Sabtu, 31 Juli 2010

Have You Taken Your Love Break Today?

John 15:9

9"As the Father loved Me, I also have loved you; abide in My love.

In your workplace, you probably take coffee breaks, lunch breaks, tea breaks and definitely toilet breaks. Why not do the same in your spiritual life — take time out for breaks, especially love breaks?
What is a love break? It is the time you take to enjoy and feed on the love of Jesus for you. At any time during the day, wherever you are, find a quiet spot and feed on the love of Jesus. Just sit down and talk to Him. Say to Him, "Thank You, Jesus, for loving me. Nothing is going to happen to me that You don't already know about. Jesus, when I could not save myself, You died for me. You gave up Your life for me. What else will You not do for me!"


Such love breaks are typified in the Old Testament by Aaron the high priest and his sons eating the breast of the animal sacrificed. (Leviticus 7:31) The breast of the animal speaks of the love of Jesus. Today, you are a priest to God. (Revelation 1:6) So spend time feeding on the love of Jesus for you, and see yourself nourished, strengthened and sustained by His love. Jesus is our High Priest today. This means that His food is in loving us. He enjoys loving us and is also "nourished" by His love for us.


But do not forget that the breast was roasted by fire (Leviticus 7:35), which speaks of God's judgment on Jesus as He hung on the cross because He was carrying our sins. So as you feed on Jesus' love for you, see Him loving you at the cross. When things around you are not going well, do not allow the devil to say to you, "If God loves you, how come these things are happening to you?" My friend, interpret God's love for you based on the cross, not on your present circumstances.


During the day, when you are hard at work, when busyness sets in, when problems pile up or when discouragement comes, just stop everything and take a love break with Jesus! Let Jesus love you. Let yourself enjoy being loved by Him. Lean on His bosom, abide in His love and be nourished by His love for you!

© Copyright Joseph Prince, 2009

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jumat, 30 Juli 2010

Butir Padi Pertanda Kasih

Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.
Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan enaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.

Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta.

Sbr : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kamis, 29 Juli 2010

Kadangkala Hidupmu Menangis

Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.

Jangan putus asa !! Bangkitlah !!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. Demikian juga dirimu, kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil. Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain ?

Bukankah AKU sudah menyediakan suksesmu sendiri ? Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air...selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Anak-Ku...jangan mau dikalahkan oleh keadaan...tetapi kalahkan keadaaan !!
Anak-Ku yang terkasih...jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.
Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.
Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? Untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU ?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik.

AKU selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!

Ayah yang selalu mengasihimu,

YESUS


Sbr : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Bangkit Dari Kegagalan

Amsal 24:16 : "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

Setiap kita pasti pernah mengalami kegagalan, tentunya setiap kita tidak menyukai dengan kegagalan Sehingga banyak orang yang tidak bisa menerima kenyataan kalau ia harus mengalami kegagalan. Banyak reaksi yang ditunjukkan ketika seseorang sedang dalam kegagalan mungkin ia mulai merasa pesimis serta putus asa. Padahal kita harus selalu ingat bahwa ketika kita mengalami kegagalan itu bukanlah akhir segalanya. Kalau kita menanggapi kegagalan ini dengan pikiran positif maka kegagalan merupakan langkah awal kita untuk belajar melangkah dalam mencapai kesuksesan.

Dalam hidup ini saat kita tidak pernah gagal maka kita tidak akan pernah untuk belajar lebih lagi. Sebab itu milikilah selalu semangat untuk terus bangkit karena di dalam Tuhan masih ada harapan bagi kita. Di dalam Tuhan tidak selamanya kita mengalami hal yang buruk.

Tuhan kita selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Jadi sebenarnya Allah tidak pernah merencanakan kegagalan bagi setiap kita dan untuk itu jangan pernah berpikir bahwa kegagalan itu datangnya dari Allah. Karena rancangan Allah adalah rancangan yang penuh dengan damai sejahtera. Dia adalah Allah yang tidak pernah gagal. Sebagai umat Allah sekalipun kita pernah mengalami kegagalan, jangan pernah kita terlalu terpuruk dalam kegagalan itu, jangan pernah kita terus menyesali kegagalan kita tetapi mari kita bangkit dari yang kita alami. Hal yang seharusnya kita lakukan adalah mari kita mencari wajah Tuhan karena pada saat kita bertemu dengan Tuhan maka Tuhan akan mengubah kegagalan kita menjadi kemenangan.

Tuhan tidak pernah memandang seberapa besar kegagalan diri kita karena Ia adalah Allah yang baik dan Ia mau memulihkan keadaan kita. Jadikanlah kegagalan itu sebagai pelajaran yang berharga dan jadikanlah sebagai batu loncatan kita untuk kita menuju keberhasilan.

Sbr : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kata - Kata Bijak

1. Bunda Theresa.

: Jika Anda hanya berusaha menilai seseorang, maka Anda tidak akan pernah dapat menyayangi mereka.

: Jika kita tidak bisa mencintai orang-orang yang dapat kita lihat, bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tak terlihat?

2. Iwami Vivekananda.

: Jika Anda tidak menemui masalah apapun, maka Anda tidak akan pernah yakin bahwa Anda berada di jalan yang salah.

3. Adolf Hitler.

: Jika Anda menang, tak usah berkomentar.

: Pun, jika Anda kalah, tak usah beralasan.

4. Bennie Blair.

: Menang, bukan berarti menjadi "paling". Tetapi.. Menang, adalah karena Anda berusaha lebih baik dari sebelumnya.

5. William Shakesphere.

Tiga kunci sukses :

a. Tahu lebih banyak dari orang lain

b. Berusaha lebih keras dari orang lain.

c. Berharap lebih sedikit dari orang lain.

6. Charles.

Jangan pernah mengkhianati empat hal dalam hidupmu :

a. Kepercayaan / amanat.

b. Janji.

c. Hubungan.

d. Hati / perasaan.

Karena, ketika mereka dikhianati.. hanya rasa sakitlah yang tersisa…

7. Leo Tolstoy.

: Semua orang berpikir untuk mengubah dunia. Tapi tak satupun berpikir untuk merubah dirinya sendiri..

8. Einstein.

: Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak pernah melakukan kesalahan selama hidupnya, maka sebenarnya mereka tidak pernah mencoba hal-hal baru dalam hidupnya.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Meminta Kepada Bapa

Meminta apa yang kita inginkan itu mudah. Karena kita dapat memahami keinginan yang kita minta sesuai dengan harapan kita.

Kita sadari juga siapa yang kita minta memegang peranan penting dalam apa yang kita harapkan, terlebih yang kita mintaadalah Allah Bapa, walau apa yang kita minta kepadaNya berhubungan denagan kehendakNya yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun.

Berbeda ketika kita meminta apa yang hendakAllah Bapa berikan kepada kita (Lukas 11:1b= "datanglah kerajaanMu =hendak menghadirkan kerajaanNya di bumi) maka persoalannya ialahkita harus mengenal dan dekat dengan Allah sehingga apa yang dikehendakiNyamenjadi jelas.

Untuk meminta yang demikian tentunya lebih sulit dibandingkan yang pertama.

Sebagai pihak yang meminta, kita tidak begitu saja meminta karena kita harus menjadi diri kita "bagian" dari rencanaNya yang indah.

Hal itu dapat dimungkinkan bagi kita yang sungguh sungguh beriman, sehingga roh kudus yang akan menyatakan apa maksud dan rencana Allah.

Tentunya ada rencana Tuhan yang besar yang hendak dinyatakanNya melalui kita melebihi keinginan keinginan kita yang terbatas hanya pada sandang dan papan.

Itulah sebabnya ketika kita meminta dalam doa kepada Bapa disorga maka kita berucap "Jadilah kehendakMu"

Doa bukan hanya meminta, tetapi juga menjalin hubungan denganNya".



But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Proses

Saudaraku, adakah masalah yg menghimpit kehidupanmu?

Adakah Anda menghadapi masa yg panjang dimana pertolongan TUHAN kelihatan Lambat?

Saudaraku, TUHAN tdk pernah meninggalkan Anda, tetapi Anda sedang menjalani suatu Proses menuju suatu kelegaan yg pasti TUHAN berikan.

Proses adalah suatu kata yg tdk menyenangkan, tetapi untuk menjadikan sesuatu harus melalui Proses, besi untuk menjadi Pisau harus melalui proses, dipotong, dibakar dgn suhu yg sangat panas, ditempa berkali kali agar pipih, digurinda supaya tajam, bayangkan kalau Anda sebagai besi, Manusia tdk suka proses, Manusia suka yg instant.

Apakah Anda sedang diproses, Bersyukurlah, karena TUHAN ingin membuat Anda menjadi lebih berarti, biarlah kehendak Tuhan yg terjadi, Karena TUHAN mempunyai rancangan yg terbaik buat Anda.

"Sebab rancangan-ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-ku dari jalanmu dan rancangan-ku dari rancanganmu"

(Yesaya 55:8-9)


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Rabu, 28 Juli 2010

Get God's Words For It

Matthew 4:4

4…He [Jesus] answered and said, "It is written, 'Man shall not live by bread alone, but by every word that proceeds from the mouth of God.'"


When the devil tempted Jesus, Jesus turned the Word of God on him, saying, "It is written… It is written… It is written…" (Matthew 4:4, 7, 10)

Likewise, should the devil remind you of the pain in your body, say what God's Word says: "It is written, 'By His stripes I am healed!'" (Isaiah 53:5; 1 Peter 2:24) And tell Daddy God, "I have Your Word for it and I am standing on Your Word. I am not trying to be healed. My healing has already happened. I don't care what this body says. It has to line up with Your Word because by Jesus' stripes I am healed!"


And if the devil says to you, "Look at the meager balance in your bank account. How are you going to pay your bills?" just say, "I am not trying to be rich. I am already rich and I have God's Word for it. It is written, 'My God shall supply all my needs according to His riches in glory by Christ Jesus.' (Philippians 4:19) It doesn't matter how much I have in the bank. God's Word tells me that as the need arises, the supply will be there!"


When fear grips you, don't say to yourself, "This fear is stupid. Come on, what are the chances of it happening to me?" Don't try to rationalize or reason your fear away. Instead, speak God's Word into the situation. Say, "It is written, 'For God has not given me a spirit of fear, but of power and of love and of a sound mind.'" (2 Timothy 1:7) What if the fear returns? Speak God's Word again. Say, "It is written, 'For God has not given me a spirit of fear…'"


When the devil tries to deceive you, give him the Word of God. There is something about the Word of God that causes him not to want to hang around those who use it. It reminds him of Jesus, the Word made flesh (John 1:14), who rendered him powerless and of no effect when He said, "It is written…"

Source : Joseph Prince

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Penderitaan : Memperlengkapi Sebuah Tugas

Cerita mengejutkan ini kami dengar langsung dari Sang Pemilik kisah. Ketika kami -aku, istriku dan client kami- bertemu disebuah kafe disalah satu mall di Jakarta. Percakapan sedemikian intens sehingga Melani (bukan nama sebenarnya) entah mengapa akhirnya menceritakan sebuah tragedi rumah tangga yang amat sangat menyedihkan dimana ia adalah pemeran utama didalamnya. Sebuah tragedi yang tidak pernah kami sangka sebelumnya pernah dijalani Melani bertahun-tahun. Jika melihat kekuatan yang terpancar dari mata dan wajahnya, siapapun tidak akan pernah menyangka bahwa Psikolog berputri tunggal ini mendapatkan seluruh kekuatan itu justru dengan membayar lunas semuanya lewat keringat, air mata dan darah. Terusir dari rumah dan teraniaya oleh suami dan seluruh keluarga besar suami. Lalu bertahun-tahun setelah itu, berjuang habis-habisan mati-matian untuk membesarkan dan membiayai kehidupannya sendiri dan buah hati tercinta. Melani melupakan pertanyaan "Mengapa harus aku ya TUHAN ??" yang sudah ribuan kali dipertanyakan tapi tidak kunjung mendapatkan jawaban. Ia memutuskan untuk berhenti bertanya, lalu memusatkan seluruh tenaganya untuk bertahan. Hingga jam pasir milik TUHAN menunjukkan : waktunya sudah genap. Pemulihan besar-besaranpun terjadi. Trauma kejiwaan Melani disembuhkan. Rumah tangga Melani dipulihkan : ia dan suami, suami dan anak. Tidak hanya itu, TUHAN pun mendekatkan hati seluruh keluarga besar dari sang suami kepadanya. Pemulihan besar-besaran yang tidak akan pernah disangka-sangka sebelumnya. Tidak berhenti disana, maka Tangan Yang Tak Terlihat itu pun menghantarkan seorang demi seorang pasien –ibu rumah tangga- yang mengalami gangguan kejiwaan karena masalah rumah tangga yang nyaris sama dengan Melani, untuk mendapat therapy darinya. "Saya pernah mengalaminya. Segalanya akan berlalu jika Anda tak menyerah", bisik Melani haru dengan mata berkaca-kaca, sambil memeluk erat pasien-pasiennya.

 

"Kalian tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan !!!", teriak Imelda (bukan nama sebenarnya) histeris. Wajahnya merah padam, sementara matanya bengkak karena menangis. Ibu muda dengan dua orang anak kecil, ini baru saja ditinggal oleh suami tercinta untuk selama-lamanya. Kehilangan orang yang sangat dikasihi, ketakutan akan masa depan dan kekecewaan terhadap TUHAN, sakit yang sangat sulit dicarikan obatnya dengan segera. Kami yang kebetulan sedang melayat, hanya bisa terpaku dan berdaya. Imelda benar, kami memang tidak bisa merasakan apa yang ia rasakan. Suasana rumah yang penuh sesak dijejali pelayat itupun menjadi lebih sepi dari kuburan. Hampir semua orang tertunduk, sementara Imelda meneruskan tangisnya dilantai pojok ruangan. "Saya pernah merasakannya Mel…". Tiba-tiba sapaan lembut dari seorang ibu yang berusia separuh baya mengusir keheningan itu. Sebagian besar dari kami, termasuk Imelda, mengenal wanita itu. Ia adalah ibu dua anak yang ditinggal wafat oleh sang suami yang adalah pilot dalam sebuah tugas, tiga puluh tahun yang lalu. Wanita biasa yang hanya berpendidikan sekolah menengah atas, yang akhirnya sukses membesarkan putra-putrinya. Wanita sederhana, dengan daya juang luar biasa yang menolak untuk dikalahkan oleh tantangan hidup. Satu-satunya wanita dalam ruangan itu yang diperlukan oleh Imelda, disaat-saat seperti sekarang ini.

 

Memang kadangkala, hidup tidak menyisakan pilihan untuk menang. Untuk episode tertentu, ia menempatkan kita pada ketidaktahuan dan ketidakberdayaan yang begitu luar biasa, sehingga hanya ada dua pilihan yang mungkin : bertahan ataukah menyerah. Jadi jika ada seseorang dengan mengacungkan kepalan ke langit dan mengkalim bahwa ia selalu dengan gagah perkasa berhasil mengalahkan semua rintangan hidup, kita segera tahu bahwa orang itu sedang membual.

 

Bahkan orang-orang sucipun, para nabi, pernah dalam kehidupannya dihadapkan pada sebuah persoalan yang seakan tak memiliki jalan keluar. Masalah kehidupan yang seolah-olah lebih besar dari kemampuan kita untuk menyelesaikannya. Berhadapan dengan segala macam kerumitan yang demikian kompleks yang berada diluar otoritas kita. Namun disaat-saat seperti itu, mereka justru berpegangan erat pada iman. Persoalan raksasa yang bukan menghasilkan trauma kejiwaan, namun justru memperbesarkan cinta dan kepercayaan mereka terhadap Sang Junjungan.

 

Orang-orang yang telah lulus dari ujian seperti itu, disadari atau tidak, adalah 'orang pilihan' yang sedang dipersiapkan untuk sebuah misi khusus oleh Sang Pencipta. Misi khusus ? ya, sesuai dengan penderitaan yang telah 'dianugerahkan- Nya' kepada kita. Sebuah tugas terhormat, walaupun kadang dalam hal-hal yang sangat

simple, yakni menjadi perpanjangan tangan dari TUHAN untuk menguatkan orang lain yang sedang dilanda keputusasaan.

 

Dengan kata lain "Jika kau dengan tuntunan tangan-Ku mampu menyeberangi segala rintangan itu, beritahu mereka, asalkan mereka bertahan percaya dan tetap berada didekat-Ku, Aku akan menyeberangkan mereka juga !"

 

Kini saatnya mengoreksi diri dan melihat daftar penderitaan dahsyat apa saja yang sudah kita lalui, kemudian mulai mensyukuri semua itu, sepahit apapun dan setrauma apapun itu dan kini memandangnya sebagai anugerah yang terselubung. Setelah itu maka TUHAN akan mengaruniakan Anda sebuah kepekaan sehingga Anda bisa memahami kapan dan kepada siapa IA mengirimkan Anda untuk tugas itu.

 

Sebagai penutup, ijinkan saya menceritakan sebuah kesaksian yang terjadi dihidup kami sendiri, dimana setelah sepuluh tahun menikah, TUHAN belum berkenan mengaruniakan seorang anakpun dalam kehidupan kami. Mulanya ini terasa agak menyakitkan, sebelum akhirnya keiklashan membuat segalanya menjadi lebih ringan. Jadi jika kebetulan Anda atau kenalan Anda baru menikah selama beberapa tahun dan belum mendapat momongan. Anda tidak sendirian. Bersabarlah, kami mengalaminya. Kami tahu rasanya. Dalam masa penantian ini, kami tetap percaya bahwa TUHAN itu berkuasa memberikan kami keturunan. Bahwa IA yang berkuasa membuka segala yang tertutup dan menutup segala yang terbuka. Dan bahwa IA akan membuat segalanya indah pada waktunya. Pasti dan selalu seperti itu !! (*)

By : Made Teddy Tertiana

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Impact

"Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." (1 Korintus 2:2).

Seandainya saya memiliki tiga ratus orang yang tidak takut kepada siapa-siapa kecuali kepada Allah, dan tidak membenci apa-apa selain dosa, dan bertekad untuk tidak mengetahui apa-apa diantara manusia selain Yesus Kristus dan Dia yang disalibkan, maka saya akan membuat dunia terbakar.
- John Wesley

Hari ini, ada puluhan ribu orang Kristen yang bertanya "Apa yang hendak dilakukan Yesus?" Puluhan ribu orang! Bisakah Anda membayangkan dampak yang bisa diberikan oleh puluhan ribu orang tersebut?

Hari ini, diilhami kata-kata Wesley, berdoalah bagi orang-orang lain yang melontarkan pertanyaan yang penting itu. Percayalah kepada Allah bahwa mereka akan memberikan dampak dalam komunitas mereka--sementara Anda tetap mengingat bahwa mereka pun sedang berdoa bagi Anda dan komunitas Anda.

Sumber: Renungan WWJD, 2008.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Let Go of Comparison

"For we are God's workmanship, created in Christ Jesus to do good works, which God prepared in advance for us to do"

(Ephesians 2:10, NIV).

Are you comfortable in your own skin? In other words, do you recognize yourself as the treasure God made you; or are you constantly looking for approval and comparing yourself to a neighbor, co-worker or friend? Do you try to out-dress them or out-perform them? Are you always looking for ways to one-up them?

Friend, it's time to let all of that go. Comparison is a distraction. Comparison is a thief. It steals your time, energy, focus and joy. You aren't here to impress anybody; you don't have to prove anything because you are God's special workmanship. He created you with a purpose for a purpose. You are empowered and equipped to do everything He's called you to do.

If you will choose to stay free from a spirit of competition and just run your own race, not only will you enjoy your life more, but you'll see your gifts and talents come out to the full. You'll see His blessing and favor in a greater way, and you'll move forward into the life of victory He has in store!

A PRAYER FOR TODAY

Heavenly Father, thank You for setting me free from competition. I choose to rest in You knowing that I am Your workmanship. Thank You for directing and ordering my steps. I bless and praise You today. In Jesus' Name. Amen.

- Joel & Victoria Osteen


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Rasa Lapar

Pernah kelaparan ?! Apa rasanya..

Kapan terakhir kali kita merasa lapar dan haus akan kebenaran ?! 1hari yg lalu, seminggu yg lalu ?! Sebulan yg lalu atau bahkan kita lupa kapan kita merasa lapar dan haus akan kebenaran..

Salah satu tanda seseorang hidup, adalah dia merasa lapar dan haus. Demikian juga manusia rohani kita.

Saat kita merasa haus dan lapar akan Tuhan, maka kita akan dipuaskan dan dikatakan "berbahagia"

Sumber : Rumah Doa Segala Bangsa.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Senin, 26 Juli 2010

Penginjil dan Tukang Cukur

Pada suatu hari seorang penginjil dan tukang cukur berjalan melalui daerah kumuh disebuah kota.

Tukang cukur berkata kepada si penginjil, "Lihat, inilah sebabnya saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang penuh kasih. Jika Tuhan itu baik sebagaimana yang engkau katakana, Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan, penyakit, dan kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak watak. Tidak, saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi."

Penginjil itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar jorok dan bau. Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak tersentuh pisau cukur cukup lama.

Kata penginjil itu, "Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus."

Merasa tersinggung, tukang cukur itu menjawab, "Mengapa salahkan aku atas keadaan orang itu ? Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku. Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan !"

Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, penginjil itu berkata, "Karena itu, jangan menyalahkan Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan, karena Ia terus menerus mengundang mereka untuk datang dan 'dicukur'. Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan jahat adalah karena mereka menolak Dia yang telah mati untuk menyelamatkan mereka."

Tukang cukur itu mengerti maksudnya. Apakah anda juga ?

Sbr : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Burung Kolibri Biru

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda di sebuah tempat yang jauh yang bernama Tandow. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan. Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut. Si kolibri biru pun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi.

Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah. Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan.

Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun di Tandow sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya. Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa.

Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut.

Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata 'ya' atau 'tidak' terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah. Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di Tandow tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya.

Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut.

Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut.

Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya. Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak.

Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak-anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola. Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya.

Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?"

Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola.

Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut sebagai berikut:

1. Pemuda tersebut ialah gambaran diri kita
2. Burung kolibri menggambarkan Yesus Kristus
3. Gadis menggambarkan kehidupan kekal
4. Mawar merah melambangkan pertobatan
5. Sepakbola melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan

Sbr : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Run Your Own Race

"…let us run with endurance the race that is set before us, looking unto Jesus, the author and finisher of our faith…"(Hebrews 12:1-2, NKJ).


It's easy to be tempted to go through life competing with everyone around us. When we see someone who's more talented, better looking or has more gifts, instead of running our race and being comfortable with who we are, oftentimes we feel inferior and think, "I've got to catch up to them." The problem with this unhealthy competition is that it's a never-ending cycle. There will always be someone ahead of us. But, it's a very freeing thing when you realize, "I'm not competing with you. I don't have to have as big a house as my neighbor to feel good about myself. I don't have to keep up with my co-worker. I don't have to be a certain size. No, I understand that I'm not in competition with my friend, my neighbor or my co-worker. Instead, I'm going to be the best me that I can possibly be." Friend, that's an attitude God can work with. When you focus on being who God made you to be, that's when you'll rise up higher and position yourself for every spiritual blessing He has in store for you!

A PRAYER FOR TODAY
Father God, I humbly come to You giving You all that I am. I choose to keep my eyes on You and allow You to work in my heart and mind. I declare that I am free from competition today. In Jesus' Name. Amen.

- Joel & Victoria Osteen


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jangan Pernah Berdusta

Sekali saja kita berdusta dan tidak segera kita selesaikan, maka kita harus menyiapkan dusta berikutnya untuk menutupi dusta pertama kita. Lalu kita harus siapkan dusta ketiga untuk menutupi dusta kedua dan pertama.

Begitu seterusnya.. Sampai berdusta lama-lama menjadi kebiasaan di dalam kehidupan kita. Sebab itu janganlah pernah berdusta. Hidup jujur yuk..

Tuhan Yesus memberkati..


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Apakah Yang Akan Dilakukan Yesus?

"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang." (2 Korintus 3:2).

Ada orang di dunia di sekitar kita ini yang tidak pernah membaca [Alkitab]. Tetapi mereka membaca kita. Apakah mereka mampu melihat Allah di dalam kehidupan kita? Apakah mereka bisa mengatakan tentang kita kepada orang lain, "Pria itu--atau wanita itu--mengingatkan saya kepada Kristus?"

Apakah kita membiarkan sinar kita bersinar begitu terang sehingga orang bisa melihat, bukan diri kita, tetapi Bapa kita, Penyelamat kita di dalam diri kita, dan memuliakan, bukan diri kita, tetapi Bapa kita di sorga? Inilah ujian yang sesungguhnya. -W.H. Griffith Thomas

Allah tidak ingin menolak keunikan kepribadian kita, tetapi meningkatkannya melalui Roh-Nya yang bekerja di dalam diri kita. Dengan melakukan hal sedemikian itu, Dia sedang menuliskan sepucuk surat cinta kepada dunia pada halaman-halaman kehidupan Anda.

Setiap perbuatan yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan "Apa yang hendak dilakukan Yesus?" menuliskan satu paragraf baru, yang dibaca oleh orang yang menikmati membaca sebuah buku yang bagus--buku itu adalah Anda sendiri.

Sumber:
Nick Harrison, What Would Jesus Do? (Jakarta: Penerbit PT. Bhuana Ilmu Populer, 2004), hal. 161.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Ayat Pagi

2 Chronicles 19-20:37;
Romans 10:14-11:12;
Psalm 21:1-13;
Proverbs 20:4-6 

Rancangan di dalam hati manusia itu spt air yang dalam, ttp orang yang pandai tahu menimbanya

Banyak orang menyebut diri baik hati, ttp orang yang setia, siapakah menemukannya?

Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa2.

But you will not even need to fight. Take your positions; then stand still and watch the Lord's victory. He is with you, O people of Judah and Jerusalem. Do not be afraid or discouraged. Go out against them tomorrow, for the Lord is with you!

Percayalah kepada Tuhan, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabinya, dan kamu akan berhasil!

Dan kerajaan Yosafat amanlah, karena Allahnya mengaruniakan keamanan kepadanya di segala penjuru.

Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

So faith comes from hearing, that is, hearing the Good News about Christ.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Gelas Anti Pecah

Saat merenungkan kisah hidup Ayub di Alkitab, Tuhan mengajak saya berdiskusi:

("T" untuk Tuhan dan "S" untuk saya)

T : "Menurut kamu, apakah yang Aku buat dalam hidup Ayub itu adil?"

S : "Boleh jujur ya Tuhan? Menurut saya ngga adil.. Ayub kan ngak salah apa-apa, kenapa mesti mengalami hal yang demikian tragis dalam hidupnya.."

T : "Masa Aku ngga adil? Aku kan Tuhan Yang Mahaadil.. Apa yang Aku buat pada Ayub itu sebuah keadilan walaupun dia sendiri tidak punya kesalahan. Ayub memang hidup kudus dan berkenan, dia tidak berbuat salah apapun, tetapi.."

S : "Lha, apa ada dosa Ayub yang tidak disebut di Alkitab? Dosa apa Tuhan?"

T : "Bukan dosa, tetapi Ayub belum DIUJI."

S : "Ha? Belum diuji? Ujian apa Tuhan?"

T : "Nah, seandainya Aku ini seorang penjual gelas yang khusus berjualan gelas anti pecah. Lalu ada pembeli yang datang untuk melihat gelas ini dan bertanya apa benar gelas ini anti pecah atau tidak. Menurutmu, apa yang mestinya Aku lakukan untuk membuktikannya?"

S : "Hm. Banting gelasnya?"

T : "Itu yang Aku buat kepada Ayub, Aku 'banting' Ayub karena iblis ingin membuktikan apa yang Aku katakan tentang Ayub. Bukankah Aku tidak pernah berdusta, tiada cara lain, kecuali memasukkan Ayub dalam ujian iman seperti yang kamu baca di Alkitab. Aku bertindak adil kan, meskipun bagi manusia itu tidak adil."

S : "Oh.. Pantas aku juga sering Kau 'banting' ya Tuhan, tapi itu membuatku menjadi tahan uji dan berkualitas. Terima kasih Tuhan buat ujian-Mu!"

Orang istimewa prosesnya juga istimewa. Jadilah pribadi yang 'tahan banting'. Jangan pernah mengeluh saat kita diproses dan diuji oleh Tuhan. Itu tandanya kita masih diperhatikan dan disayang Tuhan, karena Dia ingin memberikan yang terbaik pada kita.

Tuhan Yesus memberkati.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

L.O.V.E

A : Aku tdk menyukai istriku lg !

B : Pulang dan cintailah dia

A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.

B : Pulang dan cintailah dia

A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.

B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?

A : Tentu saja (dg mantap)

B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?

A : Tidak (menunduk)

B : Kalau begitu. Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?

Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.

Pernikahan tdk hanya didasari persaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.

Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya waktu.

Hanya Komitmen yg membuat Cinta manggebu2 menjadi Cinta yg matang dan dewasa.

Lalu.. Apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta yg sifatnya turun ke bawah, yaitu cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.

Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu & biarlah kamu kumiliki" adalah cinta yg egois krn hanya bergantung pd Perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain/pasangan org lain.

Suasana hati mudah berubah, kondisi fisik semakin tua dan tdk menarik, komitmenlah yg menyelamatkan pernikahan.. Berani melakukan sebuah "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan & mempertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan.

Sumber : Renungan Harian Kita

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Memperkatakan Firman Dengan Iman

"Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan." Ulangan 30:14.

Kita mengungkapkan pikiran, perasaan dan gagasan melalui perkataan atau bahasa. Perkataan kita akan membentuk hidup kita, karena hal itu mempengaruhi jalan pikiran, pola hidup dan tindak-tanduk kita. Firman Tuhan merupakan dasar bahasa iman yang dapat membangun kehidupan rohani kita. Bila rohani kita kuat berakar dalam Kristus, kita dapat dengan yakin merasakan kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita; dan dimana kuasa Tuhan bekerja, di situ pasti ada berkat dan mujizat.

Alkitab menasihati, "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,…" (Kolose 2:7). Dikatakan bahwa firman Tuhan tidak jauh dari jangkauan kita, melainkan sangat dekat yaitu di dalam mulut dan di dalam hati kita. Jadi kita harus menggunakan perkataan Tuhan atau memperkatakan firmanNya setiap kali sesuai dengan apa yang kita butuhkan agar berkat, kasih serta mujizatNya dilimpahkan atas kita. Dikatakan pula bahwa firman itu sangat dekat di dalam hati, artinya harus ada iman di dalam hati sewaktu kita memperkatakan firman itu.

Adalah sia-sia sekalipun kita memperkatakan firmanNya seribu kali sehari jika hati kita tidak yakin dan tidak ada iman; semuanya hanya merupakan rentetan kalimat yang kosong, tidak ada kuasa Tuhan bekerja. Firman Tuhan jangan hanya digunakan waktu kita dalam masalah saja, tetapi di segala keadaan. Adalah Daud, yang selalu menggunakan bahasa iman meski keadaan normal: "Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." (Mazmur 23:1). Daud mengakui Tuhan adalah gembalanya yang sanggup mencukupkan segala yang ia perlukan. Daud bersyukur dan memuji Tuhan atas berkat-berkatNya yang melimpah. Daud memakai bahasa iman: mengijinkan kemuliaan dan berkat Tuhan mengalir terus dalam hidupnya. Perkataan firmanNya dengan iman setiap saat dan jangan beri kesempatan kuasa jahat membisikkan hal-hal negatif di telinga kita.

"Awasi mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!" (Mazmur 141:3) supaya firmanMu saja yang kuucapkan!

From : Renungan Harian Kita

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Belajar Melepaskan

Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang,lalu menjadi tiang garam (Kejadian 19:26)

Walaupun tidak selalu setuju dengan produknya, saya tertarik pada beberapa ide iklan di televisi. Salah satunya adalah iklan yang menceritakan seorang lelaki yang diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pegawai. Dengan sedih ia membereskan semua barangnya yang penuh kenangan, lalu kembali ke rumahnya. Saat membereskan beberapa barang, ia justru menemukan ide untuk membangun bengkel. Dari seorang pegawai yang diberhentikan, ia menjadi seorang pengusaha yang membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Sodom dan Gomora terletak di lembah Yordan yang berlimpah air, sehingga Lot memilihnya ketika akan berpisah dengan Abram. Namun, karena kejahatan penduduk kota tersebut, Sodom dan Gomora hendak dimusnahkan. Meski demikian, Tuhan memberi kesempatan kepada Lot untuk menyelamatkan diri dengan berlari ke Zoar. Sayangnya, istri Lot tak menuruti petunjuk malaikat Tuhan. Ia menoleh ke belakang-seakan- akan ia tidak rela meninggalkan kota tempat tinggalnya yang nyaman tersebut. Dan ia pun menjadi tiang garam.

Hal-hal pada masa lalu kita mungkin sudah nyaman dan menyenangkan bagi kita. Akan tetapi, sebagaimana kehidupan Lot, ada kalanya Allah melihat sesuatu yang takkan berakibat baik apabila kita terus ada di tempat atau situasi yang sama. Dan, mempertahankan semuanya hanya akan membuat kita terhambat dan tidak akan maju. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki hati pasrah bersandar kepada Tuhan; kemudian menata hati, bersiap menyambut hal-hal baru yang mungkin akan hadir. Dia jauh lebih tahu mana yang paling penting dan berharga dari hidup kita --SL

ALLAH SELALU BEKERJA UNTUK KEBAIKAN BAHKAN KETIKA TAMPAKNYA SAYA HARUS KEHILANGAN

From : Renungan Harian Kita

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jangan Menahan Kebaikan

Hari masih pagi. Seorang pemuda tertunduk terisak-isak di pojok rumah saya. Badannya kurus, tinggi, berkulit hitam. Kacamata minus menempel di atas hidungnya. Saya mendekatinya dan bertanya, "Ada apa, Mas?"

Dia mengangkat wajahnya. Pipinya basah oleh air mata. "Saya kehabisan uang," katanya lirih.

"Ceritanya bagaimana, sih ?" tanya saya lebih lanjut.

"Saya bekerja di Wonosobo dan mau pulang ke Surabaya. Waktu turun dari mobil travel, tiba-tiba ada yang menepuk pundak saya. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. Begi sadar, uang di dompet sudah lenyap," ceritanya.

"Nama Mas siapa?" tanya saya. "Yohanes" jawabnya pendek. Saya melirik, ada kalung salib besar terbuat dari kayu di lehernya.

"Mas kok bisa sampai di sini?" tanya saya. "Saya jalan kaki dari Jogja," jawabnya. Saya agak ragu dengan ceritanya. Mungkinkah dia berjalan lebih dari 20 km? Saya melirik bawaannya. Dia menjinjing tas koper besar. Di punggungnya ada tas ransel. Benarkah dia kehabisan uang? Jangan-jangan ini hanya taktik penipuan.

Namun, saya lalu teringat kotbah pendeta Petrus Sukadi: "Jangan menahan kebaikan! Selagi kita masih bisa melalukan kebaikan, jangan pernah menahannya."

Saya juga ingat nasihat teman saya, Pak Xavier, "Tugas kita adalah memberi selama kita mampu. Soal, apakah cerita orang itu benar atau bohong, itu urusan dia dengan Tuhan. "

Ah, benar juga!

Saudara, Tuhan menganugerahkan berkat kepada kita. Berkat itu tidak untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk disalurkan kepada oran lain. Dengan begitu, orang lain juga dapat menikmati kebaikan Tuhan.

Setiap kali ada kesempatan untuk berbagi berkat, mari kita lakukan dengan sukacita!

Diambil dari Renungan Blessing

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kisah Seekor Kupu - Kupu

Ketika seekor kupu-kupu membubung di atas kepala, seekor ulat bulu berkata pada ulat bulu yang lain, "Aku tidak akan pernah bisa menjadi salah satu dari kupu-kupu indah yang terbang di atas sana."

Namun, sebenarnya semua ulat bulu suatu saat akan mengalami masa di mana dorongan untuk terus makan dan bertumbuh akan berkurang. Sang ulat, dengan dorongan instingnya, akan membentuk kepompong yang menutupi dirinya sendiri. Kepompong itu akan semakin mengeras dan semua orang akan mengira bahwa dunia si ulat bulu sudah berakhir.

Namun di suatu pagi yang cerah, kehidupan di dalam kepompong mulai menggeliat, retakan di bagian atas kepompong mulai terbuka dan kupu-kupu yang terbentuk dengan indah pun muncul. Membutuhkan waktu berjam-jam bagi kupu-kupu untuk merenggangkan bagian tubuhnya dan mengeringkan sayapnya dan bergerak ke atas dan ke bawah dengan sangat perlahan. Kemudian, sebelum kita sadari, kupu-kupu itu membubung tinggi dan dengan mudah mengikuti arah angin, hinggap dari bunga yang satu ke bunga yang lain, seakan-akan ingin menunjukkan warna-warninya kepada bunga-bunga yang mekar.

Keajaiban kupu-kupu tidak akan pernah berhenti membuat kita kagum, karena peristiwa kupu-kupu adalah perumpamaan yang nyata tentang janji kebangkitan. Pagi-pagi benar saat Paskah tiba, murid-murid melihat kain pembungkus tubuh Yesus tergeletak di batu yang dingin. Hanya saja jasad Yesus sudah hilang, sama halnya dengan kepompong yang kosong ditinggalkan oleh kupu-kupu yang sudah terbang bebas. "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati ?"

"Dia sudah bangkit seperti yang telah Dia katakan, " kata malaikat kepada para murid yang masih ragu.

Apa yang kita lakukan, sebagai orang Kristen, dalam menghadapi kematian? Jangan gentar saat menghadapinya. Yakinlah kebangkitan Kristus dari kubur adalah suatu bukti bahwa kematian bukanlah akhir suatu kehidupan, melainkan awal dari kehidupan yang baru bersama Tuhan dalam kekekalan.

Sumber: http://www.facebook.com/l/4e643;www.joyfulheart.com/easter/butterfly.htm

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Minggu, 25 Juli 2010

God Is With You, Upholding You

Isaiah 41:10

10Fear not, for I am with you; be not dismayed, for I am your God. I will strengthen you, yes, I will help you, I will uphold you with My righteous right hand.'


It is easy to say, "Praise the Lord! Hallelujah!" when times are good. It is easy to believe that God loves you when you are on the mountain top enjoying the sunshine. But what happens when you are down in the dark valley surrounded by your enemies?


Perhaps today, you are in the valley of marital, financial or bodily trouble, and you are asking, "Where is God?"
My friend, He is right there with you. The God of the valleys says to you, "Fear not, for I am with you; be not dismayed, for I am your God. I will strengthen you, yes, I will help you, I will uphold you with My righteous right hand."


When King Jehoshaphat was surrounded and outnumbered by his enemies, the Spirit of the Lord came upon Jahaziel and he said to the king, "Don't be afraid nor dismayed because of this great multitude, for the battle is not yours, but God's. You will not need to fight in this battle. Position yourselves, stand still and see the salvation of the Lord, who is with you. Don't fear or be dismayed. Tomorrow, go out against them for the Lord is with you." (2 Chronicles 20:14–17)


What King Jehoshaphat did next was brilliant. He acted with wisdom from on high. Instead of putting his commandos in front, he put worshipers in front! What did the worshipers sing? They sang of God's love for them — "Praise the Lord for His love endures forever!" And God utterly destroyed their enemies! (2 Chronicles 20:21–23, NIV)


Beloved, it is not the trials that make us strong, but our responses in those trials. The devil wants us to respond by asking, "Where is God?" But God wants us to respond with faith in His love for us. We are more than conquerors not because of our love for Him, but through Him who loves us. (Romans 8:37)

So whatever valley you are in today, don't be afraid. God is there with you strengthening and upholding you. Just sing of His love for you and let Him fight your battles for you!

Source : Joseph Prince

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Pemimpin Yang Saling Memahami

Filipi 2:2.

Jika kita melihat realita sekarang ini banyak pemimpin pemimpin yang saling menyerang satu dengan yang lain.

Entah itu dari pemimpin pemimpin negara, hingga pemimpin pemimpin kecil dalam gereja dan keluarga.

Salah satu penyebabnya karena tidak adanya pola pikir yang sama, sehingga untuk saling memahami antar pemimpin yang satu dan pemimpin yang lain tidaklah ada.

Realita yang kita hadapi saat ini juga tidak terlepas dari konteks yang di ungkapkan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi," karena itu sempurnakanlah suka citaku dengan ini : hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan " Filipi 2:2.

Ternyata di filipi selain ada pengajar pengajar sesat juga ada jemaat yang bernama Eoudia dan Shintike Filipi 4:2 yang tidak saling memahami sehingga mereka dinasehati oleh rasul Paulus untuk tetap bersatu sebagai pemimpin pada saat itu.

Adapun 3 cara yang dapat kita pelajari dari apa yang dikatakan oleh Paulus dalam Filipi 2:2 untuk dapat menjadi pemimpin yang saling memahami :

1. One mind (Satu Pikiran)2a

Pikiran yang sama kepada Kristus, karena Kristus yang Menjadi objek utama dalam Kepemimpinan.

2. One Love (Satu Kasih) 2b

Kasih yang sama dalam Kristus, kasih yangsempurna itu menjadi landasan untuk para pemimpin.

3. One purpose (Satu Tujuan)2c

Tujuan yang sama untuk Kristus, yaitu untuk tujuan yang kekal dan memuliakan Tuhan dalam dunia pelayanan.

Dengan adanya ketiga cara ini membentuk satu kinerja kerja dalam dunia kepemimpinan Kristen yang sangat efektif, oleh karena itu tidak ada cara lain untuk mencapai suatu pelayanan dan hidup yang lebih baik tanpa adanya saling memahami satu sama lain. Amin.

Kepala seorang pemimpin Mengerti orang lain.

Hati seorang pemimpin Mengasihi orang lain.

Tangan seorang pemimpin Menolong orang lain.



But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Sabtu, 24 Juli 2010

Bersyukur

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik...

Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu ...

Be HAPPY...
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jumat, 23 Juli 2010

God is A Giver, Not A Taker

Romans 8:32

32He who did not spare His own Son, but delivered Him up for us all, how shall He not with Him also freely give us all things?


Some Christians mistakenly believe that God gives and also takes away. At funerals, we sometimes hear the minister say, "The Lord giveth, and the Lord taketh. Blessed be the name of the Lord."


I remember an occasion when I was looking at a baby who was suffering from cancer. I heard one of his family members comment, "You can't be sure what God's will is. He may or may not heal." What that person meant was that although the Lord had given the parents this baby, He might later take the baby away from them.

Job displayed this very same attitude when he received the news that he had lost his property and children. Thinking that God was the source of his problems and not knowing that it was actually Satan who had come against him, he said, "Naked I came from my mother's womb, and naked shall I return there. The Lord gave, and the Lord has taken away; blessed be the name of the Lord." (Job 1:21) Such a statement seems to honor God, but in reality, it reveals an erroneous view of our heavenly Father.

As children of God, we know what the Father's will is for us. He is a giver, not a taker! Jesus said, "Do not fear, little flock, for it is your Father's good pleasure to give you the kingdom." (Luke 12:32) It is the devil who is the thief. He comes to steal, kill and destroy. But Jesus came to give us life more abundant. (John 10:10)

Jesus met every need and healed every sickness brought before Him, and at the cross, He gave His own life. Never once did He take anything away from the people who came to Him. And the Bible says that whoever has seen Jesus has seen the Father. (John 14:9)

Beloved, your heavenly Father wants you to know today that He is the one who gives you all good things. And if He has already given us heaven's best — Jesus, "how shall He not with Him also freely give us all things"?

Source : Joseph Prince

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tetap Berlari

AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah? Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu, tapi, anakKu, kuatkan hatimu. Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu. Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.

Yang mengasihimu,Ayahmu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu.



But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Allah Perduli

Keluaran 3:7-10 –
Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat ketidaksenangan Napoleon, oleh sebab itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang diluar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaanya, Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya serta menulis kata-kata, "Tak seorangpun peduli".

Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara ditempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur kearah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebah tanaman.

Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian diatas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli".

Tulisan itu bukan sekedar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok kearah sel dimana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya.

Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah itu. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon unntuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya kerumahnya dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut.

Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah.

Mungkin saat ini Anda sedang mengalami pergumuan yang berat, Anda sedang mengalami kejatuhan dan Anda merasa tidak ada orang yang peduli terhadap Anda, ingatlah bahwa Allah peduli kepada Anda. Allah peduli akan pergumulan yang Anda alami.

Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan Anda. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan Anda?

Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulianNya kepada Anda, serta nantikan pertolongan dan berkatNya.

DOA: Bapa, ampuni aku jika aku kurang percaya kepadaMu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umatMu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan memohon ampun. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Kepedulian Allah seringkali berwujud sesuatu yang kita anggap remeh

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

5 Hari Terpenting Dalam Hidup Ini

Ada 5 hari yang terpenting didalam hidup ini:

1. Hari dimana kita dilahirkan,

2. Hari ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi,

3. Hari dimana kita menemukan alasan mengapa kita dilahirkan,

4. Hari dengan siapa kita menikah, dan

5. Hari dimana kita menutup lembaran hidup ini untuk pulang kembali ke Rumah Bapa di Surga.

Tuhan Yesus memberkati :)


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Finding Strength

"But those who hope in the Lord will renew their strength. They will soar on wings like eagles; they will run and not grow weary, they will walk and not be faint"

(Isaiah 40:31, NIV).

Do you need your strength renewed today? The scripture tells us that when we hope in the Lord, that's exactly what will happen—our strength will be renewed. If you've grown weary and tired, overwhelmed by the cares of this world, it's a clear sign that you need to change what you're putting your hope in. Are you putting your hope in your job? The government? The economy? Another person? Those are all things that will change. But when you hope in the Lord, you are investing in the Rock of Ages! He never changes! He is the only solid foundation for your soul.

Today, find strength by simply putting your hope in Him. Start by declaring out loud, "God, I place my hope in You. I trust that You are working behind the scenes in my life. I choose to rest in You." Then, feed your hope and faith by meditating daily on the scriptures. As you renew your mind with the Word of God, you'll find strength, you'll find hope, and you'll find His victory all the days of your life!

A PRAYER FOR TODAY

Father God, thank You for renewing my strength as I put my hope in You. I declare today that I love You and trust You. I know that You are working behind the scenes in my life. Fill me with Your peace and joy as I wait on You. In Jesus' Name. Amen

Source : Joel Osteen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Lima Bahasa Cinta

Bagaimana menunjukkan kasih? Secara praktis Gary Chapman dalam bukunya "Mengenal Bahasa Cinta" menulis lima macam bahasa cinta.

Pertama, setiap pasangan dapat menunjukkan kasih kepada pasangan melalui ucapan dan perkataan. Kata-kata yang membangun, dapat membuat suami atau istri dihargai dan dicintai.

Kedua, melalui memberi hadiah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak suka hadiah.

Ketiga, melalui tindakan cinta. Ujian cinta yang sesungguhnya datang bukan saat Anda suka atau senang melakukannya tetapi saat Anda tidak suka melakukannya. Tindakan cinta berarti kita mengasihi dengan pengorbanan dan pengabdian. Itu sangat berharga bagi pasangan dan Tuhan.

Keempat, menyediakan waktu-waktu yang berharga. Kita harus sediakan waktu khusus untuk menjalin komunikasi, kedekatan dan keintiman dengan pasangan kita.

Kelima, sentuhan fisik. Tuhan menciptakan kulit untuk merasakan sentuhan dan disayang. Sentuhan membuat kita hidup.

Ada sebuah penelitian tentang arti sebuah sentuhan bagi kehidupan. Ada dua anak monyet yang diperlakukan berbeda. Yang satu sengaja dipisahkan dan seorang pun tidak diperbolehkan menjamahnya. Sedangkan yang lain boleh dijamah, tetapi oleh ibunya sendiri. Hasilnya, yang tak tersentuh mati kesepian, dan yang menerima sentuhan bertahan hidup.

Terakhir, kalimat "They've really doing themselves a favor since they're already "one" in marriage" berarti bahwa melakukan semua di atas sebenarnya adalah untuk kebaikan diri kita sendiri.

Sebab suami istri dipersatukan, maka kebahagiaan yang satu akan menjadi milik yang lain juga. Demikian juga kesuksesan yang satu adalah kesuksesan yang lain. Romantisme bukan jawaban segalanya. Tapi bukan berarti membiarkan pernikahan hambar.

Sumber: Artikel Warta Gereja 2008.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

God Wants You To Free From All Worries

Matthew 6:25

25"Therefore I say to you, do not worry about your life, what you will eat or what you will drink; nor about your body, what you will put on. Is not life more than food and the body more than clothing?


Is your heart full of worries about your health, finances, family or future? Even when all is well, some people still worry because they have heard others say, "You should worry when everything is peaceful because something is wrong when the devil leaves you alone." So they worry even when there is nothing to worry about!


But Jesus does not want you to worry about what you will eat or drink, or about your body and what you will put on your back. He tells you not to worry about your daily provisions because God, who is your heavenly Father, knows that you need all these things and He wants to add these things to you. (Matthew 6:32–33)


God is the same God who took care of the children of Israel in the wilderness, feeding them with manna every day for 40 years! (Exodus 16) Under His care, His people had no lack. When the people wanted meat for dinner, He simply rained quails on them. (Numbers 11:31–32) The children of Israel only had to pick them up. If they had gone to look for meat themselves, they probably would not have found any in the desert.


The problem with us today is that we think that we must do something to help ourselves. Some of us may even think that it is easy for Jesus to say, "Don't worry. Take no thought for your life," because He does not understand the problems we face in life.


But the truth is that Jesus understands the problems we face in life. In fact, He faced what I would call the "final problem" — death. Death is the "final problem" because it puts an end to all our other problems. Jesus faced death at the cross, conquered it and rose from the dead. And because He conquered the problem of problems, we can trust Him when He tells us not to worry!
All scripture quotations, unless otherwise

Source : Joseph Prince

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

The Most Blessed

"If people can't see what God is doing, they stumble all over themselves; but when they attend to what He reveals, they are most blessed"

(Proverbs 29:18, The Message).

God wants His people to be the most blessed! He wants His people to constantly increase so they can be examples of His goodness. But, in order to partake of everything He has in store for us, we have to be open to what He wants to do in our lives. We have to have a vision for increase. We have to look for what He is doing and obey what He tells us.

If you're not expecting favor, or if you are just satisfied with where you are, then you are living below your privileges. But if you will get a vision for increase, a vision of who you are as a child of the Most High God and see what He wants to do in your life, then opportunities, favor and increase will open before you. Just like this scripture says, as a child of the Most High, you are entitled to be the most blessed!

I encourage you, today, to take time to focus your thoughts on God and His promises. Meditate on His Word and ask Him to increase your capacity to receive. Then, follow His commands and look for His goodness—and get ready to be the most blessed!

A PRAYER FOR TODAY
Heavenly Father, I choose right now to set my mind and focus on You. I choose to look for what You want to do in and through me. I let go of any wrong thinking, attitudes or actions that would hold me back. I choose to obey You and thank You for Your blessing in my life. In Jesus' Name. Amen.

Source : Joel osteen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Dosa

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa.." (Roma 6:14).

Tahukah Anda bahwa seringkali akar telah memecahkan batu karang, bila terjepit di dalamnya? Janganlah memberikan tempat tinggal pada benih kejahatan, karena ini akan memecahkan iman Anda -Cyril dari Yerusalem

Strategi setan mengenai dosa adalah meletakkan kakinya di pintu sebagai ganjalan. Dari sana, dia tahu bahwa dia bisa memperlebar ganjalan itu sampai dia menciptakan suatu "benteng".

Ed Silvoso dalam bukunya "That None Should Perish" mendefinisikan benteng sebagai "suatu kerangka berpikir yang penuh dengan keputusasaan, yang membuat orang beriman menerima sesuatu sebagai hal yang tidak bisa diubah, yang diketahuinya bertentangan dengan kehendak Allah".

Apakah ada suatu benteng di dalam kehidupan Anda yang memperlemah kemampuan Anda untuk melakukan apa yang hendak dilakukan Yesus?

Jalan untuk pembebasan adalah dengan menutup pintu selamanya untuk dosa itu, menerima pengampunan sepenuhnya untuk dosa-dosa di masa lalu, dan mengklaim kemenangan Kristus atas cobaan-cobaan di masa depan. Kemudian, jangan biarkan lagi ada ganjalan, tidak boleh lagi ada kaki setan di pintu, tidak ada lagi "dosa-dosa ringan", tidak ada lagi kompromi.

Lakukan pengakuan dosa, terimalah pengampunan, dan lawanlah upaya setan untuk menjadi ganjalan di dalam hidup Anda.

Sumber: What Would Jesus Do?, 1998

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Refleksi Diri Untuk Menerangi Hati

Tiada ruginya berharap untuk kebaikan orang lain
Walaupun engkau tak menyukainya sekalipun
Karena engkau pasti akan mendapatkan keuntungan.

Tiada salahnya selalu berdoa demi keselamatan dan kesejahteraan
orang lain.
Siapapun dia yang hidup diatas bumi ini, karena pasti engkau akan
mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan pula.

Tiada yang perlu diragukan didalam hatimu untuk selalu memaafkan
dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Karena kepastiannya engkaupun akan dimaafkan dan mendapatkan
kelegaan.

Lepaskan untuk tidak menyimpan kesalahan siapapun juga, sebab dirimu tidak jauh dari kesalahan.
Lepaskan kebencian yang tak layak untuk engkau miliki.

Beranikah engkau untuk menelanjangi dirimu agar dapat jelas melihat kesalahan-kesalahanmu?
Kebaikan adalah milik orang lain dan kesalahan adalah milik sendiri.

Berani memberikan kebaikan kepada orang lain, diri sendiri yang menanggung kesalahan?

Jangan ragu untuk melepaskan kebaikan.
Dan tak perlu malu menelanjangi diri

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Kamis, 22 Juli 2010

Ketidaksetiaan

Meski banyak faktor dapat memainkan peran untuk menyebabkan ketidaksetiaan, tetapi hal itu selalu membutuhkan ketertarikan, kesempatan dan kegagalan untuk pencegahan. Dr. Shirley Glass menyediakan beberapa peraturan dasar untuk membantu pasangan menghindari ketidaksetiaan.

Pertama, jangan biarkan diri Anda berpikir sedang bersama orang lain, karena pikiran dapat memimpin kepada tindakan. Kedua, jangan menggoda teman lawan jenis, karena hal itu memberitahu orang lain kalau Anda sedang "available" atau bersedia menjalin hubungan. Ketiga, jaga jarak dengan situasi yang berbahaya, karena setiap orang sangat mungkin jatuh dalam pencobaan.

Ada dua strategi untuk melindungi diri Anda ketika Anda mulai tertarik dengan seseorang dan mulai berpikir untuk memiliki hubungan gelap dengannya.

Pertama, pikirkan dengan serius tentang apa yang tidak benar dengan pilihan yang Anda buat. Satu hal yang jelas adalah Anda tidak menikah dengan orang tersebut. Juga, Anda, pasangan Anda, anak-anak Anda, dan yang lainnya akan tersakiti dan merasa kehilangan, jika Anda membuat pilihan yang salah.

Kedua, pikirkan hal-hal positif tentang pasangan dan pernikahan Anda. Pertimbangkan dengan hati-hati, sisi baik dari pernikahan Anda. Anda dan pasangan Anda telah memiliki dan mengalami banyak hal baik bersama. Anda mungkin akan kehilangan itu semua jika pernikahan Anda terabaikan.

Anda bisa melihat foto-foto lama dan kenangan-kenangan lainnya untuk membantu Anda mengingat bahwa pernikahan Anda, bagaimana pun, adalah masih baik. Jika Anda berada di titik terendah dalam pernikahan Anda, lebih berhati-hatilah untuk tidak menyerah pada kecenderungan untuk mengingat-ingat sisi negatif pernikahan dan mengabaikan sisi positif pernikahan Anda.

Sumber: Artikel Warta Gereja 2009.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Setiap Orang Punya Cerita Duka

Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanyamelihat lapisan luar, dan tidaktahu isi dalamnya. Kita hanya melihat wah pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah,hidupnya bahagia sekali,padahal ia lagi stres dan hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank...Whoa... pasangan anggun yang hadir di acara reuni itu begitu serasi dan mempesona, mereka pasti hidup harmonis danbahagia. Padahal hidup mereka penuh dengan kebencian, saling menuduh, menghianati dan menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian dan bagi harta. Lihat pemuda itu, lulusan Harvard dengan nilai cumlaude, pasti mudah dapat kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia. Pada hal dia kena PHK sudah 10x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat job baru. Whoa Ibu muda itu, selalu ke pub dan diskotik, dia punya banyak waktu, gak perlu pusingin kerjaan rumah, hidupnya enjoy banget,dia pasti bahagia. Padahal batinnya hampa dan kesepian, jiwanya merintih. suaminya tak pernah menghargai dan mengasihinya. Lihat tetangga kita anaknyasudah besar-besar semua, bapak ibunya sudah boleh santai dan tenang, mereka pasti bahagia, namun kenyataannya orang tua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, anak-anaknya tak berbakti, suka judi dan narkoba. Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yang di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup. Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Settled in Heaven

Psalm 119:89

Forever, O LORD, Thy word is settled in heaven. NASB

God's Word comes to us in the book that we call the Bible and here, in the book, it tells us something about itself. It tells us three wonderful things about its own character.

First of all, "its forever." It's eternal, it's not temporary. It doesn't change with fashions or the events of history or the attitudes and thoughts of man. It's forever - an eternal word.

Then again, "it's God's word." It's not man's word. It didn't start with man. It came from God. It's the revelation of God Himself - His ways, His thoughts, His attitudes, His purposes, His laws. Men were the channels through which it came, but always God was the source.

The third thing it tells us is that "it's settled in heaven." Nothing that happens on earth can ever change the Word of God. It's not subject to the decrees of kings or emperors, nor to the opinions of politicians or to the violence of armies. It's out of reach of all those evil forces; it's settled forever in heaven.

What a comfort and what a blessing in the midst of all that's transient and temporary and impermanent and insecure, that we can lay hold in our own lives on God's Word which is forever, which comes from Him, which is settled in heaven.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Be Devoted

"Be devoted to one another in brotherly love. Honor one another above yourselves"(Romans 12:10, NIV).

What are you devoted to in your life? Being devoted to something is simply being loyal by giving of your time, affection and resources. Many people today are devoted to certain restaurants, television programs and even their cell phones! There's nothing wrong with any of that, but we have to examine our own hearts and see if we are being devoted to the people God has placed in our lives. Are we honoring others above ourselves? The world's system says to "look out for number one—yourself," but God's system says "look out for others, and I will look out for you."

Today, as you examine your own heart and life, ask the Lord to show you ways that you can honor others. One way is by simply being faithful to your word. Be a person of integrity and honor. As you live your life devoted to one another and honoring others, you are actually honoring God. He will repay you for your kindness and reward you in this life and in eternity!

A PRAYER FOR TODAY
Heavenly Father, teach me to be a person of honor. Teach me to be devoted to others the way You desire. Fill me with Your love which is all that matters in eternity. I bless You and thank You for Your goodness. In Jesus' Name. Amen.

- Joel & Victoria Osteen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Rabu, 21 Juli 2010

Mindset Insight

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada ke 2 anaknya:

Anakku ada 2 pesan penting yg ingin ayah sampaikan kpdmu untuk keberhasilan hidupmu

"Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada siapapun

Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung."

Sang anak pun bingung dgn pesan ayahnya , dan akhirnya sang Ayah pun pergi utk selama2 nya

5 tahun berlalu sang ibu pun menengok sih bungsu dgn kondisi bisnisnya yg sangat memprihatinkan, sang ibu pun bertanya wahai si bungsu knp kondisi bisnismu demikian

Si bungsu menjawab aku mengikuti pesan ayah bu.. Sy di larang menagih piutang ke siapa pun sehingga banyak piutang yg tdk di byr dan lama2 habislah modal sy, yg ke 2 ayah melarang sy terkena sinar matahari secara lsg, dan sy hanya punya spd mtr, itulah sebabnya pergi dan pulang ktr sy selalu naik taxi...:)

Kemudian sang ibu pergi ke tmpt si sulung kali ini keadaan berbeda jauh si bungsu sukses menjalankan bisnisnya.

Sang ibu pun bertanya wahai si sulung knp hidupmu sedemikian beruntung??

Sulung pun menjawab : ini krn aku mengikuti pesan ayah bu.. Yg 1 sy dilarang menagih piutang kpd siapapun. Oleh karena itu sy tdk pernah memberikan utang kepada siapapun sehingga modal sy tetep utuh.. :)

Ke 2 sy dilarang terkena sinar matahari secara lsg, maka dengan mtr yg sy punya sy selalu berangkat sblm matahari terbit dan plg larut malam setelah matahari terbenam.. Sehingga para pelanggan tau toko sy buka paling pagi dan tutup paling larut

Note : Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yg SAMA, namun masing2 memiliki sudut pandang/MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yg berbeda sehingga mendapatkan HASIL yg berbeda pula.
Hati2lah dengan Mindset kita. Mindset positip memberi hasil menakjubkan. Sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Selasa, 20 Juli 2010

Menyerahkan Kendali

Mazmur 48:15
"Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita"

Diceritakan ada seorang gadis kecil yang ayahnya berprofesi sebagai seorang pilot pesawat. Ketika mereka melintasi lautan Atlantik tiba-tiba datanglah badai. Mengetahui cuaca sekitar begitu buruk, awak pesawat pun membangunkan gadis kecil itu dan menyuruhnya mengenakan sabuk pengaman.

Gadis kecil tersebut akhirnya terbangun dan membuka matanya. Saat ia melihat kilatan petir di sekeliling pesawat, bertanyalah ia kepada awak kapal yang membangunkannya, "Apakah Ayah memegang kendali?' Awak pesawat menjawab, "Ya, ayahmu ada di ruang kokpit." Begitu mendengar jawaban tersebut, gadis kecil itu tersenyum, menutup matanya, dan kembali tidur.

Allah memegang kendali atas hidup kita, namun Dia memberi kita kebebasan untuk menjadi pilot atas diri kita sendiri seperti yang kita inginkan. Masalahnya sekarang adalah waktu kita memegang kendali atas diri kita sendiri, kita sering menabrak sesuatu, seperti halnya seorang pilot yang belum diajarkan cara menerbang, tetapi diberi tanggung jawab memegang kendali pesawat terbang.

Allah mengenal kita. Dia mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan kita, dan Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika kita bersedia menyerahkan kendali hidup kita kepada-Nya, Dia akan membawa kita ke tempat yang telah dijanjikan-Nya dengan keadaan selamat.

Anda akan merasakan ketenangan di dalam dunia ini bila Tuhan Yesus lah yang menjadi pengendali kehidupan Anda.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Jangan Pernah Lupakan Ini

Ulangan 31:8
""Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.""

Suatu kali, kira-kira beberapa tahun yang lalu, Billy Graham mengalami masa-masa yang gelap dalam hidupnya. Meskipun ia telah berdoa kepada Tuhan mengenai apa yang ia alami, namun ia merasa langit seperti menjadi tembaga baginya. Tuhan seolah-olah telah menghilang dari hidupnya dan ia sendirian bersama pencobaan dan bebannya.

Billy Graham akhirnya menulis surat pada ibunya mengenai pengalamannya itu. Beberapa hari kemudian, ia pun mendapat surat balasan dari ibunya yang isinya sebagai berikut: "Nak, ada saatnya ketika Allah menarik diri-Nya untuk menguji imanmu. Dia ingin kau mempercayai Dia dalam kegelapan. Sekarang, raihlah dengan iman melewati kabut dan kau akan menemukan bahwa tangan-Nya ada di sana."

Selesai membaca surat dari ibunya tersebut, tiba-tiba air mata keluar dari mata Billy Graham. Sambil berlutut di sisi tempat tidur, ia pun mulai menangis dan hadirat Allah yang melimpah dengan sekejap ia rasakan. Hari itu sungguh menjadi hari yang tidak pernah ia lupakan hingga saat ini.

Entah kita merasakan atau tidak merasakan hadirat Allah di saat jalan kita gelap, namun tetap berimanlah bahwa Dia ada disana. Jangan ragukan firman-Nya yang berkata, "Aku tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" karena memang itulah kebenaran yang sesungguhnya.

Allah selalu ada bersama Anda dan dalam keadaan apapun Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda seorang diri.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Lance Armstrong

"Jika saya masih bisa bergerak, artinya saya tidak sakit."

-- Lance Armstrong, pembalap Amerika Serikat, juara Tour de France 1999-2005

VONIS itu bak gledek di siang hari. Oktober 1996, dokter menyatakan Lance Armstrong positif mengidap kanker testis. Padahal sebagai pembalap sepeda profesional, karirnya lagi kinclong-kinclongnya di pucuk kesuksesan. Kontrak dengan tim balap Perancis baru saja diteken. Nilainya, wow, fantastis, dua tahun dia dibayar 2,5 juta dolar AS.

Namun, testisnya memang sudah membengkak sebesar buah jeruk. Dia pun muntah darah. Lebih membahayakan lagi, menurut diagnosis dokter, kanker itu sudah menjalar ke paru-paru dan otak. Operasi darurat pun dijadwalkan saat itu juga. Dokter mengatakan kepadanya bahwa persentase berhasil untuk hidup adalah 50%. Angka manipulasi sebenarnya. Dalam hitungan secara medis, diketahui harapan hidup Armstrong saat itu sesungguhnya tinggal 3%. Jangankan mendengar 3%, mendengar 50% saja jantung serasa mau copot. Siapa pun tentu akan lemas mendengar pengumuman itu.

Tapi, Armstrong tidak. Meski merasakan sakit yang luar biasa, namun dia tetap tegar. Armstrong berpacu dengan waktu. Baginya, penyakit kanker ibaratnya sebuah perlombaan. Ia harus menjalani operasi untuk menghilangkan kanker dan kemoterapi yang dilakukannya selama berbulan-bulan. Kanker membuat Armstrong ambruk. Pembalap tangguh itu kini lemah tak berdaya. Untuk mengayuh sepeda keliling halaman rumahnya saja ia tak mampu. Namun, dia tetap menjalani proses penyembuhannya dengan kukuh. Tanpa mengeluh. Satu harapannya, dia ingin sembuh total. Dan ia percaya itu. Kemoterapi pun selesai dilakukan, dan ajaib, kanker yang dideritanya hilang.

Siapa saja yang mengikuti kisah Armstrong pasti akan jatuh kagum. Semua itu merupakan hasil didikan yang keras. Mentalnya sudah ditempa sejak muda. Ia dididik oleh seorang ibu yang pekerja keras. Ibunya pernah mendapati Armstrong berhenti di tengah jalan karena kelelahan dalam lomba triathlon. Sang Ibu memarahinya, "Kamu tidak boleh berhenti meskipun harus berjalan." Armstrong pun menyelesaikan lomba itu hingga garis finish.

Keputusan besar dilakukan Armstrong setelah dinyatakan sembuh: dia kembali mengayuh sepeda. Banyak orang yang ragu tentu saja. Bersepeda bukan olahraga ringan. Butuh stamina fisik yang prima dan kuat. Tapi lagi-lagi dia menganggap sebuah sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Dia berlatih. Bahkan lebih keras dan lebih keras lagi. Ia pun berlatih bersepeda dengan mendaki ke atas puncak pegunungan. Ia mampu.

Ketika saat ia merasa sudah benar-benar pulih, pada 1999, Armstrong siap untuk mengikuti segala jenis lomba. Saat yang bersamaan, istrinya pun hamil. Terapi kesuburan menuai hasil. Padahal sebelumnya gara-gara kanker itu pulalah, dia divonis mandul. Hasilnya tak terkira. Lima bulan berselang, untuk pertamakalinya, Armstrong berhasil menjuarai Tour de France pada 1999. Dia pun menjadi raja tur paling terkenal sejagat itu. Berturut-turut, selama tujuh tahun, hingga 2005, dia selalu tampil di podium pemenang.

Setelah itu, dia benar-benar mundur. Tapi dia tidak sepenuhnya lengser. Pengalaman dirinya menghadapi penyakit kanker memberinya inspirasi untuk mendirikan Yayasan Lance Armstrong. Dan pada tahun 2004, ia mengembangkan Gelang Livestrong sebagai upaya meningkatkan kesadaran bagi para korban kanker.

Armstrong telah mengajarkan kepada banyak orang, ketika melawan kanker, ia mengalahkan musuh terbesar kehidupan, yakni keputus-asaan. Setiap orang boleh gagal, tapi jangan pernah berputus asa. Penyakit kanker yang dideritanya dijadikan pengalaman hidup yang tak ternilai. Pantang menyerah pada keadaan membuat dirinya mampu bertahan hidup dengan mengagumkan dan melewati berbagai rintangan untuk meraih gelar juara.

"Jika Anda meminta saya untuk memilih menang di Tour de France atau dari kanker, saya akan memilih menang dari penyakit itu. Karena itu adalah kemenangan saya sebagai manusia, pria, suami, anak, dan ayah," kata Armstrong.

Armstrong memberikan pelajaran penting. Jangan pernah menyerah dalam kehidupan. Seberapa pun beratnya.

By: Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Maafkan Aku Ya...?

Seorang Ibu Guru TK mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh anak-anak tiap murid'nya membawa kantong plastik transparan 1 buah & kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jmlh kentang'nya tdk ditentukan brp, tergantung jumlah org yg dibenci.

Pd hari yg disepakati masing-masing murid membawa kentang dlm kantong plastik. Ada yg berjmlh 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5. Spt perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama org yg dibenci. Murid-murid hrs membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yg membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega krn penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: "Bgmn rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pd umumnya mereka tidak merasa nyaman hrs membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tdk bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu, bgmn jk kita membawa kebencian itu seumur hidup ?

Alangkah tidak nyamannya ...

Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci.

Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sdng memegang bola berduri. Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan merasakan sakit. Karena itu tidak ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan.

Jd bagi yg semua orang yg pernah aku sakiti dan pernah tersinggung krn perkataan maupun perbuatanku baik sengaja maupun tidak, aku mohon maaf yah... Semoga tidak ada kebencian lg diantara kita...:)


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Sabtu, 17 Juli 2010

Doa Yang Dijawab

Ada seorang kakek yang sudah tua, tinggal di sebuah rumah di pinggiran desa. Kakek ini adalah seorang yang sangat saleh dan rajin beribadah kepada Tuhan. Si kakek dikenal di seluruh desa karena kebaikannya suka menolong orang dan taat beribadah.

Pada suatu hari turun hujan lebat di desa tersebut dan air dengan sangat cepatnya naik ke atas dan telah mencapai sebatas lutut. Orang-orang di desa tersebut telah diinstruksikan untuk mengungsi dan ramai-ramai mereka membawa barang-barangnya keluar dari rumah mereka masing-masing.

Si Kakek yang tinggal di pinggiran desa juga tidak luput dari situasi banjir tersebut dan menjadi cemas karenanya, tetapi sebagai orang yang beriman, dia berusaha berdoa memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan yang lebat tersebut agar seluruh orang di desa tersebut bisa diselamatkan.

Tak lama setelah dia berdoa, datanglah kepala desa hendak menjemputnya dengan kendaraan jipnya, tetapi si kakek menolak dengan halus dan dia berkata bahwa dia percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doanya dan segera menghentikan hujan lebat tersebut.

Pergilah segera sang kepala desa dengan perasaan cemas, tetapi karena dia percaya bahwa dia memang orang yang saleh, tentunya Tuhan juga pasti akan menolongnya juga. Hujan turun semakin lebatnya dan telah mencapai ketinggian satu meter dan seluruh penduduk desa telah mengungsi ke luar dan si kakek pun sudah berjongkok di atas lemarinya, dengan perasaan yang semakin cemas akhirnya dia berdoa dengan lebih keras lagi memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.

Tak lama kemudian datanglah regu penyelamat dengan mengendarai perahu karet dan berteriak-teriak memanggil si kakek. Si kakek pun berteriak kepada regu penyelamat tersebut dan berkata bahwa dia telah berdoa kepada Tuhan dengan lebih bersungguh-sungguh dan Tuhan selama ini tidak pernah tidak mendengarkan doanya dan dia percaya bahwa kali inipun Tuhan pasti mendengarkan doanya.

Akhirnya perahu karet itupun pergi dengan perasaan yang sangat khawatir akan keselamatan si kakek, tetapi karena merekapun merasa bahwa sang kakek memang memiliki iman yang lebih tebal daripada mereka maka merekapun tidak berani memaksa lebih keras lagi. Sepeninggal regu penyelamat dengan perahu karet, hujan malah turun semakin lebatnya dan lebih lebat dari sebelumnya dan kali ini si kakek sudah berdiri di atas atap rumahnya dan berteriak-teriak dengan sangat kerasnya berdoa memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.

Dari atas terdengar deru helikopter dengan keras dengan lampu sorotnya dan tampak beberapa orang berteriak dari atas helikopter kepada sang kakek untuk segera menangkap tali yang dilemparkan ke bawah. Dan kali inipun sang kakek menolak dan berkata dengan yakinnya bahwa dia telah berdoa dengan sangat sungguh-sungguh dan kali ini Tuhan pasti akan menghentikan hujan tersebut dan menolong si kakek.

Dengan putus asa helikopter tersebut meninggalkan si kakek yang terus berteriak-teriak memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan lebat tersebut dan mereka berharap bahwa semoga doa kakek terkabul dan mereka juga tahu bahwa kakek adalah orang yang sangat beriman dan selalu menolong orang lain.

Akhir kata, hujan tidak juga berhenti dan menenggelamkan si kakek dan dia pun meninggal. Karena selama hidupnya kakek tersebut sangat beriman dan tidak pernah sekalipun berbuat yang tidak baik dihadapan Tuhan, maka si kakek diijinkan masuk ke dalam surga. Di surga, kakek bertemu dengan Tuhan dan lalu menyatakan kekecewaannya karena doanya yang terakhir tidak dikabulkan oleh-Nya.

Tuhan pun berfirman kepadanya, "Kakek yang baik, engkau adalah anak-Ku yang baik dan sepanjang hidupmu engkau selalu menuruti firman-Ku, dan Aku pun selalu mendengarkan doa-doamu dan mengabulkannya. Pada waktu engkau berdoa yang pertama kalinya, Aku telah mengirim kepala desa untuk menjemputmu dengan mobil jipnya tetapi engkau tolak, lalu doamu yang kedua, Aku mengirimkan regu penyelamat dengan perahu karetnya dan itupun kau tolak dan terakhir engkau berdoa kepadaKu, Aku mengirimkan sebuah helikopter untuk menjemputmu tetapi masih engkau tolak juga. Aku selalu mendengarkan doamu anakKu."

Inti cerita ini adalah mengenai sebuah kesempatan,
dan bagaimana kita mengerti jawaban Tuhan atas doa-doa kita.


But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)