Jumat, 09 Juli 2010

Sebuah Renungan

Tina, seorang gadis yang baik hati satu kali ingin memberi kejutan pada Nenek Omi yang hidup sendiri. Ia datang membuat sebuah kue yang enak lalu membawanya ke rumah si nenek.

"Oh, buat Nenek? Puji Tuhan! Terima kasih, Tina. Nenek sangat suka,"kata nenek waktu menerima kue itu.

Melihat nenek Omi suka, seminggu kemudian Tina kembali membawa kue yang sama. "Terima kasih,"jawab nenek singkat.

Lebih dari seminggu, komentar Nenek Omi kembali berbeda. "Tumben, kamu telat sehari,"sahutnya.

Minggu selanjutnya,"kuemu agak kemanisan. Nenek lebih suka rasa buah daripada coklat."

Karena sibuk, minggu
selanjutnya Tina tidak sempat membuat kue, dan ketika ia berangkat kerja dan melewati rumah si nenek, nenek Omi keluar dan berteriak,"Hei Tina, mana kue nenek?"

Satu kutipan berkata,

"saat kita melihat berkat yang sama setiap hari, kita akan tidak memperhatikannya lagi.

Ketika tidak lagi memperhatikan, kita berhenti menghargai.

Ketika tidak menghargai, kita berhenti bersyukur.

Ketika kita tidak bersyukur, kita mulai mengeluh."

Jika hari ini kamu menangis, bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain menangis...

Jika hari ini kamu disakiti, bersyukurlah karena kamu tahu rasa sakit dan tidak menyakiti orang lain...

Jika hari ini kamu dikecewakan , bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain kecewa...

Apapun yang kamu alami hari ini, tetaplah bersyukur karena kita belajar UNTUK MEMAAFKAN...<3

Saat aku tak paham maksud Tuhan,
aku memilih... percaya.. :|

Saat aku tertekan oleh kekecewaan,
aku memilih.... bersyukur.. O:)

Saat rencana hidupku berantakan,
aku memilih.... berserah..:)

Saat putus asa melingkupiku,
aku memilih.... tetap maju.. :>

By : Dewa Klasik Alexander

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Sabtu, 03 Juli 2010

Mengapa Tuhan Tidak Menjawab Doa...?

Ratapan 3:44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus.

Tidak jarang kita mendengar keluhan dari beberapa orang yang berkata begini: "Aku sudah capek berdoa tapi sampai saat ini doaku tidak pernah dijawab. Yah, sudahlah. Lebih baik tidak usah berdoa". Adapula orang yang tidak mau berdoa bahkan ragu apakah Tuhan itu ada karena merasa doanya tidak pernah di jawab oleh Tuhan. Apakah saudara sedang merasakan hal yang sama?.

Pada dasarnya Tuhan itu selalu menepati janjinya. Tuhan pernah berkata "mintalah maka akan kuberikan". Lalu, apakah Tuhan tidak menepati janjinya itu?.Tidak! Tuhan tidak pernah ingkar janji.Tuhan pasti menepati janjinya asal kita hidup menurut kehendaknya. Yang menjadi penghalang doa kita adalah kejahatan dan dosa kita. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Yesaya 1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Kejahatan membuat Tuhan tidak mau mendengarkan doa kita. Walaupun kita berdoa sampai jungkir balik kalau kehidupan kita masih jahat maka Tuhan tidak akan pernah menjawabnya. Ayat ini didukung pula oleh ayat dibawah ini:

Yesaya 59:1-3 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Saudaraku, mungkin ada yang berkata, aku tidak pernah berbuat jahat, aku tidak mencuri, aku tidak membunuh, aku tidak berjinah, aku tidak menipu bahkan aku memberi persepuluhan kegereja, tapi kenapa doaku tidak pernah dijawab oleh Tuhan? Benar! Mungkin kita tidak melakukan semua kejahatan itu, namun jangan lupa ada satu firman Tuhan yang berkata bahwa kalau kita tahu bagaimana berbuat baik tetapi tidak melakukannya, itu adalah dosa di hadapan Tuhan. Ayatnya dapat kita lihat dibawah

Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Lalu, bagaimana agar doa kita dijawab oleh Tuhan?. Mari kita perhatikan ayat dibawah:

Yesaya 1:16-17 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Menurut ayat ini ada 7 hal yang harus kita lakukan, yaitu:
1.Bersihkan diri.
2.Berhenti berbuat jahat.
3.Belajar berbuat baik.
4.Mengusahakan keadilan.
5.Mengendalikan orang kejam.
6.Membela hak-hak anak yatim
7.memperjuangkan perkara janda-janda.

Kalau kita mampu melakukan itu maka kita sudah melakukan ibadah yang sejati. Ibadah yang sejati bukan diukur dari berapa sumbangan yang sudah kita berikan ke gereja. Bukan berapa hari dalam seminggu kita berpuasa. Ibadah sejati di ukur dengan berapa banyak kita melakukan perbuatan baik:

Yakobus 1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Dengan kita melakukan semuanya itu maka kita menjadi orang yang di benarkan. Alkitab mencatat bahwa doa orang-orang benar sangat besar kuasanya.

Yakobus 5:16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sumber : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Masuk Dalam Kerajaan Surga

Matius 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Saya sedikit tercenung ketika membaca ayat ini. Disini Tuhan Yesus menjelaskan bahwa orang yang tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah orang yang tidak bertobat dan orang yang tidak menjadi seperti anak kecil. Jika perkataan ini kita balikkan maka orang yang masuk kedalam Kerajaan Sorga adalah orang yang bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Jadi untuk masuk kedalam Kerajaan Sorga hanya membutuhkan dua hal yaitu bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Apakah sesederhana itu? Untuk itu mari kita bahas lebih lanjut.

1. Bertobat.
Bertobat adalah perubahan kehidupan seseorang dari kehidupan yang penuh dengan dosa menjadi kehidupan kudus. Perubahan itu terjadi 180 derajat. Sorga adalah tempat orang-orang kudus jadi tidak akan pernah hal-hal najis dan dosa yang bisa masuk kesana. Jadi orang yang percaya namun tidak bertobat tidak akan masuk kesana. Percaya saja tidak cukup membawa kita masuk kedalam Kerajaan Sorga. Orang yang mengaku percaya kepada Tuhan namun tidak bertobat kepercayaannya itu bisa diragukan. Logikanya begini, jika kita percaya kepada seseorang kita pasti melakukan apa yang orang itu minta. Kenapa kita mau melakukannya? Itu karena kita mempercayainya dan apa yang dimintanya itu adalah hal-hal yang baik dan benar. Demikian pula sebaliknya, orang yang tidak kita percayai pasti kita tidak akan mau melakukan permintaannya. Kenapa? Karena bisa saja dia mau menjerumuskan kita. Jadi bagaimana mungkin ada orang yang mengaku percaya kepada Yesus namun tidak melakukan segala perintahNya? Bukankah kepercayaannya itu perlu di pertanyakan?

2. Menjadi seperti anak kecil.
Mengapa Tuhan kita ingin menjadi seperti anak kecil?. Ada beberapa sifat anak kecil yang sangat Tuhan suka antara lain:

* Pada umumnya anak kecil hanya percaya kepada omongan Papanya, dia sangat jarang mempercayai omongan orang lain. Tuhan ingin kita mempercayainya sepenuhnya. Tuhan tidak ingin kita setengah hati kepadaNya. Tuhan tidak ingin kita mempercayaiNya namun pergi ke tukang ramal atau dukun untuk minta pertolongan.

Yehezkiel 13:18 Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah dukun-dukun perempuan, yang mengikatkan tali-tali azimat pada semua pergelangan dan mengenakan selubung pada kepala semua orang, tua atau muda, untuk menangkap jiwa orang. Apakah kamu hendak menangkap jiwa orang yang termasuk umat-Ku dan membiarkan orang-orang lain hidup untuk kepentinganmu?

* Pada umumnya anak kecil suka menyanjung-nyanjung papanya kepada teman-temannya. Tuhan ingin kita menceritakan betapa luar biasanya Tuhan itu. Tuhan ingin kita menceritakan kepada orang lain bahwa pertolongan hanya datang dari Tuhan. Tidak ada allah lain yang lebih dahsyat dari ALLAH kita.

Mazmur 75:2 Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

* Pada umumnya anak kecil percaya kepada setiap perkataan dan janji papanya. Anak kecil tidak pernah meragukan janji papanya. Sekali papanya mengucapkan janji akan memberikan sesuatu maka si anak kecil akan menanti janji papanya itu dengan tidak ada sedikitpun keraguan. Dia akan menanti dengan sabar sampai papanya menepati janjinya itu. Si anak akan menanti sambil membayangkan papanya membawa apa yang dijanjikannya itu. Itulah Iman! Tuhan ingin kita melakukan hal yang sama. Tuhan ingin kita memiliki iman pada setiap janjiNya.

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

* Pada umumnya anak kecil tidak akan sibuk memikirkan apa yang akan dia makan dan apa yang akan dia pakai karena dia tahu bapanya sudah menyediakan makanan dan pakaian baginya. Tuhanpun ingin kita demikian. Tuhan tidak ingin kita kuatir akan masa depan kita karena Tuhan sudah menyediakan semuanya bagi kita.

Matius 6:31-32 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Doa:
Tuhan, sadarkan kami bahwa Kerajaan Sorga telah dekat. Tolong kami agar kami berbalik dari kehidupan lama kami yang penuh dengan dosa dan hidup di dalam pertobatan, dan tolonglah kami untuk dapat menjadi seperti anak kecil dalam kepercayaan kami kepadaMu sehingga kami percaya penuh dan tidak meragukanMu, menanti janjiMu dengan penuh iman kepercayaan, menceritakan perbuatan tanganMu yang ajaib dan kami tidak kuatir akan kehidupan kami karena Allah telah menyediakannya bagi kami. Terimakasih ya Tuhan, dalam nama Yesus kami telah berdoa. Amin

Sumber : renungan kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Iman Yang Tidak Luntur

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Ayat diatas adalah pesan-pesan Yosua kepada umat Israel menjelang akhir hidupnya. Dengan tegas Yosua mengingatkan dan menantang umat Israel untuk memilih beribadah kepada siapa. Apakah kepada Allah atau kepada allah lain. Namun di tengah tantangannya Yosua memberikan jalan keluar dengan memberi teladan bahwa Ia memilih Allah Elohim, yaitu Allah yang telah melepaskan mereka dari perbudakan Mesir.

Sungguh luar biasa iman Yosua, waktu tidak dapat melunturkan imannya kepada Tuhan. Ia sudah mengenal Tuhan sejak dia masih muda. Kala itu ia menjadi abdi Musa yang melayani keperluan Musa. Sampai Ia tua dan sampai akhir hayatnya ia tetap memilih beribadah kepada Tuhan. Kenapa Yosua mempunyai iman yang teguh dan tidak luntur oleh waktu? Itu karena dia tetap mengingat segala kebaikan dan pertolongan Tuhan. Semua kebaikan Tuhan masih dengan jelas membekas dalam ingatannya walaupun itu telah terjadi puluhan tahun yang lalu. Yosua masih bisa menceritakan satu persatu perbuatan tangan Tuhan yang luar biasa ketika membawa Israel keluar dari Mesir. Itu dapat kita baca pada Yosua 23:1-16.

Oleh sebab itu betapa pentingnya bagi kita untuk mengingat segala kebaikan Tuhan. Mengapa ada orang yang gampang sekali meninggalkan Tuhan? Itu karena mereka melupakan atau bahkan tidak pernah sama sekali mengingat akan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dia merasa apa yang di perolehnya saat ini adalah karena usaha dan kekuatannya.

Daud adalah pribadi yang juga tidak melupakan segala kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Ketika masa tuanya dia juga masih mengingat semua kebaikan Tuhan yang pernah dia rasakan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

I Raja-raja 1:29 Lalu raja bersumpah dan berkata: "Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,

Kalimat diatas di ucapkan oleh Daud ketika dia akan melantik Salomo menjadi raja. Itulah sebabnya pesan pertama Daud kepada Salomo sebelum dia meninggal adalah agar tetap menjaga kesetiaan kepada Tuhan. Itu dapat kita baca pada 1 Raja-raja 2:3. Itu pula yang membedakan Daud dengan Saul bahkan dengan Salomo anaknya sendiri. Daud mengingat segala kebaikan Tuhan, bukan hanya mengingat, bahkan Daud menuliskannya dalam kitab Mazmur. Segala kebaikan Tuhan dia ungkapkan dalam puji-pujian dan pengagungan kepada Tuhan sementara Saul dan Salomo tidak demikian. Mereka hanya sibuk dengan urusan kerajaan, oleh sebab itu pada masa tuanya iman mereka menjadi luntur. Saul jatuh dalam dosa pertenungan, Salomo jatuh dalam dosa penyembahan berhala.

Saat ini ada banyak orang Kristen yang meninggalkan kepercayaannya. Demi sesuap nasi, demi karir dan jabatan mereka lebih memilih menyembah kepada allah lain dari pada kepada Tuhan Yesus. Mereka lebih percaya kepada dukun-dukun dan ramalan-ramalam dari pada percaya dan menyerahkan hidup kepada Tuhan. Mereka lebih melayani dunia ini dari pada melayani Tuhan. Mengapa demikian? Itu karena mereka tidak pernah mengingat segala kebaikan Tuhan. Mereka lupa bahwa Tuhan telah membeli kita dari Maut dengan Darah-Nya yang kudus. Mereka lupa bahwa Tuhan Yesus telah mati bagi kita.

I Petrus 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Oleh sebab itu untuk menghindarkan kita dari kelunturan iman maka kita harus senantiasa mengingat segala kebaikan Tuhan dan senantiasa mengucap syukur atas kebaikan yang kita terima. Kita harus mengingat bahwa tubuh Tuhan telah di cambuk karena kita, tangan Tuhan telah di paku karena kita, kepala Tuhan telah di beri mahkota duri karena kita, lambung Tuhan telah di tikam karena kita dan yang terakhir, kita harus ingat bahwa Tuhan telah menyerahkan nyawanya kepada kita.

Sumber : renungan kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Segala Sesuatu Sia-Sia

Pengkotbah 1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Kalau kita buka kitab Pengkotbah pasal pertama maka tulisan yang pertama kita lihat yaitu judul perikop berbunyi begini "Segala sesuatu sia-sia". Perkataan ini di kuatkan pada ayat dua yang berbunyi: "Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia". Kalimat ini diucapkan oleh seorang raja besar yaitu raja yang sangat di berkati Tuhan baik secara jasmani terlebih lagi hikmat. Dia adalah raja Salomo, raja yang mendapat karunia kekayaan dan hikmat yang luar biasa dari dari Tuhan, tidak ada manusia yang lebih berhikmat dari dia sebelum maupun sesudahnya (I Raja-Raja 3:12). Hikmatnya terkenal sampai seluruh dunia sehingga banyak para raja dan pemimpin dunia datang kepadanya untuk belajar hikmat.

I Raja 4:29-32 Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir. Ia lebih bijaksana dari pada semua orang, dari pada Etan, orang Ezrahi itu, dan dari pada Heman, Kalkol dan Darda, anak-anak Mahol; sebab itu ia mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya. Ia menggubah tiga ribu amsal, dan nyanyiannya ada seribu lima.

Lalu, mengapa kalimat putus asa itu sampai keluar dari bibir seorang raja besar, raja yang penuh hikmat? Apakah dia sudah kehilangan hikmat? Apakah Tuhan sudah menarik karunia hikmat itu? Tidak! Justru karena hikmatlah maka dia dapat mengucapkan itu semua. Hikmatlah yang membuat dia mengetahui bahwa segala sesuatu sia-sia. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah jauh dari Tuhan, itu karena mereka tidak memiliki hikmat.

Apa yang menjadi latar belakang Salomo mengucapkan itu?

Seperti yang sudah kami nyatakan diatas bahwa Salomo adalah raja yang luar biasa di berkati Tuhan baik secara kekayaan maupun secara hikmat. Salomo adalah pemimpin yang sukses menurut dunia. Pada masa mudanya berkat kekayaan melimpah, dia adalah seorang pemimpin yang bersemangat dan bergairah. Itu dapat kita baca melalui tulisan-tulisannya di kitab Kidung Agung. Pada masa pertengahan umurnya dia adalah seorang pemimpin yang penuh hikmat dan kharisma. Itu dapat kita lihat pada tulisan-tulisannya di Kitab Amsal. Karena hikmat yang dimilikinya banyak bangsa yang secara suka rela takluk dan memberikan upeti kepada Salomo akibatnya Salomo semakin kaya dan di agungkan.

I Raja 4:34 Maka datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo, dan ia menerima upeti dari semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu.

Namun kesuksesan itu membuat Salomo lupa diri, dia mencintai banyak perempuan asing. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

II Raja 11:1-2 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.

Kekayaan dan kehormatan membuat Salomo tidak ingat lagi kepada Tuhan, dia lebih mendengarkan perkataan istrinya dibandingkan firman Tuhan. Salomo memiliki 700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik. Total istri salomo ada 1000 orang, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal ALLAH. Akibatnya hati Salomo di condongkan dan jatuh kepada penyembahan berhala. Bahkan Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

I Raja 11:5-6 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Namun pada masa tuanya Salomo menyesal dan menyadari semuanya itu. Ternyata kesuksesan dunia yang diperolehnya selama ini tidak dapat dibawanya kedalam kubur. Terlebih lagi karena harta dan kesuksesan itu membuatnya berdosa dan jauh dari Tuhan. "Semuanya sia-sia" itulah perkataannya. Ungkapan isi hati pada masa tuanya dapat kita lihat pada tulisan-tulisannya di kitab Pengkotbah. Tentang hal ini saya teringat perkataan Tuhan Yesus. Perkataan itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Saudaraku, mengapa kisah ini kami sampaikan pada moment tahun baru ini?. Disini kami mencoba mengajak kita semua terlebih lagi bagi diri kami sendiri untuk tidak memfokuskan diri mengejar hal-hal duniawi. Kebutuhan jasmani itu penting, itu tidak dapat di sangkal. Semua orang butuh harta dunia, tapi janganlah karena mengejarnya kita mengabaikan dan melupakan hal-hal rohani. Mari tetap fokuskan hidup kepada Tuhan. Kita jangan lupa bahwa kita sudah memasuki zaman akhir, kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat. Pengkotbah menyatakan bahwa kita akan mempertanggung jawabkan semua itu di depan Pengadilan Agung.

Pengkotbah 12:14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Sumber : Renungan Kristen

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Iman dan Kekudusan

Dua hal yang sangat penting dalam kehidupan rohani kita adalah hidup oleh iman dan berjalan oleh iman. Engkau tidak akan pernah menemukan iman yang sejati tanpa diikuti oleh kesalehan yang sejati. Di pihak lain, kita juga tidak akan dapat menemukan kehidupan yang kudus jika tidak berakar di dalam kehidupan iman kepada Yesus Kristus. Ada banyak orang yang mengejar iman namun melupakan kekudusan. Ada juga yang mengejar kekudusan hidup tapi menolak iman. Kita harus memiliki iman sebab ini adalah dasar; kita harus memiliki kekudusan hidup sebab ini adalah atap.

Dasar bangunan seperti apakah yang manusia miliki jika ia di dalam pencobaan? Apakah ia dapat bertahan? Jika demikian, ia memerlukan sebuah rumah dengan pondasi yang kuat dan sebuah atap kehidupan rohani untuk melindunginya jika hari-hari keraguan itu datang. Janganlah mencari hidup kudus tanpa iman, karena itu sama seperti rumah beratap tanpa pondasi yang kokoh, sehingga cepat atau lambat rumah itu akan runtuh. Biarlah iman dan hidup kudus adalah satu kesatuan. Sama seperti sinar dan panas yang memancar dari matahari yang sama, begitulah kepenuhan berkat yang kita terima dari Allah. Oh, Tuhan, berikanlah kepada kami hari ini, hidup oleh iman dan kekudusan.

Galatia 5:25
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

Diterjemahkan dari buku:
Morning By Morning – Meditation For Daily Living Oleh Charles H. Spurgeon

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat...!!!

Pendeta Florescu tidak tahan melihat anak laki-lakinya dipukuli oleh petugas Komunis. Dia sendiri telah mengalaminya, dan dia tidak dapat tidur selama dua minggu karena takut diserang oleh tikus-tikus yang kelaparan yang sengaja dimasukkan ke dalam sel oleh orang-orang Komunis itu. Kepolisian Rumania menghendaki Florescu untuk menyerahkan para anggota gereja bawah tanahnya supaya mereka juga dapat ditangkap.

Mengetahui bahwa pukulan dan siksaan tidak membawa hasil, orang-orang Komunis itu membawa Alexander, anak laki-laki Florescu yang hanya berusia empat belas tahun, dan mulai memukuli anak laki-laki itu. Sementara Florescu menyaksikan, mereka memukuli anak laki-laki itu tanpa ampun, mereka mengatakan bahwa mereka akan memukulinya hingga mati jika dia tidak mengatakan keberadaan orang-orang percaya yang lainnya.

Akhirnya, Florescu berteriak dengan penuh kemarahan meminta mereka untuk menghentikannya.

"Alexandar, aku harus mengatakan apa yang mereka inginkan!" dia berkata kepada anaknya. "Aku tidak tahan lagi menyaksikan engkau dipukuli."

Dengan tubuh penuh luka, dan darah mengalir dari hidung dan mulutnya, Alexander menatap mata ayahnya. "Ayah, jangan melakukan ketidak-adilan padaku dengan mempunyai ayah seorang pengkhianat. Tetaplah kuat! Jika mereka membunuhku, aku akan mati dengan kata "Yesus" di bibirku.

Keberanian anak itu membuat orang-orang Komunis itu marah, dan mereka memukulinya hingga mati dengan disaksikan oleh ayahnya. Anak itu tidak hanya bertahan dalam imannya, namun dia juga telah menguatkan ayahnya untuk melakukan hal yang sama.

Tidak adakah keadilan di dunia ini? Ketika kita membaca kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak berdosa,kita mulai bertanya-tanya. Iman kita mungkin menjadi goyah saat kita mendengar penderitaan yang mengerikan di tangan orang-orang jahat.

Kita mungkin menjadi lemah hati saat belas kasihan itu tidak kunjung datang. Tidak adakah keadilan di dunia ini?

Sebagai jawaban atas terikan kita ini, Alkitab mengajarkan prinsip, "Ya, dan belum." Ya, ada orang jahat yang harus menghadapi peradilan di dunia ini sekarang. Namun, tangan perkasa Allah yang adil belum terjadi atas bumi ini. Hal itu disediakan bagi akhir zaman. Kita melemah saat menunggu, namun Allah tidak berubah.

(Dikutip dari Suara Martir, the Voice of Martyrs)

But they that wait upon the Lord shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint. (Isaiah 40:31)