Senin, 08 November 2010

Menjaga Pergaulan

Manusia adalah mahluk sosial yang selalu bergantung kepada manusia lainnya. Tidak ada seorang manusia yang sanggup hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Orang yang hidup menyendiri akan dipandang aneh, kurang pergaulan. Namun tak jarang, terkadang masa depanpun tergantung dari lingkungan kita. Metode pergaulan semakin meningkat dari zaman-kezaman, seiring dengan berkembangnya mode dan teknologi.

I Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.


Ayat diatas menjelaskan bahwa kebiasaan kita dipengaruhi oleh pergaulan kita. Kebiasaan yang baik bisa rusak karena pergaulan yang buruk. Ini mengingatkan kita betapa besarnya pengaruh pergaulan dalam kehidupan, dengan kata lain kualitas hidup kita ditentukan oleh pergaulan kita.

Mengapa ada orang yang mengkonsumsi narkoba? Karena mereka bergaul dengan orang-orang yang mengkonsumsi narkoba. Demikian juga ada orang yang berperilaku freesex karena mereka bergaul dengan orang-orang yang freesex.

Ada pepatah dunia yang berkata begini "kalau mau sukses, bergabunglah dengan orang-orang sukses", "kalau mau gagal, bergabunglah dengan orang-orang gagal".
Pepatah itu memang benar, pola pikir kita biasanya dibentuk oleh orang-orang sekitar. Kalau kita bergabung dengan orang-orang yang berpola pikir negatif, maka kita juga akan cenderung berpikiran negatif.

Bahkan terkadang jodoh yang kita dapatpun tergantung dari pergaulan kita. Jika kita bergaul dengan orang-orang yang senang pergi ke Discotik atau ketempat hiburan lainnya, maka kemungkinan besar kita akan mendapat jodoh yang demikian.
Mau mendapat jodoh anak Tuhan? Yang baik dan taat beribadah?
Jangan cari di discotik, carilah di gereja. Bergaul dan bergabunglah dengan anak-anak Tuhan dan jangan lupa ikut melayani Tuhan, maka Tuhan akan memberikan anaknya untuk menjadi jodoh saudara. Tuhan tidak akan memberikan anaknya menikah dengan orang-orang dunia, terkecuali keputusan anak itu sendiri yang mau menikah dengan orang dunia. Tuhan akan cari jodoh yang seimbang buat anaknya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan melarang anak Tuhan berpasangan dengan orang yang tidak seimbang. Lihat ayat dibawah.

2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Contoh orang yang tidak menjaga pergaulan adalah Salomo.
Salomo seorang raja yang besar yang penuh hikmat dan kekayaan. Dia mempunyai hikmat yang tidak dimiliki oleh manusia sebelum dia bahkan sesudah dia. Artinya, dia adalah manusia yang paling berhikmat didunia ini dan tidak akan adalagi yang seperti dia.

Salomo adalah satu-satunya raja yang Tuhan pilih untuk mendirikan rumah bagi Tuhan. Namun kalau kita perhatikan, akhir dari hidup Salomo tidak secemerlang masa mudanya. Pada masa tuanya dia jatuh dalam dosa yang besar, yaitu penyembahan berhala (I Raja-raja 11:4). Mengapa Salomo bisa jatuh sebegitu dalam, bahkan hikmat yang luar biasa yang dia miliki tidak mampu menahannya untuk tidak menyembah berhala? Mari kita perhatikan ayat dibawah:

I Raja-raja 11:1-2 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.

Ayat diatas menjelaskan, Salomo jatuh karena tidak menjaga pergaulannya. Saya yakin, sebagai orang yang paling berhikmat didunia Salomo pasti tahu kebenaran firman Tuhan dimana Tuhan tidak mengijinkan orang Israel bergaul dengan orang-orang Moab, Amon, Edom, dan Het. Namun dia mengeraskan hati dan merasa kuat. Akibatnya, hikmatnya sendiri tidak mampu membuat dia lepas dari ikatan orang-orang tersebut.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita lebih berhikmat dari Salomo?
Oleh sebab itu marilah menjaga pergaulan. Orang yang sehebat Salomo saja bisa jatuh, apa lagi kita?

Contoh orang yang menjaga pergaulan adalah Abraham.
Abraham adalah orang yang sangat diberkati oleh Tuhan. Abraham mempunyai ketaatan yang luar biasa. Itulah sebabnya mengapa Tuhan menjanjikan dan memberikan berkat yang luar biasa kepada Abraham.

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Pada ayat diatas kita lihat Tuhan memerintahkan Abraham untuk meninggalkan negerinya bahkan meninggalkan sanak keluarganya. Mengapa demikian? Apa yang salah sehingga Abraham harus keluar dari negeri itu?
Tuhan memerintahkan Abraham agar jangan bergaul dengan orang-orang di negerinya. Negeri yang mereka tempati dipenuhi oleh orang-orang yang menyembah berhala. Bahkan keluarga Abraham lainnya terpengaruh dan terlibat dalam penyembahan berhala, hanya Abraham dan lot yang tidak. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memisahkan mereka, agar mereka tidak jatuh dalam penyembahan berhala.

Dari kedua contoh diatas kita dapat melihat orang yang memiliki hikmat yang luar biasa bisa jatuh karena tidak menjaga pergaulan. Sementara orang yang biasa-biasa saja Tuhan berkati dengan luar biasa karena menjaga pergaulan. Mana yang kita pilih?

Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡BlĪµ§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar