Senin, 08 November 2010

Hidup Rukun Yang Diberkati

Mazmur 133:1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Banyak orang yang menginginkan berkat dari Tuhan. Dia ingin memiliki keluarga yang diberkati, anak-anak, pendidikan, pekerjaan, usaha, dll yang diberkati. Banyak orang yang senang mengklaim janji berkat Tuhan namun syarat untuk janji itu tidak dituruti. Tuhan memang memberikan janji berkat, namun untuk memperoleh janji itu harus ada syarat yang di penuhi. Dan hanya kepada orang yang memenuhi syarat itulah janji itu Tuhan genapi.

Ulangan 11:26-28 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.

Syarat yang Tuhan minta adalah agar kita mentaati segala perintah Tuhan dengan tidak menyimpang kekiri atau ke kanan. Kita harus tetap di jalurNya. Tutup telinga terhadap bisikan-bisikan yang ada disebalah kiri atau kanan.

Sesuai dengan ayat Mazmur 133:1-3 diatas, salah satu syarat yang Tuhan minta adalah agar kita hidup rukun dan damai. Dalam keluarga antara suami dan istri harus hidup rukun saling mengasihi dan saling menghormati, rukun antara anak dan orang tua dan dalam komunitas harus ada kerukunan antara sesama anggota.

Jika anda pada saat ini sudah berkeluarga maka ciptakanlah kerukunan didalam keluarga anda, maka Tuhan akan memerintahkan berkatnya turun atas keluarga anda.

Bila dalam satu keluarga antara suami dan istri, anak dan orang tua tidak hidup rukun dan damai, maka bukan berkat yang akan turun melainkan kutuk. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti karena saya pernah mengalami sendiri masalah itu. Ketika saya dan istri mulai sering muncul perselisihan maka anak kami akan sering sakit-sakitan. Kami mengamati itu dari beberapa pengalaman. Oleh sebab itu saya minta kepada istri untuk coba lebih bersabar dan mengerti antara satu sama lain.

Dari beberapa keluarga yang kita amati maupun dari berita yang pernah kita dengar, dimana antara suami dan istri sering terjadi percekcokan maka yang menjadi korban adalah anak-anak. Ada anak yang sakit-sakitan, anak menjadi pendiam/pemurung, tidak percaya diri, bahkan ada anak yang jatuh dalam pergaulan bebas dan narkoba. Bukankah itu wujud dari kutuk?

Oleh sebab itu ketika kita membiarkan keluarga kita hidup dalam percekcokan, hidup dalam ketidak rukunan, itu artinya kita membuka celah bagi kutuk untuk masuk. Sama juga artinya dengan kita membiarkan kutuk tumbuh subur dan berkembang dalam keluarga kita.

I Korintus 1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

2 Korintus13:11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Paulus menyadari bagaimana dampak negatip dari pada ketidak rukunan. Oleh sebab itu ia meminta kepada jemaat di Korintus untuk hidup dengan rukun. Dia ingin jemaat korintus di berkati oleh Tuhan. Syaratnya harus hidup dalam kerukunan.

Dari ayat 2 Korintus 13:11 diatas, juga dikatakan bahwa Tuhan akan menyertai senantiasa orang-orang yang hidup rukun. Kita harus menyadari bahwa sebagai orang Kristen kita tidak bisa hidup diluar penyertaan Tuhan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika kita hidup tanpa penyertaan Tuhan. Saya sendiri tidak berani membayangkan.

Jika kita baca kitab Ayub, suatu kali Tuhan meninggalkan Ayub dengan menarik pagar perlindungan atasnya. Akibatnya dalam sekejabmata harta benda ayub habis, seluruh anak-anaknya tewas dalam satu hari. Bahkan istrinya akhirnya meninggalkan dia sendiri. Tuhan sengaja meninggalkan Ayub untuk menguji imannya yang mana akhirnya terbukti bahwa dia lebih mencintai Tuhan daripada harta dan anak-anaknya. Dari kisah ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa jika Tuhan beserta kita, iblis tidak bisa menyentuh dan berbuat apapun terhadap hidup kita.

Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Oleh sebab itu jika kita ingin diberkati dan disertai oleh Tuhan maka kita harus hidup rukun dan damai. Antara suami dan istri, anak dan orang tua jangan ada pertengkaran. Binalah senantiasa kerukunan dan damai dalam keluarga masing-masing. Semoga Tuhan memberkati. Amin


Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Menghadapi Krisis Global

2 Timotius 3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

Krisis Global yang melanda dunia akhir-akhir ini mulai terasa, bahkan dibeberapa lini perekonomian khususnya sektor pertanian sudah sangat terasa. Akibat krisis ekonomi yang melanda Amerika serikat, negara eropa dan negara lainnya membuat daya beli mereka menurun. Akibat permintaan menurun maka harga jual beberapa komoditas pertanian seperti kelapa sawit, karet dan kopi mengalami penurunan yang sangat tajam. Untuk kelapa sawit bahkan anjlok sampai Rp. 250,- per kilogram dimana sebelumnya mencapai Rp.2000,- per kilogramnya. Akibatnya petani menjerit, ongkos panen perkilogram lebih mahal daripada penjualan, sementara harga pupuk tetap tinggi, petani serba salah, di panen malah nombok tak di panen pohon kelapa sawit rusak. Stress terjadi dimana-mana, bahkan dibeberapa daerah angka bunuh diri meningkat. Beberapa surat kabar memuat berita "Akibat krisis global angka orang gila menggila".
Sebenarnya masalah krisis ekonomi bukan hanya terjadi saat ini, jaman Abraham, Ishak dan Yakubpun krisis ekonomi pernah terjadi bahkan lebih parah.

Krisis Jaman Abraham (Kejadian 12:1-20)

Suatu ketika Tuhan memerintahkan Abraham meninggalkan tanah Haran dan sanak keluarganya menuju tempat yang dijanjikan yaitu tanah Kanaan. Setelah tiba disana ternyata suatu ketika tanah kanaan mengalami kelaparan. Tapi Tuhan memperhatikan Abraham. Tuhan tidak membiarkan Abraham ikut menderita kelaparan. Oleh sebab itu Tuhan memerintahkan Abraham pergi ketanah Mesir. Di Mesir Abraham diam sebagai seorang asing namun Tuhan memeliharanya. Bahkan di Mesir Abraham memperoleh banyak lembu, sapi, kambing domba, budak laki-laki maupun budak perempuan, keledai betina dan unta.

Tuhan memakai apa saja untuk memberkati Abraham. Abraham memperoleh semua pemberian itu berkat kecantikan istrinya, Sara.

Mengapa Tuhan begitu memperhatikan Abraham dan tidak membiarkan Abraham kelaparan? Bahkan dimasa sulit Abraham mendapat berkat?

1. Karena Abraham taat kepada peritah Tuhan, dia memiliki Iman yang disertai dengan penyerahan.

Pada kejadian 12 :1 Allah memberi perintah kepada Abraham, pada ayat 4 Abraham menuruti perintah Tuhan tanpa bertanya mengapa dan kemana. Abraham tidak bertanya sedikitpun apa alasannya mengapa Tuhan memerintahkan dia pergi dari tanah kelahirannya.

Disini saya melihat Abraham mempunyai hati yang taat, bahkan bukan hanya ketaatan dia juga mempunyai penyerahan sepenuh kepada Tuhan. Dia tidak ragu, dia percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati sehingga dia tidak pernah mempertanyakan setiap perintah Tuhan. Karena ketaatannya Abraham tercatat dalam kitab Ibrani sebagai saksi iman.

Ibrani 11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Iman yang sejati adalah iman yang disertai dengan penyerahan. Tuhan sangat menyukai iman yang disertai dengan penyerahan. Contoh iman yang disertai dengan penyerahan adalah begini "Tuhan, aku percaya pada kuasaMu yang dahsyat, Engkau sanggup melepaskan aku dari segala pencobaan, tapi bukan kehendakku yang jadi, melainkan kehendak-Mulah yang jadi".

Karena bagi Abraham Tuhan adalah Nomor 1.

Tuhan sangat memberkati Abraham karena Abraham menempatkan Tuhan nomor 1 dalam kehidupannya. Tuhan lebih berharga dari apapun, lebih berharga dari sanak familinya, bahkan Tuhan lebih berharga dari anaknya sendiri, dimana Abraham bersedia mempersembahkan Ishak ketika Allah memintanya.

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Dari ayat diatas kita melihat seolah-olah Tuhan kejam, dimana Tuhan memisahkan Abraham dari sanak keluarganya. Mengapa Tuhan bertindak demikian? Itu karena Tuhan ingin Abraham menguduskan dirinya dan tidak tercemar dalam noda kekafiran keagamaan dan adat istiadat keluarga dan negerinya. Memang dalam Kejadian 12 tidak dijelaskan bagaimana kehidupan keluarganya. Namun jika kita perhatikan Kejadian 31:19, ketika Yakub meninggalkan Laban mertuanya, Rahel istrinya mencuri terafim (patung berhala) ayahnya. Ini menunjukkan bahwa keluarga Abraham yang lain adalah penyembah berhala dan hidup dalam adat istiadat noda kekafiran.

Tuhan sangat memperhatikan dan mengasihi orang yang menempatkan DIA diatas segalanya. Oleh sebab itu jika ingin diperhatikan dan di jaga Tuhan maka kita harus :

1. Memiliki iman dan penyerahan yang penuh kepada Tuhan.
2. Menempatkan Tuhan diatas segalanya.

2. Kelaparan pada zaman hakim-hakim (Rut 11-2).

Pada suatu kali, pada zaman hakim-hakim terjadilah kelaparan di Israel, Elimelekh beserta istri dan kedua anaknya pergi dari Betlehem-Yehuda ke daerah Moab mencari pertolongan. Namun sampai disana bukan keberuntungan yang didapatkan malah Suami dan kedua anaknya meninggal dunia. Kehidupan bukan semakin senang, malah semakin susah sehingga ketika Naomi kembali ke betlehem ia berkata : "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:20-21).

Mengapa Naomi bisa mengalami penderitaan itu? Itu karena Naomi tidak setia….Naomi beserta suami dan anaknya adalah gambaran kehidupan yang tidak setia. Ketika krisis melanda mereka malah pergi meninggalkan Betlehem-Yehuda dan pergi ke negeri lain yaitu Moab.

Israel – umat Tuhan adalah gambaran dari kehidupan yang beribadah, sementara daerah Moab adalah daerah yang tidak mengenal Tuhan yang merupakan gambaran dari kehidupan dunia ini.

Oleh sebab itu makna yang dapat kita ambil dari sini adalah ketika kita mengalami Krisis seperti krisis ekonomi saat ini, janganlah kita meninggalkan ibadah dan pergi kepada cara-cara dunia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Janganlah kita berpikir sekarang lagi susah jadi harus bekerja keras sehingga tidak ada waktu lagi untuk beribadah. Jangan andalkan kekuatan kita karena itu akan membuat kita hidup dalam kutuk seperti yang dialami oleh Naomi dan keluarganya.

Yesaya 17:5-8 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Marilah kita bersabar dan tetap setia kepada Tuhan. Kalaupun ada krisis seperti pada saat ini tetaplah mengandalkan Tuhan. Jangan lari dari jalannya Tuhan. Kalaupun sekarang kita mengalami pencobaan percayalah bahwa pencobaan itu tidak melebihi kekuatan kita karena Tuhan akan memberi jalan keluarnya (I Kor 10 :13). Kita pilih mana seperti Abraham atau Naomi dan keluarganya? Tuhan Yesus memberkati, amin!

Berdasarkan nats ayat diatas kita melihat bahwa apa yang terjadi pada saat ini sudah diberitahukan oleh Tuhan melalui para rasul sebelumnya. Ketahuilah kita telah memasuki masa hari-hari terakhir dimana kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Berdasarkan ayat diatas kita juga bisa melihat bahwa keadaan dunia tidak akan semakin baik. Ini bukan berarti saya pesimis bahwa tidak mungkin akan terjadi perbaikan. Satu yang saya sangat yakini bahwa bila kita hidup didalam kebernaran Tuhan, hidup dalam kehendak Tuhan maka kehidupan kita akan tetap terpelihara walaupun keadaan jaman semakin sukar. Itu sudah terbukti sejak jaman Abraham, Ishak dan Yakub.


Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Menjaga Pergaulan

Manusia adalah mahluk sosial yang selalu bergantung kepada manusia lainnya. Tidak ada seorang manusia yang sanggup hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Orang yang hidup menyendiri akan dipandang aneh, kurang pergaulan. Namun tak jarang, terkadang masa depanpun tergantung dari lingkungan kita. Metode pergaulan semakin meningkat dari zaman-kezaman, seiring dengan berkembangnya mode dan teknologi.

I Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.


Ayat diatas menjelaskan bahwa kebiasaan kita dipengaruhi oleh pergaulan kita. Kebiasaan yang baik bisa rusak karena pergaulan yang buruk. Ini mengingatkan kita betapa besarnya pengaruh pergaulan dalam kehidupan, dengan kata lain kualitas hidup kita ditentukan oleh pergaulan kita.

Mengapa ada orang yang mengkonsumsi narkoba? Karena mereka bergaul dengan orang-orang yang mengkonsumsi narkoba. Demikian juga ada orang yang berperilaku freesex karena mereka bergaul dengan orang-orang yang freesex.

Ada pepatah dunia yang berkata begini "kalau mau sukses, bergabunglah dengan orang-orang sukses", "kalau mau gagal, bergabunglah dengan orang-orang gagal".
Pepatah itu memang benar, pola pikir kita biasanya dibentuk oleh orang-orang sekitar. Kalau kita bergabung dengan orang-orang yang berpola pikir negatif, maka kita juga akan cenderung berpikiran negatif.

Bahkan terkadang jodoh yang kita dapatpun tergantung dari pergaulan kita. Jika kita bergaul dengan orang-orang yang senang pergi ke Discotik atau ketempat hiburan lainnya, maka kemungkinan besar kita akan mendapat jodoh yang demikian.
Mau mendapat jodoh anak Tuhan? Yang baik dan taat beribadah?
Jangan cari di discotik, carilah di gereja. Bergaul dan bergabunglah dengan anak-anak Tuhan dan jangan lupa ikut melayani Tuhan, maka Tuhan akan memberikan anaknya untuk menjadi jodoh saudara. Tuhan tidak akan memberikan anaknya menikah dengan orang-orang dunia, terkecuali keputusan anak itu sendiri yang mau menikah dengan orang dunia. Tuhan akan cari jodoh yang seimbang buat anaknya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan melarang anak Tuhan berpasangan dengan orang yang tidak seimbang. Lihat ayat dibawah.

2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Contoh orang yang tidak menjaga pergaulan adalah Salomo.
Salomo seorang raja yang besar yang penuh hikmat dan kekayaan. Dia mempunyai hikmat yang tidak dimiliki oleh manusia sebelum dia bahkan sesudah dia. Artinya, dia adalah manusia yang paling berhikmat didunia ini dan tidak akan adalagi yang seperti dia.

Salomo adalah satu-satunya raja yang Tuhan pilih untuk mendirikan rumah bagi Tuhan. Namun kalau kita perhatikan, akhir dari hidup Salomo tidak secemerlang masa mudanya. Pada masa tuanya dia jatuh dalam dosa yang besar, yaitu penyembahan berhala (I Raja-raja 11:4). Mengapa Salomo bisa jatuh sebegitu dalam, bahkan hikmat yang luar biasa yang dia miliki tidak mampu menahannya untuk tidak menyembah berhala? Mari kita perhatikan ayat dibawah:

I Raja-raja 11:1-2 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.

Ayat diatas menjelaskan, Salomo jatuh karena tidak menjaga pergaulannya. Saya yakin, sebagai orang yang paling berhikmat didunia Salomo pasti tahu kebenaran firman Tuhan dimana Tuhan tidak mengijinkan orang Israel bergaul dengan orang-orang Moab, Amon, Edom, dan Het. Namun dia mengeraskan hati dan merasa kuat. Akibatnya, hikmatnya sendiri tidak mampu membuat dia lepas dari ikatan orang-orang tersebut.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita lebih berhikmat dari Salomo?
Oleh sebab itu marilah menjaga pergaulan. Orang yang sehebat Salomo saja bisa jatuh, apa lagi kita?

Contoh orang yang menjaga pergaulan adalah Abraham.
Abraham adalah orang yang sangat diberkati oleh Tuhan. Abraham mempunyai ketaatan yang luar biasa. Itulah sebabnya mengapa Tuhan menjanjikan dan memberikan berkat yang luar biasa kepada Abraham.

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Pada ayat diatas kita lihat Tuhan memerintahkan Abraham untuk meninggalkan negerinya bahkan meninggalkan sanak keluarganya. Mengapa demikian? Apa yang salah sehingga Abraham harus keluar dari negeri itu?
Tuhan memerintahkan Abraham agar jangan bergaul dengan orang-orang di negerinya. Negeri yang mereka tempati dipenuhi oleh orang-orang yang menyembah berhala. Bahkan keluarga Abraham lainnya terpengaruh dan terlibat dalam penyembahan berhala, hanya Abraham dan lot yang tidak. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memisahkan mereka, agar mereka tidak jatuh dalam penyembahan berhala.

Dari kedua contoh diatas kita dapat melihat orang yang memiliki hikmat yang luar biasa bisa jatuh karena tidak menjaga pergaulan. Sementara orang yang biasa-biasa saja Tuhan berkati dengan luar biasa karena menjaga pergaulan. Mana yang kita pilih?

Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Semakin Dihambat Semakin Merambat

Keluaran 1:12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.

Kisah 11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.

Semakin dibabat semakin merambat, itulah ungkapan khusus bagi orang Kristen. Sejak bangkitnya gereja mula-mula, berbagai usaha dilakukan untuk menghambat pertumbuhannya. Para pemuka agama Yahudi bekerja keras, mereka bekerja keras bukan untuk memberitakan kerajaan Allah, melainkan untuk membabat dan membinasakan orang Kristen.

Salah satunya adalah Saulus (Paulus). Saulus adalah salah satu murid Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati. Ia sangat benci dengan orang Kristen sampai-sampai minta ijin kepada Imam Besar untuk memburu dan membinasakan orang Kristen. Namun apakah orang Kristen binasa? Justru tidak, malah semakin subur berkembang.

Manusia tidak bisa menghentikan pekerjaan Allah. Pertumbuhan agama Kristen adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia. Guru dari Saulus, Gamaliel, ternyata lebih bijaksana dari Saulus dan dari para ahli taurat lainnya. Dia berkata : "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." (Kisah 5:35,38-39).

Gamaliel memberikan contoh beberapa pemberontakan terjadi yang akhirnya dapat ditumpas dan mereka semuanya binasa. Itu membuktikan bahwa pemberontakan itu berasal dari manusia bukan karena kehendak Allah.

Pada zaman perbudakan Israel di Mesir, Firaun berusaha menghambat pertumbuhan orang Israel dengan mengeluarkan perintah untuk membinasakan setiap bayi laki-laki yang lahir dikalangan orang Israel. Namun usaha itu sia-sia, karena tangan Tuhan melindungi orang Israel. Malah orang yang akan memimpin kemerdekaan orang Israel di besarkan didalam istana Firaun.

Rancangan Tuhan tidak pernah gagal terhadap umatnya, bahkan hal yang negatif Tuhan balikkan menjadi hal yang positif. Justru karena penindasanlah maka Kristen berkembang dan menyebar. Mungkin agama Kristen akan hanya ada di Israel dan tidak sampai ke Indonesia atau ke seluruh pelosok bumi sekalipun jika tidak ada penindasan.
Saya teringat satu firman Tuhan yang berbunyi begini :

Amsal 16:4 TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.
Sekali lagi, ayat diatas menegaskan bahwa dalam tangan Tuhan segala sesuatu itu, apakah itu keadaan suka, apakah itu keadaan duka, ada tujuannya. Bahkan orang fasikpun dibiarkan Tuhan hidup ada tujuannya.

Penindasan terhadap orang Kristen tidak hanya pada zaman gereja mula-mula saja. Sampai saat ini pun banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk menghambat pertumbuhannya. Jika kita menonton video-video kesaksian, diberbagai negara umat Kristen ditangkap dan disiksa. Bahkan saya pernah melihat disuatu negara orang kristen di kumpulkan, dibawah todongan senjata satu persatu disuruh meludahi Alkitab. Semuanya meludahi termasuk Pendeta dari gereja itu. Namun ada seorang anak perempuan kecil sambil menangis dia membersihkan Alkitab itu dengan bajunya dan kemudian memeluknya walau akhirnya dia harus kehilangan nyawa karena hal itu.

Dalam Alkitab Tuhan Yesus mengatakan akan datang saatnya ada orang yang membunuh orang Kristen karena mereka menyangka bahwa perbuatan itu adalah tanda bakti kepada Allah. Padahal tidak.

Yohannes 16:2-4a Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

Salah satu bukti dari usaha penghambatan adalah dipersulitnya pembangunan Gereja. Ijin mendirikan bangunan Geraja tidak bisa keluar begitu saja. Harus melalui syarat ini dan itu. Akibatnya gereja berdiri di Mal-Mal, dan baru-baru ini kedengarannya entah benar,entah tidak, katanya di Mal-Mal pun sudah mulai dilarang dan tidak diperbolehkan. Sekali lagi ini entah benar, entah tidak saya tidak tahu pasti karena saya tidak pernah ibadah disana.

Namun satu hal, seberapa besarpun usaha manusia untuk menghambat pertumbuhan Gereja/orang Kristen pasti tidak akan berhasil, karena gereja bukanlah bicara soal bangunan atau agama semata. Gereja adalah bicara soal bait Allah. Siapakah yang bisa membinasakan bait Allah?.


Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Menyelidiki dan Memeriksa Diri Sendiri

Ratapan 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.

Ayat diatas mengajak kita untuk meneliti dan memeriksa hidup kita. Kita suatu saat perlu diperiksa apakah kita masih hidup dalam jalur yang benar atau tidak.

Beberapa tahun yang lalu saya bekerja pada beberapa industri sebagai staff Quality Assurance. Salah satu tugas saya adalah menjamin peralatan/alat ukur yang digunakan dalam proses produksi pembacaan pengukurannya berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.

Agar kita bisa menjamin pembacaan alat ukur tersebut tidak menyimpang maka dalam waktu tertentu alat tersebut harus di teliti dan diperiksa kembali atau istilahnya disebut di kalibrasi kembali. Kalibrasi bisa dilakukan perbulan, pertiga bulan atau perenam bulan.

Hal yang sama perlukan juga dilakukan terhadap manusia. Manusia adalah mahluk yang senantiasa memiliki perangai yang bisa berubah setiap waktu. Sifat manusia terkadang dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya atau situasi yang sedang terjadi pada saat itu. Contohnya seperti saat ini kita sedang dilanda krisis global. Tanpa disadari banyak orang yang memiliki perangai yang berubah. Yang tadinya mungkin banyak bicara jadi pendiam, yang tadinya mungkin penuh sukacita jadi pemurung. Itu masih mendingan, yang paling ditakutkan adalah yang tadinya takut akan Tuhan menjadi tidak takut akan Tuhan. Dalam berusaha jadi menghalalkan segala cara.

Salah satu perangai manusia yang umum adalah suka mengkritik. Orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang memiliki perangai suka mengkritik, suka menilai kehidupan orang lain. Kalau kritik didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk kemajuan bersama itu adalah hal yang baik dan benar. Tetapi banyak orang mengkritik bukan karena bermaksud untuk membangun tetapi hanya untuk menunjukkan ketidak setujuan atas apa yang diperbuat orang lain, ada kritik karena ingin menunjukkan bahwa dia lebih memahami masalah itu dari pada yang dikritik. Adapula kritik karena iri dengki. Ketika ia melihat kemajuan orang lain hatinya membara karena dibakar oleh roh iri hati, akibatnya muncullah kritik dari mulutnya. Saya tidak mengatakan kritik itu tidak boleh, tapi biarlah kritik yang disampaikan itu didasari oleh motivasi yang benar yaitu untuk membangun.

Lukas 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Ayat diatas diucapkan langsung oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata demikian karena Dia banyak sekali menerima kritik dari orang-orang Yahudi terutama orang farisi dan para ahli taurat. Yesus melihat motivasi yang negatif dari kritikan mereka. Karena iri hati dan dengki mereka mengkritik pelayanan Yohannes pembabtis dan Tuhan Yesus. Bahkan mereka mengatakan muzizat yang dibuat oleh Tuhan Yesus berasal dari kuasa penghulu setan Beelzebul (Matius 12:24).

Kritik yang timbul karena dengki, iri hati itu amat berbahaya terlebih lagi jika yang dikritik itu hamba Tuhan. Sekarang ini banyak jemaat yang tidak segan-segan lagi menyampaikan kritik terhadap gembalanya. Sekali lagi yang saya maksud disini adalah kritik yang timbul dari motivasi yang negatip. Mereka selalu mencari kelemahan Gembalanya dan ketika ditemukan mereka langsung mengkritik dan menyebarkan ke orang lain. Saya berkata ini bukan karena saya seorang gembala, saya hanya jemaat biasa.

Perlu kita ketahui bahwa mengkritik hamba Tuhan akan berdampak besar bagi si pengkritik. Bukan hanya bagi dia, bagi gereja juga akan berpengaruh. Banyak gereja yang pecah oleh karena kritikan. Gembala dan jemaat saling gontok gontokan.

Suatu ketika Harun dan Miryam tidak senang kepada Musa. Mereka mengkritik Musa karena perempuan Kush yang diambil sebagai istrinya. Kritik itu meningkat sampai ketahap cemooh. Hal ini dapat kita baca di kitab Bilangan 12. Bahkan mereka berani meninggikan diri dengan berkata "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" (Bilangan 12 : 2). Namun Musa tidak marah karena dia memiliki hati yang lembut, bahkan dalam Bilangan 12:3 dikatakan kelembutan hatinya melebihi setiap manusia yang ada dimuka bumi.

Walau Musa diam namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan datang sebagai pembela bagi Musa. Tuhan marah kepada Harun dan Miryam. Sebagai akibatnya Miryam kena penyakit kusta. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku ceroboh terhadap hamba-hamba Tuhan. Kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Bagaimanapun mereka adalah hambat Tuhan, Tuhanlah yang berhak menghakimi mereka bukan kita.

Peristiwa ini pun dapat kita tarik pelajaran bahwa jika terjadi hal yang tidak baik bagi kita mungkin ada sesuatu yang salah kita lakukan.

Pada zaman nabi Hagai orang israel kembali mengalami krisis ekonomi, itu dapat kita baca di Hagai 1 dan 2. Mereka bekerja keras namun hasilnya sedikit. Namun mereka tidak menyadari kenapa krisis itu terjadi. Mereka hanya sibuk dengan urusannya tanpa memikirkan rumah Tuhan yang tinggal puing-puing. Tuhan marah dan membiarkan krisis itu terjadi. Sampai suatu ketika Tuhan menyadarkan mereka bahwa krisis itu terjadi karena mereka sendiri. Syukurlah Tuhan masih mau bermurah hati dan menyadarkan mereka. Bagaimana seandainya tidak? Bukankah mereka akan tetap berkelanjutan dalam krisis? Bahkan mungkin bertambah parah?

Tapi ketika mereka sadar dan setelah berbalik kepada Tuhan akhirnya mereka dapat lepas dari krisis, bahkan berlimpah. Oleh sebab itu marilah kita memeriksa hidup kita dan berbalik kepada Tuhan sehingga kita dapat melalui krisis ekonomi yang sedang melanda kita. Tuhan Yesus memberkati.


Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Menghitung Hari-Hari

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Tujuan dari menghitung hari-hari adalah agar kita menyadari dan mengetahui bahwa hidup itu singkat sehingga tidak ada seorangpun yang harus menyombongkan diri, merasa lebih hebat dari orang lain. Hidup itu tidak lebih dari hitungan hari saja.

Dalam Mazmur 90:10 mencatat bahwa rata-rata umur manusia adalah 70 tahun. Itu sama dengan 25.550 hari saja. Jadi rata-rata umur hidup manusia hanya 25.550 hari, jadi apa yang harus di sombongkan? Bukankah hidup itu singkat? Bahkan dalam Yakobus 4:14 mencatat bahwa hidup kita hanya seperti uap saja.

Yakobus 4:14b : "Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."

Pertanyaan:
1. Sudah berapa hari kita lalui dari 25.550 hari tersebut? (12.485)
2. Sudah berapa hari kita hidup di dalam Tuhan?

Seperti yang tercatat dalam ayat pembuka diatas, menghitung hari bertujuan agar kita memperoleh hati yang bijaksana dan dalam Amsal 2:11 dikatakan bahwa kebijaksanaan akan memelihara kita.

Oleh sebab itu dengan hati yang bijaksana marilah kita merenungkan apa saja yang telah kita perbuat ditahun 2008 dan dengan hati yang bijaksana pula kita memikirkan dan merencanakan apa yang akan kita lakukan di tahun 2009.

Tahun 2008 sudah berlalu, dengan hati yang bijaksana mari kita renungkan apa saja yang sudah kita perbuat, yaitu :

1. Merenungkan kehidupan secara Jasmani.
Bagaimana kehidupan jasmani kita, apakah tahun 2008 hidup kita di berkati oleh Tuhan? Jika ya, maka bersyukurlah kepada Tuhan dan jadilah saluran berkat bagi sesama, marilah kita memperhatikan kehidupan orang yang lebih susah dari kita, terutama orang yang seiman (Galatia 6:10).

Jika merasa masih belum di berkati, jangan kecewa, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk hidup kita, menantilah dengan sabar. Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing. Tuhan belum menjawab doa kita pasti ada tujuannya, setidaknya menguji iman kita apakah kita mengasihi Tuhan lebih dari harta dunia ini.

Amsal 16:4 TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Pengkotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Jadi, baik diberkati maupun belum marilah kita tetap bersyukur.

1 Tessalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

2. Merenungkan keidupan Rohani.
Selain merenungkan kehidupan jasmani, kita juga harus merenungkan kehidupan rohani kita. Sudah berapa banyak yang kita perbuat untuk Tuhan ditahun 2008?. Berapa banyak buah yang kita hasilkan?

Atau apakah kita hanya suam-suam kuku? Tidak panas dan tidak dingin, atau Tidak maju dan tidak mundur? Kristen yang suam-suam kuku sangat tidak mengenakkan bagi Tuhan dan dalam kitab Wahyu dicatat orang yang suam-suam kuku akan dimuntahkan oleh Tuhan.

Wahyu 3:15-16 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Orang memuntahkan sesuatu karena 2 hal yaitu : Tidak enak dan jijik.

Kristen yang suam-suam kuku adalah sama dengan kristen yang seperti pusaran air.
Memang bergerak, tapi hanya di situ-situ saja dengan kata lain hanya berputar-putar di tempat, tidak ada kemajuan. Orang seperti ini tidak akan pernah sampai di tujuan.

3. Apa Visi kita ditahun 2009?
Secara arti kata visi memiliki arti pandangan, penglihatan. Secara kiasa diartikan sebagai impian atau harapan..

Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu (visi), menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

Dari ayat diatas kita mengetahui betapa pentingnya sebuah visi. Tanpa visi maka perjalanan kita akan menjadi tanpa arah. Secara jasmani mungkin kita sudah merancangkan apa yang akan kita lakukan, apa yang akan kita kerjakan., pengembangan bisnis dan usaha dan lain sebagainya. Namun satu hal, kita jangan hanya memikirkan perkara-perkara jasmani saja. Kita juga harus memikirkan perkara-perkara kerohanian.

Kolose 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Saya sangat yakin sekali ketika kita memikirkan perkara-perkara rohani maka berkat jasmani akan mengikuti (Baca Matius 6:33). Saya pribadi memegang janji Tuhan bahwa Tuhan akan membuat perbedaan antara orang yang beribadah kepadaNya dengan orang yang tidak beribadah (Maleakhi 3:18)

Agar kerohanian kita tetap eksis, maka kita harus memiliki visi dalam kehidupan kita.
Dengan memiliki visi membuat kekristenan kita tidak seperti kristen yang berada dipusaran air.

Filipi 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Ayat ini menjelaskan bahwa dalam pelayanannya Paulus memiliki visi, dia memiliki impian yaitu panggilan surgawi. Itulah yang membuat dia tetap bertahan dan pantang menyerah dalam melayani Tuhan. Banyak penderitaan yang dia alami dalam pelayanannya, tetapi itu tidak pernah melunturkan imannya. Mengapa? Karena dia tetap berpegang teguh pada visinya yaitu panggilan surgawi (Alkitab terjemahan sehari-hari : "hidup di surga")..

Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Mari Menghargai Kasih Karunia Tuhan

Roma 11:21-22 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Dalam Roma 11:11-24 mencatat bahwa bangsa Israel adalah cabang-cabang asli dari pohon zaitun, bangsa-bangsa lain (kita) adalah cabang-cabang dari pohon zaitun liar. Namun karena kekerasan hati dan ketidak percayaan bangsa Israel maka Allah mematahkan beberapa cabang dari pohon zaitun asli tersebut dan mencangkokkan cabang-cabang dari pohon zaitun liar. Artinya karena penolakan Israel maka keselamatan sampai kepada bangsa-bangsa lain. Ini adalah sebuah kasih karunia yang luar biasa. Kita yang pada mulanya adalah bangsa kafir yang harus binasa di pilih Allah untuk diselamatkan.

Bagaimana kita menanggapi kasih karunia yang besar ini?. Apakah kita menghargainya sama seperti orang Yahudi? Tidak! Seharusnya kita menghargai kasih karunia ini lebih dari mereka. Kita harusnya lebih lagi mengasihi, menghargai, menghormati dan takut akan Tuhan, dan harus tetap mengerjakan keselamatan yang telah Tuhan berikan (Filipi 2:12). Kita harus senantiasa mengingat dan menyadari bahwa kita adalah bangsa kafir yang mendapat kasih karunia keselamatan dari Tuhan. Jangan sia-siakan kasih karunia itu. Seperti yang tercatat dalam ayat pembuka diatas, jika cabang-cabang asli saja Tuhan tidak menyayangkan apalagi kita yang adalah cabang-cabang yang di cangkokkan? Oleh sebab itu mari lebih lagi bertekun dalam ibadah, bertekun dalam firman Tuhan dan tak lupa senantiasa bersyukur atas kasih karunia keselamatan yang luar biasa dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.


Sumber : Renungan Kristen

♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)