Selasa, 24 Agustus 2010

Lukisan Diri

Amsal 3:5

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya.

Lukisan ini adalah lukisan yg sangat bagus & akan diperlihatkan pada saat pernikahan Putri Diana.

Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya & memandangi lukisannya yg berukuran 2x8 m & sambil memandanginya pelukis tersebut tanpa disadari telah berjalan mundur.

Dan ketika berjalan mundur pelukis tsb tidak melihat ke belakang.

Dia terus berjalan mundur hingga di belakangnya adalah ujung dari gedung tsb yg tinggi sekali & tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.

Salah seorang melihat pelukis tsb & hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tsb,

tapi tidak jadi karena dia berpikir mungkin ketika mendengar teriakannya,

pelukis itu akan kaget & malah jatuh ke belakang.

Kemudian orang tsb mengambil kuas & cat yg ada di depan lukisan,

lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak.

Pelukis tersebut sangatlah marah & maju hendak memukul orang tersebut,

tapi beberapa orang yang ada di situ menghadang & memperlihatkan posisi pelukis tadi yg nyaris jatuh.

Pesan Moral,

Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus & memimpikan suatu hari yg indah.

Tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh TUHAN,

karena DIA melihat bahaya yg ada pada kita kalau kita melangkah.

Kadang-kadang kita marah & jengkel terhadap TUHAN atau juga terhadap orang-orang disekitar kita.

Tapi perlu kita ketahui TUHAN selalu menyediakan yg terbaik untuk kita, anak-anak-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar