Selasa, 20 Juli 2010
Jangan Pernah Lupakan Ini
""Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.""
Suatu kali, kira-kira beberapa tahun yang lalu, Billy Graham mengalami masa-masa yang gelap dalam hidupnya. Meskipun ia telah berdoa kepada Tuhan mengenai apa yang ia alami, namun ia merasa langit seperti menjadi tembaga baginya. Tuhan seolah-olah telah menghilang dari hidupnya dan ia sendirian bersama pencobaan dan bebannya.
Billy Graham akhirnya menulis surat pada ibunya mengenai pengalamannya itu. Beberapa hari kemudian, ia pun mendapat surat balasan dari ibunya yang isinya sebagai berikut: "Nak, ada saatnya ketika Allah menarik diri-Nya untuk menguji imanmu. Dia ingin kau mempercayai Dia dalam kegelapan. Sekarang, raihlah dengan iman melewati kabut dan kau akan menemukan bahwa tangan-Nya ada di sana."
Selesai membaca surat dari ibunya tersebut, tiba-tiba air mata keluar dari mata Billy Graham. Sambil berlutut di sisi tempat tidur, ia pun mulai menangis dan hadirat Allah yang melimpah dengan sekejap ia rasakan. Hari itu sungguh menjadi hari yang tidak pernah ia lupakan hingga saat ini.
Entah kita merasakan atau tidak merasakan hadirat Allah di saat jalan kita gelap, namun tetap berimanlah bahwa Dia ada disana. Jangan ragukan firman-Nya yang berkata, "Aku tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" karena memang itulah kebenaran yang sesungguhnya.
Allah selalu ada bersama Anda dan dalam keadaan apapun Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda seorang diri.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Lance Armstrong
-- Lance Armstrong, pembalap Amerika Serikat, juara Tour de France 1999-2005
VONIS itu bak gledek di siang hari. Oktober 1996, dokter menyatakan Lance Armstrong positif mengidap kanker testis. Padahal sebagai pembalap sepeda profesional, karirnya lagi kinclong-kinclongnya di pucuk kesuksesan. Kontrak dengan tim balap Perancis baru saja diteken. Nilainya, wow, fantastis, dua tahun dia dibayar 2,5 juta dolar AS.
Namun, testisnya memang sudah membengkak sebesar buah jeruk. Dia pun muntah darah. Lebih membahayakan lagi, menurut diagnosis dokter, kanker itu sudah menjalar ke paru-paru dan otak. Operasi darurat pun dijadwalkan saat itu juga. Dokter mengatakan kepadanya bahwa persentase berhasil untuk hidup adalah 50%. Angka manipulasi sebenarnya. Dalam hitungan secara medis, diketahui harapan hidup Armstrong saat itu sesungguhnya tinggal 3%. Jangankan mendengar 3%, mendengar 50% saja jantung serasa mau copot. Siapa pun tentu akan lemas mendengar pengumuman itu.
Tapi, Armstrong tidak. Meski merasakan sakit yang luar biasa, namun dia tetap tegar. Armstrong berpacu dengan waktu. Baginya, penyakit kanker ibaratnya sebuah perlombaan. Ia harus menjalani operasi untuk menghilangkan kanker dan kemoterapi yang dilakukannya selama berbulan-bulan. Kanker membuat Armstrong ambruk. Pembalap tangguh itu kini lemah tak berdaya. Untuk mengayuh sepeda keliling halaman rumahnya saja ia tak mampu. Namun, dia tetap menjalani proses penyembuhannya dengan kukuh. Tanpa mengeluh. Satu harapannya, dia ingin sembuh total. Dan ia percaya itu. Kemoterapi pun selesai dilakukan, dan ajaib, kanker yang dideritanya hilang.
Siapa saja yang mengikuti kisah Armstrong pasti akan jatuh kagum. Semua itu merupakan hasil didikan yang keras. Mentalnya sudah ditempa sejak muda. Ia dididik oleh seorang ibu yang pekerja keras. Ibunya pernah mendapati Armstrong berhenti di tengah jalan karena kelelahan dalam lomba triathlon. Sang Ibu memarahinya, "Kamu tidak boleh berhenti meskipun harus berjalan." Armstrong pun menyelesaikan lomba itu hingga garis finish.
Keputusan besar dilakukan Armstrong setelah dinyatakan sembuh: dia kembali mengayuh sepeda. Banyak orang yang ragu tentu saja. Bersepeda bukan olahraga ringan. Butuh stamina fisik yang prima dan kuat. Tapi lagi-lagi dia menganggap sebuah sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Dia berlatih. Bahkan lebih keras dan lebih keras lagi. Ia pun berlatih bersepeda dengan mendaki ke atas puncak pegunungan. Ia mampu.
Ketika saat ia merasa sudah benar-benar pulih, pada 1999, Armstrong siap untuk mengikuti segala jenis lomba. Saat yang bersamaan, istrinya pun hamil. Terapi kesuburan menuai hasil. Padahal sebelumnya gara-gara kanker itu pulalah, dia divonis mandul. Hasilnya tak terkira. Lima bulan berselang, untuk pertamakalinya, Armstrong berhasil menjuarai Tour de France pada 1999. Dia pun menjadi raja tur paling terkenal sejagat itu. Berturut-turut, selama tujuh tahun, hingga 2005, dia selalu tampil di podium pemenang.
Setelah itu, dia benar-benar mundur. Tapi dia tidak sepenuhnya lengser. Pengalaman dirinya menghadapi penyakit kanker memberinya inspirasi untuk mendirikan Yayasan Lance Armstrong. Dan pada tahun 2004, ia mengembangkan Gelang Livestrong sebagai upaya meningkatkan kesadaran bagi para korban kanker.
Armstrong telah mengajarkan kepada banyak orang, ketika melawan kanker, ia mengalahkan musuh terbesar kehidupan, yakni keputus-asaan. Setiap orang boleh gagal, tapi jangan pernah berputus asa. Penyakit kanker yang dideritanya dijadikan pengalaman hidup yang tak ternilai. Pantang menyerah pada keadaan membuat dirinya mampu bertahan hidup dengan mengagumkan dan melewati berbagai rintangan untuk meraih gelar juara.
"Jika Anda meminta saya untuk memilih menang di Tour de France atau dari kanker, saya akan memilih menang dari penyakit itu. Karena itu adalah kemenangan saya sebagai manusia, pria, suami, anak, dan ayah," kata Armstrong.
Armstrong memberikan pelajaran penting. Jangan pernah menyerah dalam kehidupan. Seberapa pun beratnya.
By: Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Maafkan Aku Ya...?
Pd hari yg disepakati masing-masing murid membawa kentang dlm kantong plastik. Ada yg berjmlh 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5. Spt perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama org yg dibenci. Murid-murid hrs membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yg membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega krn penderitaan mereka akan segera berakhir.
Ibu Guru: "Bgmn rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pd umumnya mereka tidak merasa nyaman hrs membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.
Ibu Guru: "Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tdk bisa memaafkan orang lain.
Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu, bgmn jk kita membawa kebencian itu seumur hidup ?
Alangkah tidak nyamannya ...
Krn itu, lepaskanlah pengampunan kepada orang yang Anda benci.
Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sdng memegang bola berduri. Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan merasakan sakit. Karena itu tidak ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan.
Jd bagi yg semua orang yg pernah aku sakiti dan pernah tersinggung krn perkataan maupun perbuatanku baik sengaja maupun tidak, aku mohon maaf yah... Semoga tidak ada kebencian lg diantara kita...:)
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Sabtu, 17 Juli 2010
Doa Yang Dijawab
Pada suatu hari turun hujan lebat di desa tersebut dan air dengan sangat cepatnya naik ke atas dan telah mencapai sebatas lutut. Orang-orang di desa tersebut telah diinstruksikan untuk mengungsi dan ramai-ramai mereka membawa barang-barangnya keluar dari rumah mereka masing-masing.
Si Kakek yang tinggal di pinggiran desa juga tidak luput dari situasi banjir tersebut dan menjadi cemas karenanya, tetapi sebagai orang yang beriman, dia berusaha berdoa memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan yang lebat tersebut agar seluruh orang di desa tersebut bisa diselamatkan.
Tak lama setelah dia berdoa, datanglah kepala desa hendak menjemputnya dengan kendaraan jipnya, tetapi si kakek menolak dengan halus dan dia berkata bahwa dia percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doanya dan segera menghentikan hujan lebat tersebut.
Pergilah segera sang kepala desa dengan perasaan cemas, tetapi karena dia percaya bahwa dia memang orang yang saleh, tentunya Tuhan juga pasti akan menolongnya juga. Hujan turun semakin lebatnya dan telah mencapai ketinggian satu meter dan seluruh penduduk desa telah mengungsi ke luar dan si kakek pun sudah berjongkok di atas lemarinya, dengan perasaan yang semakin cemas akhirnya dia berdoa dengan lebih keras lagi memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.
Tak lama kemudian datanglah regu penyelamat dengan mengendarai perahu karet dan berteriak-teriak memanggil si kakek. Si kakek pun berteriak kepada regu penyelamat tersebut dan berkata bahwa dia telah berdoa kepada Tuhan dengan lebih bersungguh-sungguh dan Tuhan selama ini tidak pernah tidak mendengarkan doanya dan dia percaya bahwa kali inipun Tuhan pasti mendengarkan doanya.
Akhirnya perahu karet itupun pergi dengan perasaan yang sangat khawatir akan keselamatan si kakek, tetapi karena merekapun merasa bahwa sang kakek memang memiliki iman yang lebih tebal daripada mereka maka merekapun tidak berani memaksa lebih keras lagi. Sepeninggal regu penyelamat dengan perahu karet, hujan malah turun semakin lebatnya dan lebih lebat dari sebelumnya dan kali ini si kakek sudah berdiri di atas atap rumahnya dan berteriak-teriak dengan sangat kerasnya berdoa memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.
Dari atas terdengar deru helikopter dengan keras dengan lampu sorotnya dan tampak beberapa orang berteriak dari atas helikopter kepada sang kakek untuk segera menangkap tali yang dilemparkan ke bawah. Dan kali inipun sang kakek menolak dan berkata dengan yakinnya bahwa dia telah berdoa dengan sangat sungguh-sungguh dan kali ini Tuhan pasti akan menghentikan hujan tersebut dan menolong si kakek.
Dengan putus asa helikopter tersebut meninggalkan si kakek yang terus berteriak-teriak memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan lebat tersebut dan mereka berharap bahwa semoga doa kakek terkabul dan mereka juga tahu bahwa kakek adalah orang yang sangat beriman dan selalu menolong orang lain.
Akhir kata, hujan tidak juga berhenti dan menenggelamkan si kakek dan dia pun meninggal. Karena selama hidupnya kakek tersebut sangat beriman dan tidak pernah sekalipun berbuat yang tidak baik dihadapan Tuhan, maka si kakek diijinkan masuk ke dalam surga. Di surga, kakek bertemu dengan Tuhan dan lalu menyatakan kekecewaannya karena doanya yang terakhir tidak dikabulkan oleh-Nya.
Tuhan pun berfirman kepadanya, "Kakek yang baik, engkau adalah anak-Ku yang baik dan sepanjang hidupmu engkau selalu menuruti firman-Ku, dan Aku pun selalu mendengarkan doa-doamu dan mengabulkannya. Pada waktu engkau berdoa yang pertama kalinya, Aku telah mengirim kepala desa untuk menjemputmu dengan mobil jipnya tetapi engkau tolak, lalu doamu yang kedua, Aku mengirimkan regu penyelamat dengan perahu karetnya dan itupun kau tolak dan terakhir engkau berdoa kepadaKu, Aku mengirimkan sebuah helikopter untuk menjemputmu tetapi masih engkau tolak juga. Aku selalu mendengarkan doamu anakKu."
Inti cerita ini adalah mengenai sebuah kesempatan,
dan bagaimana kita mengerti jawaban Tuhan atas doa-doa kita.
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Allah Turut Bekerja Dalam Segala Hal, Berdoa
Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.
Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.
Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.
"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya.
"Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.
Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.
Kamu berkata, "Itu tidak mungkin."
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)
Kamu berkata, "aku terlalu capai."
Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)
Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa meneruskan."
Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)
Kamu berkata, "Aku tidak mengerti."
Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."
Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya." (Filipi 4:13)
Kamu berkata, "Ini tidak berharga."
Tuhan berkata, "Itu akan berharga." (Roma 8:28)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri."
Tuhan berkata, "Aku memaafkanmu." (1 Yohanes 1:9-Roma 8:1)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."
Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)
Kamu berkata, "Aku takut."
Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius 1:7)
Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."
Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)
Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."
Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma 12:3)
Kamu berkata, "Aku tidak pandai."
Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)
Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian."
Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu." (Ibrani 13:5)
Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, Saya percaya ada saat-saat di mana kita merasa "gubuk" kita terbakar.
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Mengucap Syukurlah
Lalu Dia menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak memiliki siapapun untuk berbagi.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak cantik...
Lalu Dia menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...
Lalu Dia menujukkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...
Lalu Dia menunjukkan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil sesak...dan terpaksa tinggal dijalanan.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja...
Lalu Dia menunjukkan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...
Lalu Dia menunjukkan seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar...
Lalu Dia menunjukkan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.
Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...
Dia lalu menunjukkan AlkitabNya...Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.
Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku...
Dan itu cukup bagiku.
I TESALONIKA 5:18
'Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.'
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)
Rabu, 14 Juli 2010
Don't Give Up On Your Tomorrow
No matter what may be happening today, God has good things in store for your future! It may not be easy to see now, but God has already lined up a new beginning, new friendships, and new opportunities for you. Maybe last year had some setbacks and difficulty, but don't make the mistake of expecting this year to be the same. It's time to get a new vision because it is a new day!
As believers, our attitude should be, "Even though the economy is down, I'm not worried. I know God is going before me, and He has promised He will make rivers in the desert." Or, "The medical report may not look good, but I have another report that says that God is restoring health unto me. I believe God has already released healing, health and victory in my future." Or, you may have a child who is not on the right course. In the natural it seems impossible. But our report should be, "I know God can do the impossible! My child will fulfill their destiny!" Be encouraged today and don't give up on your tomorrows because God has a good plan in store for you!
A PRAYER FOR TODAY
Father in heaven, thank You for giving me a hope and a future. Thank You for loving me. Thank You for choosing me. Thank You for delighting in me. I invite You to renew my heart and mind to the good plans you have for me. In Jesus' Name. Amen.
Source : Joel Osteen
But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)