Selasa, 04 Januari 2011
Arti Sebuah Kehadiran
Para turis pulang dengan hanya membawa koleksi foto, tetapi kehilangan momen terindah! Mereka pernah ke sana, tetapi mereka tak pernah sungguh hadir di sana.
Tuhan kerap memberi momen yang indah kepada kita. Momen untuk beribadah di gereja. Momen untuk bercengkerama bersama keluarga. Momen untuk menunjukkan rasa cinta pada hari ulang tahun kekasih kita. Momen untuk menyaksikan keindahan alam ciptaan Tuhan. Pastikan Anda benar-benar hadir dan menikmati setiap momen yang diijinkan Tuhan untuk datang di dalam kehidupan kita. Jangan sampai kesibukan kita merusak momen itu.
Sebuah kehadiran jauh lebih berkesan daripada sejuta kenang-kenangan
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Belajar Dari Kisah Kerang dan Bangau
Di tepi sebuah pantai, kerang sedang membuka cangkangnya untuk mencari makanan.
Tidak lama kemudian, datang seekor bangau melihat kerang dengan cangkang terbuka, dan bangau itu tergoda untuk memakan daging kerang itu.
Tanpa menunggu lama, bangaupun mematuk kerang, tapi tak kalah sigapnya, kerangpun langsung menutup cangkannya, maka paruh si bangau tersangkut cangkang kerang, sehingga bangau itu tidak berkutik.
Kerang berkata " karena kau ingin memakan dagingku, jangan harap aku melepaskanmu sampai kapanpun, biar nanti kau mati kelaparan di pantai ini. Bangau itupun menjawab "kalau kau tidak melepasku, kau juga akan mati".
Tak satupun dari mereka mau mengalah. Akhirnya datanglah seorang nelayan pantai dan menangkap bangau dan kerang tersebut dengan mudah dan menjadikan mereka sebagai santap siang yang nikmat karena tidak perlu berburu dengan bersusah payah.
Didalam perselisihan, tidak ada yang di untungkan, hanya satu pihak yang paling di untungkan, yaitu "i b l i s".
Iblis akan sangat senang karena tahu bahwa saat tidak ada kerukunan, berkat tidak akan tercurah, damai sukacitapun menjauh.
Iblis memperoleh keuntungan karena dengan adanya pertikaian, ia dapat menanamkan benih kebencian, dendam, amarah dan kepahitan di dalam hati manusia.
Saudaraku, mari kita ciptakan kerukunan dan kedamaian di dalam hidup kita dengan sesama, sehingga kita boleh menjadi pembawa damai.
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan di sebut anak anak Allah". (Mat 5:9)
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Ucapkanlah Syukur Senantiasa
- Kenapa kita harus mengalami kesulitan, sementara orang lain bisa mengalami kemudahan dan gembira?
- Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur, sementara orang lain sudah pulang ke rumah?
- Kenapa kita selalu menjadi karyawan, sementara orang lain bisa menjadi usahawan sukses?
- Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum, sementara orang lain dapat merasa nyaman di kendaraan pribadinya?
Tetapi pernahkah kita bertanya:
- Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita, bahkan malah tidak pernah tahu dan mengalami apa yang namanya sukacita?
- Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali, bahkan sampai rela untuk bekerja apapun?
- Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak memiliki dana untuk membayar biayanya?
Kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah? Kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat gembira hati kita melupakan Tuhan? Kenapa kita selalu komplain, tetapi kita tidak pernah bersyukur? Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita masing-masing. Bersyukurlah selagi mampu bersyukur, sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu. Sebelum mata terpejam, sebelum terlelap di dalam tidur, sebelum terlena dalam mimpi, ucapkanlah rasa syukur atas berkat dan nikmat yang telah kita dapati hari ini.
Ucapkanlah syukur senantiasa
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Ucapan Syukur
Sewaktu jamuan itu berlangsung, seorang pengemis yang kotor dan berpakaian kumal masuk ke dalam ruangan. Lalu ia makan dan minum sepuas hatinya.
Para page itu terguncang. Mereka mengharapkan agar sang raja untuk mengusirnya pergi, namun sang raja tidak mengucapkan sepatah katapun. Ketika pengemis itu berdiri dan pergi tanpa mengatakan terima kasih sama sekali, anak-anak itu tidak bisa lagi menahan kejengkelan mereka, "Sungguh orang jahat yang menjijikan!" seru mereka.
Sang raja mendiamkan mereka dan dengan suara tenang berkata, "Anak-anakku, selama ini kalian lebih berani dan kurang ajar daripada pengemis tadi. Setiap hari kalian duduk menghadap meja yang dipenuhi dari kelimpahan Bapa sorgawai kalian, namun kalian tidak pernah sekalipun meminta berkat-Nya ataupun menunjukkan kepada-Nya rasa terima kasih kalian."
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terlena dengan segala kebaikan dan kemurahan yang Allah karuniakan kepada kita sehingga kita lupa untuk mengucap syukur kepada-Nya. Padahal tanpa kasih-Nya, segala berkat dan kemurahan itu tidak akan pernah datang di dalam kehidupan kita. Apa yang Anda tidak syukuri hari ini? Seraya Anda menyuarakan terima-kasih Anda yang "terlambat", Anda akan mendapati bahwa masalah-masalah yang Anda keluhkan tidaklah sangat berarti dibandingkan dengan segala kebaikan Tuhan yang penuh kasih karunia di dalam kehidupan kita (baik yang kita sadari ataupun yang tidak kita sadari).
Bila setiap anak-anak Tuhan berdoa sebanyak mereka bersungut-sungut, maka mereka tidak akan pernah punya alasan lagi untuk bersungut-sungut.
Ucapkanlah syukur senantiasa.
By : Doa Jala Kasih
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Your Problems Must Be Bow To Jesus's Name
at the name of Jesus every knee should bow, of those in heaven, and of those on earth, and of those under the earth,
--
Whatever is troubling you, if it has a name, it must bow to the name of Jesus! Cancer must bow to the name of Jesus. Poverty must bow. Shame must bow. The Bible tells us that God has highly exalted Jesus and given Him the name which is above every name, that at the name of Jesus every knee must bow!
That is exactly what happened when a severely demon-possessed man saw Jesus. The demons in him — called Legion for there were many of them — not only begged Jesus not to torment them, but they also fled when Jesus commanded them to go. The man was left whole, healed and in his right mind. (Luke 8:26–35)
My late father was similarly delivered from his drinking addiction of many years. I remember how he was in a drunken stupor one day. I prayed over him in Jesus' name for him to be loosed from his addiction to alcohol. He threw up violently soon after that and from that moment on, he never touched the bottle again!
Beloved, if your child is sick, lay hands on him and say, "In Jesus' name, cough, stop. Fever, go in Jesus' name. Health flows in your body in Jesus' name!" If there is strife and confusion at home, deal with it the same way. I have used the name of Jesus as I prayed for a couple who were quarrelling in a food center. It was amazing. All the strife between them seemed to melt away and they started to talk calmly after that.
That is the power of the name of Jesus because that is the name of the one who died for you, who rose again and today is at the right hand of God, for you! That is the name which is above every name, and at which every knee must and will bow!
Joseph Prince
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Sekiranya Kristus Tidak Datang
Di dalam mimpinya, pendeta itu melihat dirinya sedang memeriksa rumahnya, namun dia tidak menemukan kaus-kaus kaki kecil yang digantung di sudut perapian. Dia juga tidak menemukan lonceng Natal ataupun rangkaian bunga, dan tidak ada Kristus yang memberikan kedamaian, sukacita dan keselamatan. Lalu dia pergi ke luar rumah dan menyusuri jalan-jalan umum, tetapi dia tidak menemukan satu pun gereja yang menaranya menjulang ke langit. Akhirnya dia kembali pulang ke rumahnya dan duduk di ruang perpustakaan, namun setiap buku yang mengulas tentang Juruselamat hilang dari tempatnya.
Tiba-tiba bel pintu berdering dan seorang ibu pembawa pesan meminta dia untuk mengunjungi seorang ibu miskin yang sangat sakit. Ibu itu segera bergegas pergi dengan menggendong seorang anak yang sedang menangis. Sesampainya di rumah ibu tersebut, pendeta itu segera duduk dan berkata, " Saya memiliki sesuatu di sini yang dapat menghibur Anda." Dia membuka Alkitabnya untuk mencari satu janji Tuhan yang cukup dia hafal, tetapi kitab Maleakhi adalah kitab terakhir yang dia jumpai dalam Alkitabnya. Tidak ada Injil dan tidak ada penggenapan akan pengharapan dan keselamatan, dan dia hanya dapat menundukkan kepala dan menangis bersama dengan wanita itu dengan kepedihan yang mendalam.
Dua hari berikutnya dia berdiri di samping peti jenazah wanita itu dan memimpin upacara pemakaman, tetapi tidak ada berita penghiburan, tidak ada Firman Tuhan mengenai kebangkitan, tidak ada pintu Sorga yang terbuka, yang ada hanya "Dari debu kembali menjadi debu, dari abu kembali ke abu" dan upacara perpisahan kekal. Pendeta ini akhirnya menyadari bahwa "DIA tidak datang", dan mendadak dia berurai air mata dan menangis tersedu-sedu di dalam mimpi yang menyedihkan itu.
Tiba-tiba dia terbangun, dan mendengar paduan suara gereja menyanyikan pujian "Mari kita bersukacita.. Sebab DIA telah datang." Sesungguhnya Tuhan Yesus telah datang! (Lukas 2:10-11). Kiranya hati kita terbeban untuk melayani orang-orang yang tinggal di dalam "kegelapan dunia", karena mereka belum pernah merasakan anugerah Natal dalam hidupnya.
(Mrs. Chas E. Cowman, Streams in The Desert)
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Quote
"Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar." (Matius 5:45).
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)