Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada.
Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.
Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?
"Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia".
Roma 5:2 mengatakan," Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kitamalah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
By : Matheus Haryanto
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Jumat, 12 November 2010
Tiga Hari Dalam Hidup
Hari pertama : Hari kemarin.
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
lepaskan saja…
Hari ke dua : hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
biarkan saja…
Hari ke tiga : yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
lepaskan saja…
Hari ke dua : hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
biarkan saja…
Hari ke tiga : yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Kamis, 11 November 2010
Anjing Yang Setia
Di kota Edinburg, Skotlandia ada sebuah makam khusus yang banyak mendapat perhatian para turis yang berkunjung ke kota itu. Apakah itu makam seorang pahlawan nasional? Atau apakah orang yang dikuburkan di situ semasa hidupnya telah berjasa besar bagi bangsa dan negara? Jawabannya ialah: Tidak! Yang dikuburkan di situ bukanlah pahlawan yang berjasa bagi negara, tetapi hanyalah seorang gembala sederhana yang berasal dari desa.
Keistimewaannya ialah semasa hidupnya ia mempunyai seekor anjing gembala yang dengan setia mengikuti ke mana ia pergi. Ketika si gembala itu meninggal dunia dan dikuburkan di sebuah pemakaman di Edinburg, anjing setia itu juga ikut ke pemakaman dan dengan setia menunggui makam tuannya dari hari ke hari, minggu ke minggu, bahkan dari tahun ke tahun.
Tiap hari tepat pada pukul satu siang, sebuah tembakan dilepaskan dari sebuah istana kuno yang ada di Edinburg. Apabila anjing setia itu mendengar tembakan tersebut, ia berlari menuju tempat seorang pembuat roti yang memberikan makanan dan air kepada anjing setia ini. Selesai makan dan minum anjing ini segera kembali ke pekuburan untuk menjaga makam tuannya dengan penuh kesetiaan. Demikianlah hal ini terus berlangsung sampai dua belas tahun lamanya dan akhirnya anjing itu mati di pemakaman, di samping tuannya!
"Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal 20:6).
Sumber: Lentera Surgawi.
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Keistimewaannya ialah semasa hidupnya ia mempunyai seekor anjing gembala yang dengan setia mengikuti ke mana ia pergi. Ketika si gembala itu meninggal dunia dan dikuburkan di sebuah pemakaman di Edinburg, anjing setia itu juga ikut ke pemakaman dan dengan setia menunggui makam tuannya dari hari ke hari, minggu ke minggu, bahkan dari tahun ke tahun.
Tiap hari tepat pada pukul satu siang, sebuah tembakan dilepaskan dari sebuah istana kuno yang ada di Edinburg. Apabila anjing setia itu mendengar tembakan tersebut, ia berlari menuju tempat seorang pembuat roti yang memberikan makanan dan air kepada anjing setia ini. Selesai makan dan minum anjing ini segera kembali ke pekuburan untuk menjaga makam tuannya dengan penuh kesetiaan. Demikianlah hal ini terus berlangsung sampai dua belas tahun lamanya dan akhirnya anjing itu mati di pemakaman, di samping tuannya!
"Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal 20:6).
Sumber: Lentera Surgawi.
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Anxious For Nothing
"Be anxious for nothing, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God"
(Philippians 4:6, NASB)
So many people today are living uptight, worried and anxious about the future, filled with frustration and concern. In the natural there may be good reason, but understand, living that way is not God's best. God doesn't want us to be filled with anxiety and frustration; He wants us to live in peace. You can find rest in Him knowing that no matter what is happening around you, God Almighty has His hand on you.
The next time you're tempted to worry or be anxious about something, remember this verse. God invites us to come to Him. In fact, the Bible says He rewards those who diligently seek Him. But notice, we can't just come to Him any old way. He wants us to come to Him with a heart of gratitude and thanksgiving. Begin by simply saying, "Father in heaven, thank You for the privilege to come before You. Thank You for hearing my prayers." As you come to Him with an open and humble heart, He will hear you and fill you with His peace and joy to live free from anxiety all the days of your life!
A PRAYER FOR TODAY
Heavenly Father, today I choose to be anxious for nothing. I choose to set aside my worries and concerns. I thank You for Your faithfulness to meet every need in my life. In Jesus' Name. Amen.
— Joel & Victoria Osteen
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
(Philippians 4:6, NASB)
So many people today are living uptight, worried and anxious about the future, filled with frustration and concern. In the natural there may be good reason, but understand, living that way is not God's best. God doesn't want us to be filled with anxiety and frustration; He wants us to live in peace. You can find rest in Him knowing that no matter what is happening around you, God Almighty has His hand on you.
The next time you're tempted to worry or be anxious about something, remember this verse. God invites us to come to Him. In fact, the Bible says He rewards those who diligently seek Him. But notice, we can't just come to Him any old way. He wants us to come to Him with a heart of gratitude and thanksgiving. Begin by simply saying, "Father in heaven, thank You for the privilege to come before You. Thank You for hearing my prayers." As you come to Him with an open and humble heart, He will hear you and fill you with His peace and joy to live free from anxiety all the days of your life!
A PRAYER FOR TODAY
Heavenly Father, today I choose to be anxious for nothing. I choose to set aside my worries and concerns. I thank You for Your faithfulness to meet every need in my life. In Jesus' Name. Amen.
— Joel & Victoria Osteen
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Selasa, 09 November 2010
Satu Kata
Satu kata yang keras dan kasar dapat membuat sekuntum kebencian
Satu kata yang dilontarkan tanpa kontrol diri dapat membuat kekacauan
Satu kata yang tidak sopan dan tidak ramah, dapat membuat cinta menjadi hambar
....................Namun.........................
Satu kata maaf bisa melahirkan cinta yang mendalam bagi orang yang mendengarnya
Satu kata lembut dan tulus dapat membuat kedamaian bagi orang lain
Satu kata pujian dapat memberi semangat bagi yang mendengarnya
......................Jadi............................
Satu kata itu bisa menjadi kutuk dan bisa menjadi berkat (bagi kita dan orang lain)
Renungkan kata yang kita ucapkan hari ini..
Agar selalu ada satu kata berkat buat kita semua
Singkatnya:
Don't say anything, if you don't have
anything nice to say :)
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Satu kata yang dilontarkan tanpa kontrol diri dapat membuat kekacauan
Satu kata yang tidak sopan dan tidak ramah, dapat membuat cinta menjadi hambar
....................Namun.........................
Satu kata maaf bisa melahirkan cinta yang mendalam bagi orang yang mendengarnya
Satu kata lembut dan tulus dapat membuat kedamaian bagi orang lain
Satu kata pujian dapat memberi semangat bagi yang mendengarnya
......................Jadi............................
Satu kata itu bisa menjadi kutuk dan bisa menjadi berkat (bagi kita dan orang lain)
Renungkan kata yang kita ucapkan hari ini..
Agar selalu ada satu kata berkat buat kita semua
Singkatnya:
Don't say anything, if you don't have
anything nice to say :)
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Senin, 08 November 2010
Danau Galilea dan Laut Mati
Apakah persamaan dan perbedaaan antara Danau Galilea dan Laut Mati? Ok, perbedaan yang paling utama adalah Danau Galilea adalah sebuah danau, sedang Laut Mati adalah sebuah laut. Tapi ada perbedaan penting yang dapat menjadi pelajaran bagi kita para manusia.
Mungkin Anda perlu mengetahui persamaannya terlebih dahulu.
Persamaannya adalah Danau Galilea dan Laut Mati mendapat air dari sumber yang sama yaitu sungai Yordan.
Perbedaannya? Danau Galilea sangat indah yang sekelilingnya ditumbuhi berbagai jenis tanaman dan banyak orang yang bermukim disekitarnya. Dan didalam danaunya banyak jenis ikan hewan air yang hidup dan berkembang. Sebaliknya, Laut Mati adalah tempat yang tidak bisa ditinggali. Tak ada tumbuhan atau spesies yang dapat hidup didalam maupun disekeliling laut mati karena kadar garamnya yang begitu tinggi. Bukan itu saja bau pada daerah laut mati ini juga sangat tidak sedap.
Mengapa keduanya bisa sangat berbeda? Padahal sumber airnya sama. Hal ini dikarenakan danau galilea "menerima dan memberi". Danau Galilea meneruskan airnya ke danau lain yang juga memanfaatkannya. Sedangkan Laut Mati? Laut mati "menerima dan menyimpan" untuk dirinya sendiri, air yang masuk ke Laut mati tidak pernah keluar lagi.
Sebagai orang Kristen jangan hanya bisa menerima saja, tapi kita juga harus bisa memberi bagi orang lain. Tuhan Yesus mengajar kita untuk memberi, memberi semua yang kita punya kepada Bapa di sorga. Apa saja yang telah kita terima baik berkat, talenta, kekayaan, kepintaran, jangan hanya dinikmati sendiri, tapi bagilah agar dapat menjadi berkat bagi orang-orang lain dan kemuliaan nama Tuhan.
Sumber : Renungan Kristen
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Mungkin Anda perlu mengetahui persamaannya terlebih dahulu.
Persamaannya adalah Danau Galilea dan Laut Mati mendapat air dari sumber yang sama yaitu sungai Yordan.
Perbedaannya? Danau Galilea sangat indah yang sekelilingnya ditumbuhi berbagai jenis tanaman dan banyak orang yang bermukim disekitarnya. Dan didalam danaunya banyak jenis ikan hewan air yang hidup dan berkembang. Sebaliknya, Laut Mati adalah tempat yang tidak bisa ditinggali. Tak ada tumbuhan atau spesies yang dapat hidup didalam maupun disekeliling laut mati karena kadar garamnya yang begitu tinggi. Bukan itu saja bau pada daerah laut mati ini juga sangat tidak sedap.
Mengapa keduanya bisa sangat berbeda? Padahal sumber airnya sama. Hal ini dikarenakan danau galilea "menerima dan memberi". Danau Galilea meneruskan airnya ke danau lain yang juga memanfaatkannya. Sedangkan Laut Mati? Laut mati "menerima dan menyimpan" untuk dirinya sendiri, air yang masuk ke Laut mati tidak pernah keluar lagi.
Sebagai orang Kristen jangan hanya bisa menerima saja, tapi kita juga harus bisa memberi bagi orang lain. Tuhan Yesus mengajar kita untuk memberi, memberi semua yang kita punya kepada Bapa di sorga. Apa saja yang telah kita terima baik berkat, talenta, kekayaan, kepintaran, jangan hanya dinikmati sendiri, tapi bagilah agar dapat menjadi berkat bagi orang-orang lain dan kemuliaan nama Tuhan.
Sumber : Renungan Kristen
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Satu Tubuh
Pada suatu ketika anggota-anggota tubuh merasa sangat berang terhadap perut. Mereka semua iri karena mereka harus menyediakan makanan dan membawanya ke perut, sementara perut sendiri tidak berbuat lain kecuali mencerna hasil jerih payah mereka.
Maka akhirnya mereka mengadakan rapat dan memutuskan untuk tidak membawa lagi makanan ke perut.
Tangan tidak mau mengangkat makanan ke mulut. Gigi tidak mau mengunyah lagi dan tenggorokkan tidak mau menelan. Dengan keadaan ini mereka berharap mulut akan melakukan sesuatu.
Ternyata hasil dari keputusan mereka adalah tubuh yang menjadi lemah, begitu lemahnya sampai hampir-hampir mati. Demikianlah akhirnya mereka menjadi kapok, dan dengan rela menjalankan tugasnya masing-masing.
Merekapun sadar bahwa tidak ada satu tugas yang lebih penting dari yang lain. Dan entah besar dan kecil tugas yang menjadi bagiannya, semuanya berperan penting untuk mencapi tujuan utama.
Bagaimana dengan tugas pelayanan dan tanggung jawab kita sehari-hari yang sudah Tuhan percayakan kepada kita ? Sudahkah kita jalankan dengan sebaik-baiknya ? Atau mungkin kita malah sibuk membandingkan bentuk pelayanan kita dengan pelayanan orang lain ? Dan berpikir bahwa tugas yang kita terima terlebih berat dibandingkan tugas orang lain ? Dan bahwa kita seharusnya menerima upah yang lebih dari rekan sekerja kita ?
"Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah SATU TUBUH dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain" (Roma 12:4,5)
Meskipun tugas berbeda-beda, tapi ingatlah bahwa setiap orang adalah sama di mata Tuhan (I Kor.3:8). Dan Tuhan akan memberikan upah yang adil bagi setiap orang, sesuai dengan kerelaan dan kesungguhannya melakukan tugasnya.
"TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing" (Amsal 16:4)
Sumber : Renungan Kristen
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Maka akhirnya mereka mengadakan rapat dan memutuskan untuk tidak membawa lagi makanan ke perut.
Tangan tidak mau mengangkat makanan ke mulut. Gigi tidak mau mengunyah lagi dan tenggorokkan tidak mau menelan. Dengan keadaan ini mereka berharap mulut akan melakukan sesuatu.
Ternyata hasil dari keputusan mereka adalah tubuh yang menjadi lemah, begitu lemahnya sampai hampir-hampir mati. Demikianlah akhirnya mereka menjadi kapok, dan dengan rela menjalankan tugasnya masing-masing.
Merekapun sadar bahwa tidak ada satu tugas yang lebih penting dari yang lain. Dan entah besar dan kecil tugas yang menjadi bagiannya, semuanya berperan penting untuk mencapi tujuan utama.
Bagaimana dengan tugas pelayanan dan tanggung jawab kita sehari-hari yang sudah Tuhan percayakan kepada kita ? Sudahkah kita jalankan dengan sebaik-baiknya ? Atau mungkin kita malah sibuk membandingkan bentuk pelayanan kita dengan pelayanan orang lain ? Dan berpikir bahwa tugas yang kita terima terlebih berat dibandingkan tugas orang lain ? Dan bahwa kita seharusnya menerima upah yang lebih dari rekan sekerja kita ?
"Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah SATU TUBUH dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain" (Roma 12:4,5)
Meskipun tugas berbeda-beda, tapi ingatlah bahwa setiap orang adalah sama di mata Tuhan (I Kor.3:8). Dan Tuhan akan memberikan upah yang adil bagi setiap orang, sesuai dengan kerelaan dan kesungguhannya melakukan tugasnya.
"TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing" (Amsal 16:4)
Sumber : Renungan Kristen
♡ ◦°˚G☺d♡Blε§§ U◦°˚♡
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Langganan:
Postingan (Atom)