allah yang tak terbatas itu digerakkan oleh doa -R.A. Torrey-

Hanya ada satu batas terhadap kemampuan doa; batas itu adalah kemampuan Allah. Tetapi segala sesuatu dapat dilakukan oleh Allah; karena itu doa itu mahakuasa
-R.A. Torrey-

Sumber:

1. Torrey, Fullness of Power, hal. 60.
2. The Best of E.M Bounds on Prayer
( Grand Rapids, Mich.: Baker Book House,
1981 ), Hal. 27.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Senyum

Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama 'Tersenyum'.

Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan 'hello', jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Segera setelah kami menerima tugas tersebut, suami saya, anak bungsu saya, ​dan saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering.

Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali…

Suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya membaui suatu 'bau badan kotor' yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang 'tersenyum'.

Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata 'Good day' sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, 'Kopi saja, Nona' karena hanya itulah yang mampu mereka beli.

Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan.

Kemudian saya benar-benar merasakannya – desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.

Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata 'Terima kasih.' Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, 'Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan.'

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, 'Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan.'

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain. Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah.

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'proyek' saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, 'Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?' Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas.

Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan. .

Dengan cara-Nya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yang ada diMcDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi..

Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.

Sumber : Renungan Harian Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Janganlah Mengabaikan Doa

Kisah Simson merupakan contoh yang lain. Ketika Roh Kudus meninggalkan hidupnya, dia menjadi seorang narapidana dan budak dari kaum Filistin dan dia kehilangan penglihatannya. Alkitab menyatakan bahwa selagi dia tidur dia kehilangan urapan itu ( Hakim 16:18-20 ).

Tidur adalah lambang dari keadaan tanpa doa. Para pemercaya, janganlah kita mengabaikan doa atau menolak Firman-Nya agar kita tidak kehilangan urapan-Nya yang ajaib dalam kehidupan kita. Tak ada hal yang lebih saya inginkan dalam hidup ini selain memiliki urapan-Nya dan saya tahu itu pun merupakan hasrat Anda yang terbesar.

Ingatlah, bahwa selama Anda hidup dalam kepatuhan kepada Allah, Anda tak usah takut kehilangan urapan itu. Sebagai gantinya Anda dapat mengharapkan berkat-berkat Allah.

Sumber :
Benny Hinn, Darah, hal. 87-88.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Selalu Ada Jembatan

Oscar Aguirre memilih untuk berteman baik dengan anak-anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu. Anak-anak itu terlatih untuk mengilapkan sepatu pelanggannya, tetapi terkadang juga nekad mengemis atau mencuri.

Suatu hari Oscar mengajak salah satu dari penyemir sepatu itu untuk makan bersamanya. Dia mengajak anak itu ke toko roti dan berkata,

"Juan, ayo masuk!"

"Tidak, si pemilik toko tidak akan mengijinkanku masuk. Lagipula tanganku kotor." Kata Juan sambil menunjukkan tangannya, tetapi setelah sedikit dipaksa akhirnya ia masuk juga.

Keesokan harinya Juan mengajak tiga orang temannya untuk bergabung bersama dengan dia dan Oscar. Oscar membeli roti dan yogurt, lalu makan bersama mereka.

"Saya akan membacakan sebuah cerita dari Alkitab, cerita ini bagus buat kalian," kata Oscar kepada mereka dan ia mulai membuka Alkitabnya.

Oscar cukup terkejut manakala sesaat sebelum ia membaca, salah satu dari ketiga bocah itu berkata,

"Kita harus berdoa sebelum mulai."

Hari itu menjadi hari yang bersejarah dan menyenangkan bagi mereka berempat. Ketika Oscar menceritakan pengalamannya itu di gereja, banyak orang yang tergugah hatinya dan mulai terbeban memberi makan anak-anak tersebut.

Pengalaman Oscar telah melahirkan satu lagi jembatan bagi Injil. Mereka menamakan pelayanan ini "Bread of Life". Pelayanan itu terus dipelihara dan berkembang sehingga saat ini ada ratusan orang anak penyemir dan ibunya yang hidup berkekurangan, yang diberi makan tiga kali seminggu oleh "Bread of Life".

"Kami selalu membutuhkan sukarelawan untuk memasak makanan, memotong sayuran, dan juga yang mengajak anak-anak itu ngobrol," ujar Linda Marferian, seorang misionaris yang melayani di daerah tersebut.

"Saya datang ke sini dan merasa sangat bahagia. Setiap minggu saya mendengarkan firman Tuhan dan keluar tanpa beban lagi," kata mamanya Luis.

"Saya sering tidak taat kepada ibu, terkadang saya mencuri. Sekarang saya tahu bahwa Tuhan telah mengubah banyak hal dalam hidup saya," ungkap Luis, seorang anak yang digembalakan Bread of Life.

Selain diberi makan, anak-anak itu juga dibekali berbagai pelatihan, peralatan sekolah, baju dan obat-obatan agar mereka bisa keluar dari kehidupan jalanan. Selalu ada jalan yang tepat untuk menyampaikan Injil yang membawa damai sejahtera dan kelimpahan. Injil selalu mendatangkan sukacita, bagi yang mengabarkan maupun yang menerima.

Tuhan memerintahkan kita untuk terus memberitakan Injil sampai kesudahan dunia tiba. Jadi kita tidak boleh kehilangan hati atau hasrat untuk memberitakan bahwa Yesus sudah turun dari Sorga, mengambil rupa seorang manusia, bahkan menjadi hamba yang mati di kayu salib untuk menebus serta memberikan kehidupan yang berkelimpahan kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Bangun terus jembatan Injil dan seberangkan satu jiwa lagi bagi Dia.

Doa : Tuhan Yesus, di sekitarku selalu ada jiwa yang membutuhkan karya keselamatan yang telah Engkau kerjakan. Mampukan aku membangun jembatan bagi mereka. Amin.

Kata-kata bijak : Selalu ada jembatan yang bisa dibangun manakala kita rindu menyeberangkan jiwa yang tersesat ke Sorga.

Sumber : Renungan Manna Sorgawi.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Sabtu, 30 Januari 2010

Mengucap Syukur

Dalam hidup ini, saat anda merasa sendiri, bayangkanlah seorang nenek tua yang hidup sendirian dan selama seminggu menunggu anak dan cucunya menjenguknya di akhir pekan.

Saat anda dilecehkan orang melalui kata-kata yang tajam, bayangkanlah para pengemis yang tiap hari dilecehkan orang tapi mereka masih tegar.

Saat anda mulai bersungut-sungut mengenai gaji yang anda terima, bayangkanlah seseorang yang berjalan kaki membawa map lamaran kerja, namun tak pernah mendapatkan pekerjaan yang sangat ia harapkan.

Saat anda tak merasa puas karena suaramu tak semerdu orang lain, ingatlah seorang tunarungu yang tak bisa berbicara tapi belajar keras untuk berbicara.

Saat anda tak puas dengan tinggi badanmu atau bentuk rambutmu yang tak sebaik orang lain, ingatlah mereka yang dilahirkan dengan tubuh cacat, namun bisa menjalani kehidupan dengan antusias.

Saat anda kehilangan sedikit uang dan anda sangat marah dan damai sejahteramu hilang, ingatlah para korban bencana alam yang kehilangan seluruh milik mereka.

Saat anda merasa kesal karena batuk, pilek, sakit kepala atau penyakit ringan lainnya, bayangkanlah orang-orang yang divonis dokter mengidap penyakit berat dan sulit diobati.

PESAN PENTING dari pernyataan diatas :

Mengucap syukurlah untuk keberadaan kita sekarang ini.

Jika hanya memandang kepada masalah dan kesulitan kita sendiri, akan sulit bagi kita untuk bersyukur karena manusia tidak pernah puas.

Tapi jika kita mencoba melihat sekeliling kita, maka kita akan sadar bahwa kita adalah org yang sangat beruntung.

Apa yang TUHAN berikan adalah kebaikan semata, jika kita tak menganggapnya demikian, itu karena kita hanya melihatnya dari kacamata manusia yang terbatas.

Ucapan syukur membuat masalah besar jadi kecil dan masalah kecil menjadi tidak berarti!


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Bersyukurlah Senantiasa Kepada Tuhan

Tujukanlah pandanganmu kepadaNYA, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.(Mazmur 34:6)

Pernahkah kita merasa bahwa hidup ini benar-benar buruk dan tak berarti sama sekali?

Ada seseorang yang mempunyai dua pekerjaan dengan penghasilan yang minim, namun bisa bahagia dan bersukacita.

Padahal dengan gaji yang minim, ia menyokong kedua orang tua, mertua, istri, dan dua orang putri mereka ditambah banyak tagihan rumah tangga lainnya.

Kita berpikir bahwa hidup yang kita jalani justru telah menambah kesulitan dan beban kita, segalanya menyebalkan dan tak berguna.

Namun semua itu akan berubah secara total jika kita menengok ke bagian dunia yg lain.

Suatu kali ada seseorang yang hidupnya berubah setelah mengikuti tur ke india.

Ia melihat apa yg terjadi di depan matanya yakni seorang ibu yang rela memotong kaki kanan anaknya dengan sebuah golok.
Keputus-asaan sang ibu dan jeritan sang anak berusia 4 tahun terus menghantuinya.
Mengapa sang ibu tega memotong kaki kanannya?
Apakah karena anaknya "nakal" atau karena kakinya terkena penyakit sehingga harus dipotong? Tidak.

Sang Ibu memotong kaki anaknya agar bisa mengemis!! Ia sengaja menyebabkan anaknya cacat, agar bisa dikasihani oleh orang-orang yang ada dijalanan.

Pesan Moral :
Itulah kenyataan. Ada hal mengerikan sedang terjadi dibelahan dunia ini, tapi ada juga yang senantiasa bersukacita walau penderitaan datang menerpa.

Kita masih memiliki waktu untuk makan makanan yang enak, berpakaian rapi dan menikmati hidup ini.

Jika kita menyesali hidup ini, pikirkanlah seorang anak yang harus kehilangan sebelah kakinya untuk mengemis dipinggir jalan!

Hal inilah yang seharusnya membuat kita bersyukur kepada TUHAN.

Bersyukurlah senantiasa pada TUHAN..


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Hidupmu Berharga

Bagaimana mungkin kursi goyang yang harganya $3,000 bisa laku $453,000. Sebuah mobil bekas yang ditaksir bernilai $18,000 laku dilelang seharga $79,500. Gelas biasa yang ditaksir bernilai $500 ternyata bisa laku seharga $38,000. Sebuah kalung yang bernilai $700 bisa laku $211,500 atau mengalami peningkatan 302.000% dari harga normal! Sudah bayar sedemikian mahal, mereka masih mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Gila, bukan? Tetapi semua kegilaan itu bisa dimaklumi karena barang-barang yang dilelang tersebut adalah milik Jacqueline Kennedy Onassis. Yang membuat barang-barang tersebut laku mahal tentu saja bukan karena barang itu sendiri, tetapi karena siapa yang memilikinya.

Bagaimana dengan hidup kita? Sama seperti barang-barang lelangan tersebut, hidup kita sungguh berharga. Yang membuat kita berharga karena Dia yang memiliki kita, kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.

Ada dua kebenaran yang bisa kita petik melalui renungan hari ini. Pertama, jangan pernah sombong sebab yang membuat kita bernilai dan berharga bukan karena diri kita, tapi karena Tuhan. Kedua, ketika kita depresi karena merasa tidak berharga, ingatlah bahwa nilai kita ditentukan oleh Tuhan Yesus. Dia bersedia membayar dengan darah yang mahal hanya untuk menyelamatkan kita. Kita begitu berharga dan bernilai. Jangan pernah memiliki cara pandang yang miskin tentang diri kita sendiri.

Miliki rasa percaya diri, bukan karena diri kita, tetapi karena Tuhan Yesus yang memiliki kita. Hidup kita berharga bukan karena diri kita sendiri tapi karena Dia yang memiliki kita. " Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal ... "(1 Petrus 1 : 18 - 19)

Tuhan Yesus Memberkati.


Sumber : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Syukuri Apa Yang Ada

Syukuri apa yang ada. Nikmati apa yang dipunya. Sebab kalau terus menerus merasa kurang, tidak pernah puas dengan apa yang ada, selalu ingin lebih dan lebih lagi, salah-salah kita malah akan kehilangan segala-galanya.

Rejeki masing-masing orang ada takarannya. Disyukuri saja. Dengan menjauhkan diri dari ketamakan kita telah menjaga diri dari kehancuran.

"Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah."(1 Timotius 6:7-8).

Hidup adalah anugerah Allah.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Uang

"Orang bijak menaruh uang dalam kepalanya, tetapi tidak didalam hatinya."
~ Jonathan Swift (1667-1745)

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." ~ 1 Timotius 6:10

Ada orang berkata uang itu bagaikan air laut. Manusia ibaratnya kapal. Kapal tidak bisa berlayar tanpa air. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa uang.

Kapal butuh air, manusia butuh uang. Namun hal yang harus diwaspadai adalah, jangan sampai air masuk ke kapal. Jangan sampai uang masuk kedalam hati manusia dan menguasainya. Bila hal itu terjadi tenggelamlah kapal, hancurlah manusia!

Jangan izinkan uang menguasai kita. Jangan izinkan uang menjadi Tuan atas kita. Uang harus menjadi budak kita, hamba kita, bukan raja yang harus disembah..


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tak Cukup

Tak cukup warna untuk melukis kasih setia Tuhan, tak cukup tinta untuk menulis pimpinan Tuhan, tak cukup angka untuk menghitung berkat Tuhan, tak cukup kata untuk mengungkapkan keagungan dan kemuliaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita.

"Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu." (Yohanes 21:25).


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Atas Nama Agama

"Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN." (1 Samuel 2:17).

Serangan teroris pada menara kembar World Trade Centre di New York, Amerika Serikat, 11 September 2001 memberikan pengaruh yang luar biasa. Tidak hanya dalam tatanan sosial, politik, maupun bisnis, tapi yang paling utama adalah mengubah wajah agama.

Agama telah dijadikan legitimasi untuk menebar teror. Di Indonesia sendiri, beberapa kasus teror atas nama agama terus mencuat. Mulai bom Bali I dan bom Bali II, bom di kedubes Australia, bom di JW Marriot yang bahkan terjadi hingga dua kali.
Ironisnya, semua tindakan teroris tersebut mengatasnamakan agama sebagai perang suci.

Christopher Hitchens, penulis buku God is Not Great: How Religion Poisons Everything berkata, "Tidak ada gunanya kita beragama. Agama telah meracuni semuanya."

Dalam skala internasional, peristiwa 9/11 di WTC tersebut memang membuat banyak orang di belahan dunia mulai meninggalkan agama. Mereka menjadi tidak mau tahu tentang agama.

Menganggap agama adalah kebodohan dan sumber konflik, bahkan sebagian ada yang menganggap bahwa Tuhan telah mati. Makanya di beberapa negara liberal, melecehkan tokoh-tokoh agama dengan karikatur bukanlah hal yang tabu.

Apa yang dapat kita pelajari dari kenyataan di atas? Tindakan teror dengan mengatasnamakan agama jelas tidak bisa dibenarkan.

Kejahatan atas nama agama juga dilakukan oleh Hofni dan Pinehas yang menyalahgunakan jabatan imamnya untuk memeras, menyerobot, bahkan melakukan kekerasan dan tindakan tak senonoh di rumah Tuhan. Banyak orang Kristen juga kerap melakukan tindak kejahatan atas nama agama.

Misalnya, melakukan perselingkuhan dengan alasan disuruh Tuhan. Bahkan beberapa orang yang menyebut dirinya rohaniwan atau hamba Tuhan juga melakukan kejahatan atas nama Tuhan.

Misalnya dengan mengancam, menekan, atau mengintimidasi umat kalau tidak mengikuti perintahnya. Jangan sampai tindakan-tindakan seperti itu membuat banyak orang menjadi anti agama. Tanggung jawab kita meluruskan pandangan yang salah tentang agama.

Tindakan teror dengan mengatasnamakan agama jelas tidak bisa dibenarkan.

Sumber : Renungan Harian Spirit.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tak Ada Lawan

Jika Allah dipihak kita, siapalah lawan kita ?!(Roma 8 : 31)

Apakah yang kita hadapi saat ini, persoalan rumah tangga ?! Keuangan ?! Sakit ?!?! Apapun itu.. Ini yang jadi pegangan kita, jika Allah di pihak kita siapa lawan kita..

Seandainya ada orang penting kenal dengan kita, maka kita tidak takut ada bahaya mengancam. Kalo Allah yg mempunyai dunia ini mengenal kita, apa yang membuat kita takut, siapa lawan kita ?!?! Tidak ada..

Kalo Allah mau mengirimkan anakNya hanya untuk menyelamatkan kita, Dia akan memenuhi kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemulianNya. .

Jadi..
Jika Allah di pihak kita,
Siapa lawan kita ?!?!
Tidak ada..


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Burung Unta

Bacaan : Ayub 39:16-20; Ratapan 4:3.

Burung unta atau ostrich dalam bahasa Inggris, adalah burung yang paling besar dari segala jenis burung. Burung Unta yang sudah dewasa bisa mencapai tinggi 6-9 kaki atau 2 hingga 3 meter.

Panjang masing-masing sayapnya hampir mencapai 1 meter. Burung yang jangkung dan berleher panjang ini hidup di padang pasir sebagaimana binatang unta, dan bisa berjalan dalam waktu yang lama tanpa air. Meskipun sayap burung unta sangat panjang, tetapi burung ini tidak dapat terbang karena tubuhnya yang berat.

Kaki burung unta tidak seperti kaki burung pada umumnya, ia hanya memiliki dua jari dengan telapak yang lembut di bawah kakinya.

Burung ini tidak dapat terbang, tetapi ia memiliki keistimewaan di mana ia dapat berlari dengan sangat cepat bahkan kadang lebih cepat dari kuda yang tangkas. Selain itu, cangkang telurnya cukup besar dan kuat sehingga orang-orang pada jaman dulu biasa menjadikannya sebagai tempat untuk membawa air minum jika bepergian.

Meskipun burung ini memiliki keistimewaan, tetapi Alkitab menggambarkannya sebagai burung yang kejam dan tidak kenal kasih sayang.

"(39-16) Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang? (39-17) Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir," (Ayub 39:13-14).

"(39-18) tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. (39-19) Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia," (Ayub 39:15-16).

Para pengembara juga mengatakan bahwa burung unta sering berlari pergi meninggalkan telur-telurnya atau anak-anaknya yang masih kecil-kecil tanpa sedikitpun perlindungan dan rasa kuatir akan keselamatan mereka.

Ketidakpedulian burung unta pada telur-telurnya dan perlakuan yang kejam terhadap anak-anaknya sendiri merupakan kebalikan dari sifat Allah terhadap umat-Nya. Firman Tuhan berkata,

"TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,"
(Ulangan 1:30).

"dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini." (Ulangan 1:31).

Pemeliharaan Allah kepada umat-Nya nyata di dalam perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan. Dengan tiang awan dan tiang api Ia menuntun mereka, Ia memberikan manna dan burung puyuh, Ia membelah Laut Teberau ketika musuh mengejar mereka, Ia membawa mereka masuk ke negeri yang subur dan melimpah hasil alamnya.

Kita patut bersyukur kepada Allah yang setia dan pemurah, Ia adalah Bapa yang tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Dia menuntun kita melalui jalan berbatu yang terjal, dan Ia menggendong kita ketika kaki kita tidak kuat lagi berjalan.

Doa : Bapa, aku bersyukur memiliki Allah seperti Engkau yang peduli padaku. Terima kasih untuk semua yang baik yang Engkau berikan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak : Ketika Allah mengangkat kita menjadi anak-Nya, Ia akan bertanggung jawab penuh atas hidup kita.

Sumber : Renungan Manna Sorgawi.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jesus Save

Untuk kesekian kalinya iblis menantang Tuhan Yesus. Kali ini ia menantang ketrampilan memakai komputer yang sama persis, mulai sofware, hardware, monitor dan printernya. Siapa yang lebih hebat dan mampu memaksimalkan kemampuan komputer tsb dialah yang menang.

Tuhan Yesus : Baik, untuk kesekian kalinya aku akan penuhi rasa penasaranmu. Mari kita bertanding. Sebelumnya supaya lebih adil, aku akan panggil Ayub menjadi jurinya!!

Iblis : Panggil aja...sapa takut. Dulu dia juga pernah aku cobai koq. Meskipun gagal.

Ayub pun datang menjadi juri pertandingan itu. Pertandingan dimulai. Tuhan Yesus dan iblis mulai memanfaatkan komputer untuk mengetik, menggambar, membuat tabel, mengeprint foto, dll.

Tiba-tiba saat lagi asik bertanding listrik mati. Blabbbbb. Gelap semua. Iblis mulai marah-marah, maki-maki, omong kotor, complain, dll.. Marah berattttt . Tapi Tuhan Yesus tetap nyantai aja. 5 menit kemudian listrik menyala... dan...

Semua file yang sudah dibuat iblis hilang tetapi milik Tuhan Yesus tidak. Ayub menyatakan Tuhan Yesus pemenangnya.
Iblis makin marah, ia komplain ke ayub.

Iblis : Juri. Lu musti adil. Gimana nih. Tadi kan sempat mati lampu. Gue minta tanding ulang. Liat sekarang fileku ilang semua. Sedang punya Dia nggak ilang. Jangan-jangan komputernya lebih hebat dari punya gue.

Ayub : Ah nggak. Semuanya sama koq. Adil.

Iblis : Nah, kalo gitu kenapa hasilnya beda??

Ayub : Oh semua itu salahmu, karena JESUS SAVES but u don't save...


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

God Provision - Faithful Giving

Honor the Lord with your wealth and with the best part of everything you produce. Proverbs 3:9 (NLT)

God promises to meet all your financial needs, if you (1) ask him for help; (2) learn to be content; and (3) practice giving in faith --
There is a universal law called the principle of sowing and reaping. If I sow criticism, I'm going to reap criticism. If I sow generosity, it's going to come back to me, and I'm going to reap generosity.

Every farmer knows this. A farmer has four sacks of seed in his barn and he looks at his empty field. He doesn't complain, "There's no crop! I wish there was a crop!" He just goes out and starts planting seed. When you have a need, plant a seed.

It seems illogical that when I have a need, I should give. That's why it requires faith. God says, "My ways are not your ways."

Why did God set it up that way? Because God is a giver. He is the most generous giver in the universe, and God wants you to learn to be like him. He wants to build character in you.

The Bible says, "Honor the Lord with your wealth and with the best part of everything you produce." (Proverbs 3:9, NLT) This is the principle of tithing. It's the principle that says every time I make $100 -- the first $10 goes back to God.

Tithing is an act of worship. We're giving to God. We're saying, "All of it came from you anyway." God says, "Put me first in your life and watch what I do." You may think you can't afford to tithe, but the reality is, you can't afford not to

By : Rick Warren

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tanggalkan Semua Dosa

"Sadarlah kembali sebaik2nya dan jangan berbuat dosa lagi !" (1 Korintus 15:34).

Ini sesungguhnya sebuah pesan yang penting agar kita jangan terus terlena, terbuai dalam berbagai kesesatan. Jangan setengah sadar atau sadar ala kadarnya, tapi sadarlah dengan benar-benar, dengan sebaik-baiknya mulai sekarang.

Dosa siap memperhambakan kita. Iblis siap menjebak kita masuk ke dalam jeratnya kapan saja. Tapi jika kita tetap berada dalam ketaatan, hidup benar dan kudus sesuai firman Tuhan, dalam keadaan yang benar-benar sadar, kita akan mampu terhindar dari itu semua.

Bukan karena kekuatan kita, tapi Roh Allah lah yang akan memampukan kita.

Pagi hari ini, jangan hanya berusaha untuk bangun dan memulai hari yang baru untuk melakukan rutinitas, tetapi bangunlah dengan kesadaran penuh yang sebaik-baiknya bahwa kita telah dijadikan dalam kebenaran Tuhan dan diberi kedudukan tinggi sebagai anak-anak Allah.

Sesungguhnya segala rancangan yang terbaik sudah Tuhan berikan. Dia siap mengangkat kita keluar dari segala permasalahan.

Hendaklah kita semua sadar dengan sebaik-baiknya siapa kita di hadapan Tuhan agar kita bisa menerima segala berkat-Nya secara utuh.

Tinggalkan semua dosa.. Sadarilah bahwa itu membuat hidup kita menjadi tidak berkualitas, menjauhkan kita dari Tuhan dan menghalangi kita menerima berkat Tuhan secara utuh.

Tuhan Yesus memberkati.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kasih

".. Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain"(1 kor 13 : 5)

Selama kita menyimpan kesalahan org lain, kita tidak berjalan dalam kasih. Selama kita menyimpan dendam, kita tidak mempercayai hal terbaik pada diri orang lain.

Semakin dekat kita berjalan bersama Allah semakin besar kasihNya menguasai kita, kita akan semakin bny mengampuni dan mengabaikan perlakuan yg tidak baik terhadap kita.

Marilah belajar mengasihi tidak hanya dengan perkataan tapi perbuatan..


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Mengambil Alih Pekerjaan Tuhan

Seorang anak kecil sedang bermain sendirian dengan mainannya. Sedang asyik-asyiknya bermain tiba-tiba mainannya itu rusak. Dia mencoba untuk mebetulkannya sendiri, tapi rupanya usahanya itu dari tadi sia sia saja. Maka dia mendatangi ayahnya untuk minta ayahnya itu yang membetulkannya.

Tapi sambil memperhatikan ayahnya dia terus memberikan instruksi kepada ayahnya, "Ayah, coba lihat bagian sebelah kiri, mungkin di situ kerusakannya." Ayahnya menurutinya, tapi ternyata belum betul juga mainannya.

Maka dia memberi komentar lagi," Oh, bukan di situ Yah, mungkin yang sebelah kanan, coba lihat lagi deh Yah." Kali ini ayahnya juga menurutinya, tapi lagi-lagi mainannya itu belum betul.

"Kalau begitu coba yang di bagian depan Yah, kali aja masalahnya ada di situ." Kali ini ayahnya marah," Sudah, kalau kamu memang bisa, mengapa tidak kamu kerjakan sendiri saja? Jangan ganggu Ayah lagi. Ayah banyak kerjaan lain."

Tapi setelah dia mencoba beberapa saat untuk membetulkan sendiri dan masih belum berhasil, maka akhirnya dia kembali kepada ayahnya sambil merengek. "Tolonglah Yah, aku suka sekali mainan ini, kalau rusak begini bagaimana? Tolong Ayah betulkan supaya bisa jalan lagi ya"

Karena tidak tega mendengar rengekan anaknya, si ayah akhirnya menyerah," Baiklah Nak. Ayah akan membetulkan mainanmu asal kamu berjanji tidak boleh memberitahu Ayah apa yang harus dilakukan. Kamu duduk saja dan perhatikan Ayah bekerja. Tidak boleh mencela."

Ketika ayahnya sedang memperbaiki mainannya, si anak mulai berkomentar lagi," Jangan yang itu Yah, kayaknya bagian lain yang rusak."

Tapi kali ini ayahnya berkata, " Kalau kamu berkomentar lagi, mainan ini akan ayah lepaskan dan silahkan kamu berusaha sendiri." Akhirnya karena takut ayahnya akan benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, anak itu diam dan duduk manis melihat ayahnya membetulkan mainannya sampai bisa berjalan lagi tanpa mengeluarkan komentar apa pun.

Seperti anak kecil itu, kita pun sering kali berserah kepada Tuhan tapi masih ingin mengatur Tuhan bagaimana sebaiknya jalan hidup kita. Bila kita sungguh-sungguh pasrah kepada kehendak Tuhan, maka niscaya Tuhan yang adalah Maha Tahu dan sangat mencintai kita akan melakukan yang terbaik, lebih dari apa yang bisa kita pikirkan dan doakan, sesuai dengan kehendak-Nya. Biarlah Tuhan menjadi Tuhan, banyak manusia mengalami kegagalan dan ketidak seimbangan dalam hidup, karena sering mengambil alih pekerjaan Tuhan.


Sumber : Renungan Kristen
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tuhan Ijinkan Menderita Untuk Menghibur Mereka Yang Menderita

II Korintus 1:3-4 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Ketika membaca ayat ini saya teringat ada ayat yang berkata "Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing" (Amsal 16:4a). Benar! Tidak ada sesuatupun yang dibuat Tuhan tanpa tujuan. Apakah itu hal yang baik maupun hal yang pada pandangan kita kurang baik, semuanya ada tujuannya.

Sahabat saya Erdin, sudah satu bulan ini terbaring sakit dan entah kenapa sampai saat ini penyakitnya tidak kunjung sembuh. Saya adalah orang yang tidak percaya pada teori "kebetulan", saya yakin bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, oleh sebab itu saya yakin pula bukan kebetulan dia mengalami penyakit itu. Saya percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah dalam hidupnya.

Kira-kira 2 tahun lalu istri saya masuk rumah sakit untuk menjalani suatu operasi. Pada awalnya kami tidak mengerti kenapa istri saya harus mengalami penyakit itu, terlebih harus menjalani rawat inap dalam rangka suatu operasi. Namun sejak hari pertama masuk rawat inap sebelum operasi, istri saya Tuhan pakai untuk melawat jiwa-jiwa yang terbaring di rumah sakit. Istri saya melayani dan menghibur mereka. Dan hal itu cukup efektif karena melalui pelayanannya banyak jiwa-jiwa diteguhkan dan merasa terhibur.

Intinya begini, hanya orang sakitlah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh orang sakit. Bagaimana kita bisa menghibur orang yang sedang mengalami penyakit dengan efektiv jika kita tidak pernah mengalami penyakit? Bagaimana kita bisa bercerita tentang muzizat Tuhan kalau kita sendiri tidak pernah mengalami muzizat? Bagaimana kita bercerita penghiburan dari Tuhan kalau kita tidak pernah merasakan penghiburan itu sendiri? Itulah sebabnya kenapa Tuhan ijinkan kita mengalami penderitaan agar kita bisa menghibur orang lain yang sedang menderita.

Dulu saya adalah seorang perokok, namun setelah saya berhenti saya dapat bersaksi dan menolong mereka yang berusaha untuk berhenti merokok. Bagaimana saya menceritakan cara berhenti merokok jika saya tidak pernah merokok? Jadi, percayalah bahwa segala sesuatu ada tujuannya. Jika saudara sedang mengalami pencobaan pada saat ini bersabarlah, mungkin Tuhan sedang memproses saudara untuk tujuan tertentu setidaknya menghibur mereka yang menderita nantinya.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk mengerti setiap rencana-Mu dalam hidup kami. Berikan kami kesabaran untuk bertahan dalam setiap pencobaan yang kami alami dan pakailah kami untuk menghibur mereka yang sedang menderita. Demi nama Yesus kami berdoa. Amin.


Sumber : Renungan Kristen
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Lebih Panjang Umur

Bacaan : Ibrani 9:23-28
Setahun: Keluaran 21-22; Matius 19
Nats: Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (Ibrani 9:27)

Anak-anak yang lahir pada abad ini di negara maju boleh bergembira. Separuh lebih dari mereka berpotensi untuk mencapai usia seratus tahun jika tren kesehatan yang berlangsung dewasa ini terus berlanjut. Hasil studi itu dipaparkan oleh tim dari Pusat Riset Penuaan Denmark pada Oktober 2009. Salah satu faktor pendukungnya, saat ini banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, yang dapat dideteksi secara lebih awal dan diobati secara lebih baik.

Kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi memang dapat meningkatkan kualitas kesehatan manusia. Tetap saja, ada satu kepastian yang tak mungkin kita elakkan: kematian. Kematian bisa merenggut nyawa manusia kapan saja. Ia tidak hanya menjemput ketika usia sudah lanjut, tetapi bisa juga menyerobot kehidupan yang baru bertunas, atau malah menghantam ketika seseorang tengah berada di puncak kekuatannya.

Sesudahnya, manusia menghadapi penghakiman Allah. Penghakiman ini membelah umat manusia menjadi dua bagian yang tak terjembatani. Yang satu, golongan yang memercayai Anak Allah dan menerima anugerah kehidupan kekal: mereka akan bersekutu dengan Allah di langit yang baru dan bumi yang baru. Yang lain, golongan yang tidak memercayai Anak Allah dan menolak anugerah-Nya: mereka terbuang dari hadirat Allah untuk selama-lamanya.

Jadi, yang penting bukanlah berapa lama kita hidup. Bukan pula hebatnya kualitas kesehatan kita. Yang terutama ialah memastikan apakah kita mengalami kehidupan kekal. Sudahkah kita menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan atas kehidupan kita dan menyambut anugerah-Nya dengan iman? --ARS

KESEHATAN ITU PENTING, UMUR PANJANG ITU MUNGKIN BAIK TETAPI TANPA KEHIDUPAN KEKAL SEMUANYA ITU SIA-SIA

Sumber : Renungan Harian

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jumat, 29 Januari 2010

Devotion January 30

Exodus 4-5:21;

Matthew 18:1-20;

Psalm 22:19-31;

Proverbs 5:15-21

Then the Lord asked Moses, "Who makes a person's mouth? Who decides whether people speak or do not speak, hear or do not hear, see or do not see? Is it not I, the Lord?

Now go! I will be with you as you speak, and I will instruct you in what to say."

"I tell you the truth, unless you turn from your sins and become like little children, you will never get into the Kingdom of Heaven.

So anyone who becomes as humble as this little child is the greatest in the Kingdom of Heaven." Jesus

"I tell you the truth, whatever you forbid on earth will be forbidden in heaven, and whatever you permit on earth will be permitted in heaven.

For where two or three gather together as my followers, I am there among them.

Drink water from your own well - share your love only with your wife


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

God Provision - Contentment

But godliness with contentment is great gain. For we brought nothing into the world, and we can take nothing out of it. 1 Timothy 6:6-7 (NIV)
God promises to meet all your financial needs, if you :
(1) ask him for help and
(2) learn to be content --
If you've ever seen a baby born, you know they don't come into the world with a whole lot. They're not holding onto cigars, cars and a stock portfolio. They don't come into the world with anything but a little umbilical cord and that quickly gets cut.

And then, at your funeral, you don't take anything with you. The Bible teaches that we should learn to be content.

What is contentment? Contentment means my happiness is not dependent upon circumstances. Most people get caught into "when" thinking: "When I get a certain job ... When I can retire ... When I get the house paid off ... When I get the bills paid off ... then I'll be happy!"

God says, "No, once you get there, you'll always want something else." If you don't learn contentment, you'll never be happy. You'll always want more.

"Yet true godliness with contentment is itself great wealth. After all, we brought nothing with us when we came into the world, and we can't take anything with us when we leave it. So if we have enough food and clothing, let us be content." (1 Timothy 6:6-8, NLT)

By : Rick Warren

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Menjadi AnakMu Yang Baik

Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam.
Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka.
Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang. ( 1 Samuel 22:1-2 )

Ups .....

Tuhan ......
Ampuni aku .....
Dalam kekecewaan ini .....
Mengapa aku mencari orang-orang .....
Yang senasib denganku ..... ?

Yang sakit hati .....
Yang kepahitan .....
Yang kecewa .....

Tetapi ......
Bukan aku ajak mereka kembali tegar ......

Namun .....
Justru kami saling memupuk kepahitan ......

Dan saat ini .....
Luka tersebut bukannya menjadi sembuh .....
Namun justru menjadi semakin dalam ......
Kata-kata yang terucap pun ......
Menjadi semakin tidak benar .....
Aku jadi merasa aneh Tuhan .....
Merasa berubah ......
Bukan lagi seperti 'anak'-Mu .....
Sepertinya mulai berubah menjadi 'jahat' .....

Bahkan mungkin .....
Lebih jahat dari mereka ......
Yang menyakiti aku .....

Ampuni aku Tuhan .....
Ampuni aku .....

Memang .....
Tidak mudah Tuhan .....
Untuk melawan luka sakit hati ......
Yang terlalu dalam aku rasakan ......

Namun .....
Bersama-Mu Tuhan .....
Mulai hari ini ......
Aku mau mencoba ......
Untuk kembali menjadi 'anak'-Mu .....
Yang baik ......


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Badai

"... Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut "
Maz 56 : 5

Saat badai besar menghantam perahu murid" Yesus, mereka menjadi sangat ketakutan dan membangunkan Yesus yg tertidur. Pertanyaan yg sama kembali Tuhan ajukan saat kita berlayar melalui samudra kehidupan "mengapa kamu begitu takut ?!?! Mengapa kamu tidak percaya (markus 4 : 40)

Tidak dipungkiri banyak badai menakutkan, ada penyakit, kehilangan org yg kita kasihi, kegagalan, dsb. Sebentar ombak tenang, sebentar ombak pun datang kembali.

Allah tidak ingin kita spt anak kecil yg berteriak saat badai datang, tetapi menghadapi dengan santai dan tenang..

Percayalah kedaulatan Allah, karena meski badai bergelora kita tetap aman bersamaNya. Amin

Sumber : Rajawali


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Asap

 Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Suatu ketika, ada kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda, tidak ada awak yang tersisa, kecuali 1 orang yang berhasil mendapatkan pelampungnya.

Pria tersebut terdampar di sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni, sendirian, tak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa agar TUHAN menyelamatkan nyawanya. Setiap saat, dia mengharap ada kapal yg datang merapat.

Sayang, pulau ini terlalu terpencil, hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.

Lama-kelamaan, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelapah nyiur untuk dibuatnya gubuk.

Esok harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk pengganjal perutnya yang lapar.

Namun, ia terkejut saat kembali di gubuknya, semua hangus terbakar.

Gubuk itu terbakar, karena api yang lupa ia padamkan.

Asap serta nyala api mulai membubung tinggi sampai menghanguskan smua kerja kerasnya semalam.

Pria ini berteriak marah,

"Ya, TUHAN, mengapa Engkau melakukan hal ini kepadaku? Mengapa? Mengapa?"

teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba...

terdengar bunyi peluit yang ditiup,

"Tuittt... Tuittt..."

Ternyata ada sebuah kapal yang datang.

Kapal itu mendekati pantai dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang menangisi gubuknya itu.

Pria itu terkejut dan bertanya,

"Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini?"

Mereka menjawab,

"Kami melihat simbol asap dari kamu!!"

Pesan Moral,

Ingatlah asap di dalam hidup kita justru bisa menjadi simbol bagi orang lain untuk datang dan menolong kita.

Semua hal yang terburuk yang dapat kita pikirkan akan selalu mendapat jawaban yang menyejukkan dari TUHAN, Sebab DIA Maha Tahu tentang hal-hal yg terbaik bagi hidup kita, asalkan kita tak kehilangan harapan kepada TUHAN.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Berkatilah

Berkatilah siapa yang menganiaya kamu,
berkatilah dan jangan mengutuk !
( Roma 12:14 )

Berkatilah ..... ?
Mereka yang menganiaya ..... ?
Jangan mengutuk ..... ?

"Ah .... yang benar Tuhan .... ?" .....

Mungkin pertanyaan yang sama .....
Sempat keluar juga di hati kita ..... ?
"Ah .... yang benar Tuhan .... ?" .....
Untuk diucapkan .....
Atau diajarkan .....
Atau sebagai bahan renungan .....
Hal itu sih gampang saja .....
Namun ......
Bagaimana saat kita dihadapkan ......
Pada pilihan yang nyata ...... ?
Saat kita harus memilih ......
Antara memberkati dan mengutuk ....... ?
Sedangkan .....
Untuk diam dan tidak marah saja .....
Itu sudah pergumulan berat ......
Jangankan saat kita dianiaya .......
Kita bayangkan saja ......
Bagaimana saeandainya kita dicaci ...... ?
Kita difitnah ..... ?
Kita ditipu ...... ?
Kita dihina ..... ?
Kita dicurangi ..... ?
Bagaimana juga .....
Saat langkah kita dijegal ..... ?
Dan terlebih .....
Itu bukan dilakukan oleh orang lain .....
Tapi oleh teman kita sendiri ..... ?
Mereka yang kita sebut sahabat kita ..... ?
Masih mampukah kita diam ..... ?
Masih mampukah kita tidak mengutuk ..... ?
Masih mampukah kita memberkati mereka ..... ?

Mungkin .....

Inilah saatnya kita berdoa ......
Mohon kekuatan yang luar biasa dari-Nya ......
Untuk memampukan kita lakukan perintah-Nya .....

Tuhan Yesus memberkati.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jika...

Jika tiba-tiba pagi ini kau dapat melihat jejak-jejak HARAPAN, Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika hari ini segala sesuatu berjalan LANCAR dan kau merasa ingin mengucap SYUKUR, Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang INDAH terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban, Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi, Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

"Tuhan pasti Lancarkan semua pekerjaan dan aktivitas Sahabatku Pagi ini, biarkanlah berkatNya berlimpah, tambahkan tiap senyuman:) paginya dengan untaian BerkatMu "


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kamis, 28 Januari 2010

Ketika Memperkatakan Iman

Suatu ketika pahlawan iman dari Tiongkok, Watchman Nee menderita batuk yang parah. Dokter mengatakan ia terkena TBC. Dan berita ini membuat Watchman Nee dikuasai oleh depresi yang cukup parah.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan yang lebih lanjut, dokter berkata,

"Anda sudah tidak punya harapan."

Anehnya, setelah vonis itu Watchman Nee menjadi tenang dan berdoa,

"Tuhan, jika aku harus mati terlalu cepat, biarlah itu terjadi saat aku sedang menulis semua hal luar biasa yang telah Roh Kudus ajarkan padaku melalui firman-Mu."

Keadaan krisis inilah yang mendorong Watchman Nee untuk menulis buku "The Spiritual Man".

Melihat keadaan Watchman Nee yang belum menunjukkan kemajuan, sahabatnya Faithful Luke, memindahkannya ke perawatan Margaret Barber di White Teeth Rock. Di sana Watchman Nee berulangkali mengalami demam tinggi dan tak sadarkan diri di atas catatannya. Terkadang dia linglung hingga beberapa hari, bahkan tidak bisa mengingat apapun.

Suatu kali Watcman Nee terbaring tak sadarkan diri untuk waktu yang lama hingga teman-temannya memberitahu ke gereja-gereja bahwa dia telah meninggal. Saat Watcman Nee tersadar, tubuhnya sangat lemah dan kulitnya terasa sangat panas saat disentuh, namun rohnya lebih membara untuk meneruskan tulisannya.

Saat Watchman Nee semakin parah, rekan-rekan sepelayanannya berdoa puasa selama tiga hari bagi kesembuhannya. Sambil berbaring di atas ranjang dan berusaha bernafas, dia mengucapkan tiga ayat yang muncul di benaknya, yaitu: 2 Kor 1:24, 2 Kor 5:7, dan. Mark 9:23.

Firman Tuhan membangkitkan imannya dan dia sangat percaya bahwa Tuhan telah menyembuhkannya. Sementara teman-temannya tetap berdoa di ruang bawah, ujian terhadap kebenaran firman itu dimulai.

Watchman Nee bangkit, berdiri dan mengenakan pakaian yang sudah tidak dipakainya selama 176 hari. Kemudian dia berjalan ke ruang tempat rekan-rekannya sedang berdoa.

"Tidak ada yang mustahil," bisik hatinya sambil menuruni anak tangga demi anak tangga. Di setiap langkah dia berseru,

"Berjalanlah dengan iman, berjalanlah dengan iman!"

Melihat mujizat itu teman-temannya bersorak-sorai dan memuji Tuhan. Beberapa hari kemudian setelah berjalan selama tiga jam, Watchman Nee menyampaikan Firman Tuhan dengan kuasa yang besar di sebuah ibadah Minggu.

Ketika Firman Tuhan diperkatakan dengan iman, maka Firman itu akan hidup dan memberi kita kekuatan yang baru untuk menjalani hidup, meskipun sebenarnya kita sedang berbeban berat.

Firman yang dikumandangkan membuat kita yakin bahwa Tuhan ada di pihak kita, tetap mengasihi kita, dan campur tangan untuk menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi. Karena itu biarlah setiap hari kita mengisi jiwa kita dengan membaca dan merenungkan Firman, karena iman tumbuh oleh pendengaran akan Firman Tuhan.

Doa : Sungguh benar Bapa bahwa Firman-Mu itu manis bagi jiwaku dan aku mencintainya. Di dalam nama Tuhan Yesus aku bersyukur atas kuasa Firman-Mu yang telah kualami. Amin.

Kata-kata bijak : Iman yang pudar akan segera bersinar tatkala diberi Firman Tuhan yang hidup.

Sumber : Renungan Manna Sorgawi.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Reallionaire

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat merekomendasikan, Reallionaire. Buku ini merupakan perjalanan hidup Farrah Gray, seorang anak kecil kulit hitam yang ingin mengubah nasib hidupnya.

Dia dibesarkan di tengah keluarga miskin. Namun cita-citanya yang ingin mengubah nasib hidupnya : menjadi orang sukses! Apa yang bisa dilakukannya sangat mengejutkan.

Di usia 6 tahun, ia sudah bisa menghasilkan 9 dollar pertamanya. Di usia 8 tahun, ia sudah mendirikan klub bisnis. Di usia 14 tahun, ia menghasilkan satu juta dollar pertamanya. Di usia 16 tahun, Farrah Gray telah menjadi konglomerat yang sangat kaya! Dia berhasil mengubah nasib hidupnya dan keluarganya!

Saat masalah terjadi, banyak orang yang hanya bisa mengeluh, merasa hidup yang dijalaninya berat. Ini adalah sikap buruk, yang hanya dilakukan oleh orang yang berjiwa kerdil. Orang yang berjiwa besar tidak akan mengeluh, orang berjiwa besar akan memutuskan untuk mengubah nasib hidupnya!

Jika seorang anak umur 6 tahun saja bisa mengubah nasib hidupnya, bukankah harusnya kita bisa melakukan lebih? Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk mengubah nasib hidup kita.

Dari yang berkekurangan menjadi berkelimpahan. Dari yang negatif menjadi positif. Dari yang miskin produktifitas menjadi maksimal. Dari yang ekor menjadi kepala. Untuk alasan itulah Allah menciptakan kita sebagai makhluk hidup yang luar biasa.

Allah akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor, engkau akan tetap naik, APABILA engkau melakukan dengan sungguh-sungguh perintah-Nya.

Mari ubah nasib hidup kita :
Menjadi KONTRIBUTOR SUKSES!

Sumber : Renungan Apa Kabar Sukses.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Bosan

 ‎​Kadang kita juga merasakan bosan dengan apa yang kita lakukan dan akhirnya kehilangan semangat, karena kita merasa apa yg kita lakukan itu sia-sia dan tidak mendatangkan hasil seperti yang kita inginkan.

Disaat seperti itu harus lah kita ingat :

1. Ada hasil, jika ada sesuatu yang dikerjakan. Semua butuh waktu dan proses. Jika kita berhenti melakukannya, maka tidak akan ada hasil yg kita peroleh.

2. Kita boleh merasa bosan dan patah semangat, namun harus berusaha untuk terus mengerjakannya dengan maksimal.

3. Perbedaan orang yang tidak sukses dengan orang sukses, bukanlah kepandaian atau kemampuan; tetapi KEULETAN dan KESABARAN dalam mengejar hasil yang diinginkan.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Memberi Yang Terbaik

Saat kita melihat seekor angsa dengan anggun menyusuri sungai, kita tak pernah tahu bahwa di dalam air angsa tersebut berusaha mati-matian untuk mengayuhkan kakinya supaya tetap terapung dengan anggun..

Setiap manusia memiliki salib masing-masing, jangan iri ketika melihat rumput tetangga lebih hijau, tetapi berusahalah dengan memberikan yang terbaik...

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Uang

1Timotius 6:10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Apakah yg masih kurang di dalam diri kita yg membuat kita tak bersyukur kepada TUHAN?

Apakah hidup ini memang benar-benar hampa & buruk?

Apakah hidup ini sungguh-sungguh berarti bagi orang lain?

Menurut John Hagee:

☆ Uang dapat memberi anda sebuah istana yg megah,

namun uang tak dapat memberi anda rumah yg penuh kasih sayang & penghargaan dari orang-orang yg tinggal di dalamnya.

♧ Uang dapat dipakai untuk mebayar dokter terbaik saat anda sakit,

namun uang tak dapat membeli karunia kesehatan dari TUHAN.

♣ Uang dapat dipakai untuk membeli ranjang emas murni,

namun uang tak dapat membeli istirahat satu menit pun atau kedamaian hati.

☆ Uang akan menarik perhatian banyak orang kepada diri anda,

namun uang tak dapat membeli sahabat sejati yg sangat berharga.

♥ Uang dapat membeli buku-buku,

namun uang tak dapat membeli ilmu.

♣ Uang dapat membeli makanan,

namun uang tak dapat membeli nafsu makan yg sehat.

♧ Uang dapat membeli sebuah salib di leher anda,

namun uang tak dapat membeli Juruselamat dalam hati anda.

‎​


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kasih

Ada seorang India yang melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya. Orang itu masih tetap berusaha mengeluarkan kalajengking itu keluar dari air, tetapi binatang itu lagi-lagi menyengat dia.

Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu mendekat dan melarang orang India itu menyelamatkan kalajengking yang terus saja menyengat orang yang mencoba menyelamatkannya.

Tetapi orang India itu berkata, "Secara alamiah kalajengking itu menyengat. Secara alamiah saya ini mengasihi. Mengapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi gara-gara kalajengking itu secara alamiah menyengat saya?"

Jangan berhenti mengasihi,

Jangan menghentikan kebaikan anda, Bahkan meskipun ketika orang-orang lain menyengat anda

‎​"Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life " ‎​


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Nilai Positif Dari Sopir Taxi

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut.

Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat. Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

Selamat menikmati hidup yang diberkati Tuhan dan bebas dari "sampah".

Tuhan Yesus memberkati..

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Love Unites

"Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan." (Kolose 3:14).

Pertengahan tahun ini, dunia akan kembali disuguhi pagelaran akbar dunia olahraga sepakbola. Ya, Piala Dunia akan segera digelar di Afrika Selatan. Namun, sekali lagi bangsa Indonesia masih hanya menjadi penonton setia di depan layar TV atau layar raksasa.

Meski demikian, antusias para penonton di negara kita jelas tak kalah hebat dengan semangat warga yang negaranya berlaga di kejuaraan itu.

Jangankan Piala Dunia, bahkan para suporter kesebelasan Indonesia diakui sebagai salah satu penonton yang paling aktif dan bersemangat. Tak jarang, semangat itu sampai menimbulkan percekcokan, bahkan korban. Satu sama lain bisa saling mencaci maki bahkan berkelahi hanya karena beda tim yang didukung.

Tapi, di lain pihak satu sama lain juga bisa langsung akrab dan solider hanya karena memakai kostum kesebelasan yang sama. Itulah yang kerap terjadi pada suporter bola.

Manusia memang makhluk yang pada dasarnya suka berkumpul. Ada banyak alasan yang membuat orang bisa berkumpul. Mulai dari kesamaan profesi, hobi, etnis, bahkan karena kesamaan hewan peliharaan, orang bisa berkumpul.

Demikian pula, gereja sebuah komunitas dan perkumpulan orang yang percaya pada Kristus sebagai Juruselamat. Namun, jika ditanya apa yang sesungguhnya mengikat gereja hingga bisa tetap berdiri selama ribuan tahun? Saya rasa keliru jika disebut kesamaan agama atau keyakinan.

Lalu apa? Dalam 1 Korintus 13, Paulus menyebutkan bahwa segala hal dan tanda-tanda luar biasa seperti nubuat, bahasa roh, dan pengetahuan sama sekali tidak berarti jika di dalam kita tidak ada kasih! Ya, kasihlah yang menjadi pengikat yang membuat kekristenan tetap dapat ribuan tahun bertahan meski begitu sering diserang, ditindas, dan dilanda perselisihan.

Bukan doktrin, etnis, organisasi, fasilitas, sistem, atau hal-hal semacam itu yang menjadi rahasia keberhasilan dan kesatuan gereja. Namun, kasih sejatilah yang wajib kita miliki untuk membangun persekutuan orang percaya. Memiliki kasih sejati, inilah tantangan terbesar kita sebagai orang percaya jaman ini.

Sumber : Renungan Harian Spirit.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Rabu, 27 Januari 2010

Kolbe dan Auschwitz

Dari antara semua kenangan yang menyeramkan tentang Auschwitz, ada satu kenangan yang indah, yaitu kenangan Gajowniczek mengenai Maximillian Kolbe.

Pada bulan Februari 1941, Kolbe dipenjarakan di Auschwitz. Kolbe adalah seorang pastor Fransiskan. Di tengah kekejaman dalam kamp pembantaian itu ia tetap mempertahankan kelemahlembutan Kristus.

Ia membagi-bagikan makanannya. Ia menyerahkan tempat tidurnya bagi narapidana lain. Ia berdoa bagi orang-orang yang menangkapnya. Kita bisa menyebutnya sebagai "Orang suci dari Auschwitz."

Korban pengganti

Pada bulan Juli tahun yang sama seorang narapidana lolos dari penjara. Di Auschwitz terdapat kebiasaan untuk membunuh sepuluh narapidana apabila satu narapidana melarikan diri.

Semua narapidana dikumpulkan di halaman, dan komandan memilih secara acak sepuluh narapidana dari barisan. Para korban dengan segera akan dimasukkan ke dalam sebuah sel, tidak diberi makan dan minum sampai mereka mati.

Komandan mulai menyeleksi. Satu per satu narapidana melangkah maju untuk memenuhi panggilan yang menyeramkan itu. Nama kesepuluh yang dipanggilnya adalah Gajowniczek.

Ketika para perwira memeriksa nomor-nomor orang terhukum tersebut, seorang dari mereka menangis. "Oh, istri dan anak-anakku," katanya di antara isak tangisnya.

Para perwira itu berpaling ketika mereka mendengar suara gerakan di antara narapidana. Penjaga menyiapkan senapan mereka. Anjing pelacak tampak tegang, menunggu komando untuk menyerang.

Seorang narapidana meninggalkan barisan dan melangkah maju.....

Narapidana itu adalah Kolbe. Tidak tampak ketakutan di wajahnya. Tidak tampak keraguan dalam langkahnya. Penjaga berteriak dan menyuruhnya berhenti atau ia akan ditembak.

"Saya ingin berbicara dengan komandan," katanya dengan tenang.

Entah mengapa petugas tidak memukul atau membunuhnya. Kolbe berhenti beberapa langkah dari komandan, melepas topinya, dan memandang perwira Jerman itu tepat di matanya.

"Tuan komandan, saya ingin mengajukan sebuah permohonan."

Sungguh mengherankan, tak seorang pun menembaknya.

"Saya ingin mati untuk menggantikan narapidana ini."

Ia menunjuk pada Gajowniczek yang sedang menangis terisak-isak. Permintaan yang berani itu diucapkannya tanpa rasa gugup sedikitpun.

"Saya tidak mempunyai istri dan anak-anak. Selain itu saya sudah tua dan tidak berguna. Keadaan orang itu masih lebih baik dari keadaan saya." Kolbe tahu benar mentalitas Nazi.

Terima kasih

"Siapa kau?" Tanya perwira itu.

"Seorang pastor Katolik."

Barisan narapidana itu tercengang. Sang komandan diam seribu bahasa, tidak seperti biasanya. Tak lama kemudian, ia berkata dengan suara nyaring,

"Permohonan dikabulkan."

Para narapidana tidak pernah diberi kesempatan berbicara. Gajowniczek mengatakan,

"Saya hanya dapat berterima kasih kepadanya lewat pandangan mata saya. Saya merasa sangat tercengang dan hampir-hampir tidak dapat mempercayai apa yang sedang terjadi. Betapa dalam makna peristiwa itu. Saya, orang yang terhukum, akan tetap hidup sedangkan orang lain dengan sukarela menyerahkan nyawanya untuk saya - orang yang tidak dikenalnya. Apakah ini mimpi?"

Orang suci dari Auschwitz itu hidup lebih lama dari sembilan napi lainnya. Sesungguhnya ia tidak mati karena kehausan atau kelaparan. Ia mati setelah racun disuntikkan ke dalam pembuluh darahnya. Hari itu tanggal 14 Agustus 1941.

Gajowniczek lolos dari pembantaian. Ia kembali ke kampung halamannya. Namun setiap tahun ia kembali ke Auschwitz. Setiap tanggal 14 Agustus ia kembali kesana untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah mati menggantikannya.

Di halaman belakang rumahnya terdapat sebuah tanda peringatan yang diukir dengan tangannya sendiri, sebagai penghargaan terhadap Maximillian Kolbe, orang yang mati baginya agar ia tetap hidup.

Hal yang sama dilakukan oleh Yesus Kristus bagi kita semua. Karena dosa, kita layak dihukum mati. Tapi Yesus menggantikan tempat kita dan mati di kayu salib. Apa yang bisa kita lakukan untuk membalas pengorbanan-Nya yang luar biasa?

Sumber : Patricia Treece, "Embun bagi Jiwa"
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Bukan Sepatu Papa

Joel Osteen adalah anak seorang pendeta yang melayani sebuah gereja di Houston, Texas, yang bernama John Osteen. Dia juga terlibat di dalam pelayanan, yaitu sebagai soundman.

Pada tahun 1999, papanya meninggal dunia. Tentu saja ini menimbulkan kegelisahan di gereja itu, karena terjadi kekosongan pelayan Tuhan, khususnya di dalam hal pemberitaan Firman Tuhan atau berkhotbah.

Kemudian diadakan rapat dadakan seluruh penatua gereja tersebut dan dihadiri juga oleh Nyonya Osteen. Mereka membuat kesepakatan, yaitu untuk menggantikan John Osteen untuk berkhotbah di gereja adalah Joel Osteen.

Pada waktu Joel ditunjuk sebagai pengganti papanya, orang-orang yang setia sebagai buah pelayanan papanya bertanya,

"Joel, apakah engkau yakin bahwa engkau bisa memakai "sepatu papa"mu? Apakah engkau bisa mencapai tempat dimana papamu telah capai?"

Joel hanya bisa terdiam, karena memang saat itulah pertama kali dia akan berkhotbah.

Keesokan harinya pada Minggu pagi, dia berdiri di depan 8,000 jemaat dan akan mengkhotbahkan apa yang Tuhan taruh di hatinya. Tak lama kemudian, orang-orang bertanya,

"Joel, dapatkah kamu melakukan lebih baik dari papamu?"

Joel pun menjawab,

"Dengan tulus aku berkata bahwa aku akan melakukan jauh lebih besar daripada apa yang papaku telah lakukan."

Jawaban ini sangat meyakinkan jemaat. Ternyata John Osteen sudah meninggalkan jejak, hikmat dan inspirasi bagi anaknya untuk tinggal landas. Di sisi lain, Joel Osteen berani berjanji untuk menerobos kemapanan guna menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Tentu saja ini tidak mudah. Bukankah hasil pelayanan papanya sudah bisa dikatakan sebagai sesuatu yang luar biasa?

Tetapi, Joel yakin dan akan berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang lebih lagi.

Joel tidak mau hidup dengan mentalitas status quo.

Orang yang hidup dengan mentalitas status quo memang "nyaman", tetapi orang tersebut tidak akan menjadi besar.

Yosua tidak akan pernah dikenal sebagai salah satu pemimpin besar bangsa Israel jika dia hanya menjadi pengikut orang lain. Sebagaimana diketahui bahwa Yosua adalah abdi Musa. Setelah Musa meninggal, Yosua pun dipilih untuk menggantikannya.

Tantangan tentu lebih besar dan lebih berat daripada hanya sekedar sebagai abdi. Sekalipun awalnya ragu-ragu, tetapi akhirnya Yosua menerima kesempatan itu dan dialah yang berhasil memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan dan sekaligus mendiaminya.

Contoh lain adalah Elisa, abdi Elia. Dengan modal "dua bagian dari roh" Elia, Elisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari Elia.

Tuhan berniat memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan hal yang lebih besar. Untuk itu, marilah kita dengan berani meninggalkan status quo dan segera memakai "sepatu baru yang lebih besar". Sepatu itu adalah cara pandang yang baru, ide yang cemerlang dan semangat yang lebih besar.

Doa : Bapa, terima kasih untuk kesempatan yang Engkau berikan untuk aku bisa melakukan sesuatu yang lebih besar. Beri hikmat dan mampukan aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak : Kenyamanan status quo adalah benteng tebal yang menghalangi seseorang melakukan hal yang lebih besar.

Sumber : Renungan Manna Sorgawi.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kebebasan

Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
Roma 6 : 7

Kebebasan seringkali disalahartikan atau disalahgunakan oleh siapa saja. Kebebasan yg sama dianugrahkan Allah bagi kita, namun bukan untuk hidup seenaknya.

Dia memberikan perkataan lembut bagi orang berdosa, tp Dia juga memberikan pukulan yang keras bagi yang hidup sesuka hati.

Allah tidak pernah bersikap lunak akan dosa. Dosa tetaplah dosa di mata Allah tp Allah juga memiliki hati seorang bapa yang penuh pengampunan maka Dia memberikan anakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita

(yohanes 3 : 16 ).

Jangan memanfaatkan kebebasan Allah dengan sembarangan tp manfaatkanlah itu dengan penuh tanggung jawab

Sumber : Rajawali


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kerang Rebus Atau Kerang Mutiara

"Waktu kerang muda mencari makan, ia akan membuka cangkah penutup badannya. Buka,tutup, buka,tutup.

Suatu hari disaat cangkah it terbuka, 1 butir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu. Sang kerang muda menangis sambil memanggil-manggil ibunya. "Bu sakit bu..ada pasir masuk ke dalam tubuhku."

Sang ibu menjawab: "sabar ya nak, jangan pedulikan sakit itu, bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yg menyakitimu itu".

Kerang muda pun menuruti nasihat ibunya. Ia menangis, tapi air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yg masuk ke dalam tubuhnya.

Hal itu terus menerus dia lakukan. Dengan baluran air mata itu, rasa sakitnya pun berangsur berkurang bahkan hilang sama sekali.

Beberapa saat kemudian, kerang2 itu dipanen. Kerang yg ada pasirnya dipisahkan dari kerang yg tdk ada pasirnya.

Kerang tak berpasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi 'kerang rebus'.

Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan x lipat lebih mahal. Mengapa begitu?

Karena butiran pasir berbalut air mata yang ada di dalam kerang itu telah berubah menjadi inti mutiara.

Kalau kita tak pernah mendapat kesulitan kita akan menjadi seperti kerang rebus yang dijual secara obral di pinggir jalan.

Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi kesulitan bahkan mampu memberi manfaat pada org lain ketika kita mendapat kesulitan, kita akan menjadi mutiara di tempat terhormat, dan juga dipakai oleh orang2 terhormat.

Hidup adalah pilihan.. Anda memilih menjadi kerang rebus atau mutiara.

"Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia." (2 Timotius 2:20).

"Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia." (2 Timotius 2:21).

"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni." (2 Timotius 2:22).


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Developing Biblical Self Control

A person without self-control is like a city with broken-down walls. Proverbs 25:28 (NLT)

People with self-control master their moods. They do not let their moods master them. Most of what gets done in the world is accomplished by people who do the right thing even when they don't feel like it: "A person without self-control is like a city with broken-down walls." (Proverbs 25:28, NLT)

People with self-control watch their words. They put their minds in gear before opening their mouths: "Be careful what you say and protect your life. A careless talker destroys himself." (Proverbs 13:3, TEV)

People with self-control restrain their reactions. How much can you take before you lose your cool? "If you are sensible, you will control your temper. When someone wrongs you, it is a great virtue to ignore it." (Proverbs 19:11, TEV)

People with self-control stick to their schedule. If you don't determine how you will spend your time, then others will decide for you: "Be very careful, then, how you live--not as unwise but as wise, making the most of every opportunity, because the days are evil." (Ephesians 5:15-16, NIV)

People with self-control manage their money. They learn to live on less than what they make and they invest the difference. The value of a budget is that it tells your money where you want it to go rather than wondering where it went! "In the house of the wise are stores of choice food and oil, but a foolish man devours all he has." (Proverbs 21:20, NIV)

People with self-control maintain their health. That way they can accomplish more and enjoy their achievements: "Learn to appreciate and give dignity to your body ...." (1 Thessalonians 4:4, MSG)

In what areas do you need to develop for self-control? The disciplines you establish today will determine your success tomorrow.

But it takes more than just willpower for lasting self-control. It takes a power greater than yourself: "For the Spirit that God has given us does not make us timid; instead, his Spirit fills us with power, love, and self-control." (2 Timothy 1:7, TEV)

By : Rick Warren

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)