Rabu, 29 September 2010

Belajar Melepaskan Apa Yang Menjadi Milik Kita

Sesuatu yang telah diberikan,
kita pikir itu milik kita..
Sesuatu yang telah didapatkan,
kita pikir itu milik kita..
Sesuatu yang diperoleh,
kita pikir itu adalah milik kita..
Semua milik kita, punya kita dan menjadi hak kita.

Tanpa kita sadari begitu kita terpisah darinya
begitu sakit rasanya..
begitu dalam penderitaannya..
begitu besar kehilangannya..
begitu dalam jurang kesedihannya..

Ia datang tanpa diundang..
Ia pun pergi tanpa berbekas..
Ia yang datang dan pergi, semua bukan milik kita
dan tidak perlu kita menderita karena melekatinya.

Selagi bersama, berbahagialah..
Selagi memiliki, hargailah..
Selagi ada, rasakanlah..

Sewaktu berpisah, kenanglah..
Sewaktu pergi, relakanlah..
Sewaktu kehilangan, lepaskanlah..

Saat jodoh telah berakhir, relakanlah, lepaskanlah. Setiap orang terlahir di dunia ini dengan tangan kosong, "pergi" pun kelak juga tidak akan membawa apa-apa. Ketika perannya berakhir, sampai di sanalah skenario kehidupannya. Segala sesuatu tidak kekal adanya. Itulah hidup..

Milikilah hidup tinggal di dalam Yesus. Orang-orang yang memutuskan untuk hidup di luar Dia tidak pernah memiliki damai yang sejati dalam hatinya. Apa yang ada pada kita semua ini hanyalah titipan saja. Kita hanya dipercayai untuk mengelola dengan baik dan benar. Buat apa juga kita memperoleh seluruh isi dunia ini, tapi kita kehilangan nyawa kita? Nyawa di sini berbicara tentang damai di hidup kita. Berbicara tentang kepastian bahwa kita sudah ditebus, diampuni dan diperdamaikan hubungan kita dengan Bapa di Sorga. Berbicara tentang berjalan bersama dengan Allah. Amin.

♡ ◦°˚G☺d♡BlĪµ§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar