Senin, 29 November 2010

Melayani

Manusia berdosa pada dasarnya tidak suka melayani, namun perintah Tuhan Yesus sangat jelas bahwa mengikut Dia dan melayani Dia tidak dapat dipisahkan.

Jadimelayani bukanlah suatu tawaran atau pilihan atau alternatif, namun KEHARUSAN.

Maka dengan itu bila tidak memiliki alasan dan dasar yang kokoh untuk melayani, maka kita dapat undur dari pelayanan yang tidak mudah ini, lebih lebih hambatan hambatan ada di tengah tengah pelayani seperti :

1. Konflik dan kepahitan

2. Tidak ada kerja sama

3. Ketidak mampuan dan

Ketidakmauan.

4. Dosa dan ketidaktaatan.

5. Pekerjaan.

6. Kesehatan.

7. Kondisi dan keadaan.

8. Keluarga.

9. Kesadaran dan kemalasan,

Dsb.

Tuhan Yesus sangat memahami akan kesulitan kesulitan dan hambatan yang di alami para muridNya, mengingat para murid bukanlah orang orang yang yang berpendidikan tinggi atau cendikiawan.

Namun Tuhan Yesus mengingatkan bahwa setiap mereka yang mengikut dan melayani Tuhan akan memperoleh penghargaan dari Bapa di sorga.

Inilah warna kehidupan jemaat Allah dalam perjanjian baru yang sering menghadapi hambatan dalam mengiring dan mengikut Tuhan.

Namun mereka berjuang sedemikian rupa untuk tetap setia melayani Tuhan.

Komitmen merupakan karakter yang harus dimiliki oleh pengikut pengikut Kristus yang sungguh sungguh ingin melayani.

Sebagian besar kehidupan manusia di pengaruhi oleh mood, dan mood(situasi hati saat itu) dipengaruhi banyak faktor di sekelilingnya termasuk hambatan.

Namun kita yang melayani tidak hidup dikendalikan oleh mood / perasaan yang naik turun. Seorang yang melayani di kendalikan oleh otoritas dan perintah Allah untuk di taati.

Selamat melayani...

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar